NAMA BUAH-BUAHAN KHAS KALIMANTAN SELATAN YANG UNIK DAN LANGKA

Indoborneonatural----Di pulau kalimantan yang terkenal dengan kekayaan alam dan hutan tropisnya, banyak ditemukan beragam jenis buah-buahan unik dan langka, sebagian hanya tumbuh didaerah ini saja, salah satunya adalah dihutan Provinsi Kalimantan Selatan yang juga kaya akan sumber daya yang melimpah, termasuk buah-buahan yang beragam jenis dan nikmat. Sebagian besar buah-buhan ini mungkin sudah familiar bagi penduduk Kalimantan, tetapi mungkin bagi kamu yang dari luar daerah Kalimantan banyak yang belum tahu. Nah Kalau kamu berkunjung ke provinsi ini, kamu akan menemukan buah-buahan yang unik dan mungkin belum pernah kamu coba rasanya, silakan dapat singgah dan menikmati beragam buah tersebut.

Berikut beberapa nama buah-buahan khas Kalimantan Selatan yang unik dan langka yang dapat kalian nikmati di daerah ini :


1. Buah keledang (Artocarpus Lanceifolius roxb)

NAMA BUAH-BUAHAN KHAS KALIMANTAN SELATAN YANG UNIK DAN LANGKA

Buah keledang mengingatkan pada buah nangka dan cempedak. Rasanya manis. Sensasi rasanya merupakan campuran antara nangka dan manggis. Daging buahnya terpisah dari bijinya, seperti nangka. Warna kulit buahnya jingga kemerahan dan bentuk buahnya seperti cempedak. Buah keledang termasuk salah satu buah-buahan eksotis hutan-hutan Kalimantan.

Keledang, daging buahnya tidak memiliki aroma apapun. Cocok untukmu yang tak suka aroma buah nangka atau cempedak. Buah bernama latin Artocarpus Lanceifolius roxb ini sudah semakin langka di Kalimantan Selatan.


2. Buah lahung-Lahong (Durio dulcis)


Durian Lahung atau yang dikenal juga sebagai durian marangang, durian merah, tongtong atau lahong masyarakat menyebutnya adalah spesies buah durian yang memiliki pohon yang cukup besar dalan genus Durio, tingginya bisa mencapai 40 Meter. Buah Lahung mirip dengan buah durian, perbedaannya kulit buah berwarna merah sedangkan durian berwarna hijau atau kuning. 

Jika dibelah daging berwarna merah sedangkan durian berwarna kuning. Kulit buahnya memang berwarna merah tua sampai coklat-merah, dan ditutupi dengan duri ranping 15-20 mm. Soal rasa buah lahung tak berbeda dengan durian. Buah lahung yang dikenal dengan nama latin Durio dulcis ini merupakan tumbuhan endemik Kalimantan. Daging buahnya berwarna kuning gelap, tipis, dan beraroma karamel dalam, dengan aroma terpentin. buah dan spesies ini dianggap oleh banyak orang sebagai yang paling manis dan semua buah durian.


3. Buah Traku 

Buah Traku Kalimantan Selatan buah unik dan langka

Ada juga yang sangat khas buah langka dari Kalimantan Selatan yaitu Buah Traku yang berasal dari Balangan, buah ini mirip dengan durian tapi sangat kecil seperti manggis. Penampilanya sich mirip-mirip dengan Durian Lahung yang duri kulitnya lebih panjang dari durian biasa, tetapi itu tadi ukurannya yang kecil sehingga tidak disebut durian tapi lebih mirip dengan rambutan, dengan warna kulit kuning dan buahnya berwarna merah dan tentu manis rasanya.


4. Buah rambai Padi (Baccaurea motleyana)

NAMA BUAH-BUAHAN KHAS KALIMANTAN SELATAN YANG UNIK DAN LANGKA

Buah rambai sebentuk dengan buah duku atau langsat. Memiliki rasa manis keasaman daripada langsat, buah ini sudah tumbuh dan menyebar di negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Indonesia dan Thailand. Kemunculan buah rambai menandakan akan berakhir musim buah. Buah rambai ini bernama latin Baccaurea motleyana.

Buah yang rasanya masam manis ini, sering ditemukan di pinggiran hutan kalimantan, dengan buah yang biasanya bergerombol dalam satu batang tangkai besar terlihat seperti padi.


5. Buah Pidada - Rambai Sungai

Buah Pidada - Rambai Sungai-Buah-khas-Kalsel

buah ini merupakan keluarga mangrove. Mangrove adalah salah satu tumbuhan dikotil yang hidup dan berkembang di air payau biasanya pohonnya tumbuh disekitar pinggiran sungai. Buah rambai Pidada ini biasanya terdapat di daerah pinggiran sungai di hutan-hutan Kalimantan. Masyarakat setempat menyebutnya buah pidada, rambai sambal atau rambai bintang karena pangkal tangkainya yang menutupi buah berbentuk bintang. Rasanya yang asam biasanya dibuat untuk sambal teman makan nasi dan lauk yang sangat enak.


6. Buah Kapul (Baccaurea macrocarpa)

Buah Kapul (Baccaurea macrocarpa) buah langka khas kalsel

Buah kapul juga kini semakin langka di Kalimantan. Mirip dengan buah mangis. Namun ada beberapa perbedaan yang dapat dilihat langsung, yaitu warna kulit buah kapul berwarna seperti kayu. Daging buah kapul berwarna putih dan kekuningan, sedangkan manggis berwarna putih. Tapi soal rasa, keduannya memiliki rasa manis dan sedikit rasa asam. Menikmati buah ini ada yang sedikit mengganggu, daging buahnya tipis dan sering lebih banyak bijinya.


7. Buah mangga kasturi (Mangifera casturi)


Buah 
(Mangifera casturi) Kasturi ada awalnya bersifat enemik (hanya ada) di hutan sekitar Banjarmasin di Kalimantan. Namun karena banyaknya kasus penebangan hutan, tanaman ini mulai sulit untuk dijumpai di hutan Kalimantan. Buah mangga kasturi  mirip dengan mangga pada umumnya, namun berukuran agak kecil seperti sawo, memang memiiki ukuran yang kecil dan beratnya hanya sekitar 50-84 gram. Aromanya pun seperti buah mangga tapi lebih harum menyengat. Kulit buah berwarna hijau tua agak kehitaman, daging buahnya kuning hingga jingga dan rasanya manis segar. Buah ini spesifik tumbuh di Kalimantan Selatan.


8. Buah Ihau


Buah ihau disebut juga mata kucing bagi sebagian orang dan setelah melihat isi buahnya banyak pula yang menyebut ihau sebagai kelengkeng asli Kalimantan. Rasa buah ihau manis seperti bauh kelengkeng, hanya berbeda di bagian kulitnya karena ihau memiliki tektur kulit yang berbintik menonjol keluar.


9. Buah ramania

Buah Ramania khas Kalimantan Selatan

Buah Ramania mungkin masih bisa kita jumpai saat musim buah di akhir tahun, walaupun tak terlalu banyak. Buah bulat berwarna hijau hingga kuning, bergerombol di satu ranting. Buah Ramania yang sudah matang dan bisa dikonsumsi adalah yang berwarna kekuningan. Dagingnya berwarna kekuningan dan memiliki biji di bagian tengah, ada yang berwarna ungu dan merah. Rasa buah mulai dari yang manis dan ada yang asam segar. Untuk dimakan langsung biasanya yang sudah matang berwana kekuningan, tetapi masyarakat Kalimantan Selatan juga sering mengambil yang masih mentah untuk dibuat sambal atau dibikin rujak.


10. Asam Putar


Buah asam putar ini sejenis buah mangga yang rasanya asam. Asam putar juga disebut asam pulasan dan keunikan buah ini adalah bijinya bisa dilepas dengan cara berputar. Sehingga karena rasanya asam buahnya dapat diputar untuk melepaskan biji dinamakan asam putar. Buah ini bisa ditemukan di pedalaman.


11. Wanyi


Buah wanyi masyarakat sekitar menyebutnya mirip dengan mangga namun ukuran sedikit lebih besar. Wanyi berbentuk lonjong, kulitnya berwarna hijau ada sedikit corak kehitaman. Dagingnya berwarna putih, rasanya manis keasaman dan beraroma sangat tajam. Buah ini sangat langka ditemukan di daerah kota, mungkin hanya ada di hutan-hutan Kalimantan saja.


12. Bemotong

Buah-Bemontong-Khas-Kalimantan-Selatan

Buah bemotong ini tumbuh bergerombol tersusun beberapa buah dalam satu tandan di pangkal batang terdapat di atas tanah. Ketika masih di pohon warna buah merah, tapi setelah dipetik berubah menjadi kecokelatan.  Daging buah bemotong berwarna ungu atau putih ada biji kecil di tengahnya dan rasanya manis. Untuk buah bemotong lonjong-lonjong berukuran kecil dan layaknya buah melinjo. 

Buah bemotong menggerombol di pangkal batang, tepat diatas tanah. Warnanya merah segar. Namun segera akan berubah kecoklatan begitu kita kutip dari pohonnya. Buah yang ukurannya seujung balpoin ini tersusun dalam tandan.  Warna daging buahnya ungu atau putih. Rasanya manis. Ada biji kecil ditengahnya. Saat menikmati, kita bisa telan saja biji kecil ini, seperti saat kita makan manggis. 


13. Buah Kalangkala (Litsea garciae)


Kalangkala adalah buah hutan dari Kalimantan. Buahnya bulat, jika masih mentah kulitnya berwarna agak hijau pucat. Jika sudah matang kulitnya berwarna merah muda. Daging buahnya lembut dan rasanya mirip alpukat. Namun warna dagingnya tak hijau seperti alpukat, melainkan putih dan pink. Ukurannya ada yang besar, ada juga yang kecil. Buahnya yang besar ada yang sampai seukuran manggis dan yang kecil seukuran ibu jari.


14. Buah Limpasu


NAMA BUAH-BUAHAN KHAS KALIMANTAN SELATAN YANG UNIK DAN LANGKA

Buah Limpasu ini tumbuh bergerombol tersusun beberapa buah dalam satu tandan. Buah yang juga berfungsi sebagai obat ini dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, banyak juga terdapat di hutan-hutan kalimantan, biasanya untuk pengobatan, buah dilampasu diparut dicampurkan dengan air rendaman akar kuning.


15. Buah Rumbia (Metroxylon sagu)


Rumbia atau disebut juga pohon sagu adalah nama sejenis palma penghasil tepung sagu. Rumbia biasanya tumbuh di rawa-rawa air tawar, aliran sungai dan tanah bencah lainnya. Pada wilayah-wilayah yang sesuai, rumbia dapat membentuk kebun atau hutan sagu yang luas. Pada masyarakat kampung biasanya daun rumbia dijadikan sebagai atap rumah, atap pondok di kebun atau sawah.

Buah Rumbia memang banyak terdapat di indonesia, karena Rumbia adalah pohon sagu. Jadi buah rumbia adalah buah yang dihasilkan dari pohon sagu. Buah ini rasanya manis-manis sepet. Biasanya diasinkan dulu untuk menghilangkan rasa sepetnya. Namun sepetnya buah Rumbia ini tidak sebanding dengan sepetnya buah Rukem yang mentah. Jadi kalau langsung dimakan biasa nggak masalah.


16. Gitaan/ Tampirik (Willughbeia angustifolia)


Buah gitaan atau ada juga yang menyebutnya tampirik, merupakan buah hutan asli Kalimantan. Bentuk buahnya ada yng bulat ada pula agak lonjong. Warna buahnya kuning dan kuning kemerahan. Rasanya pun, ada yang asam, asam manis dan manis seperti rasa vitamin C tablet buatan pabrik obat. Buah ini selain terdapat di HSS Juga di HST, HSU dan Balangan untuk di Banua Anam.


17. Maritam Buih


Di Kalimatan Selatan khususnya di daerah hulu Sungai ada buah khas yang disebut Maritam. Jenis Maritam yang ditemui di Pasar Kandangan Hulu Sungai Selatan, adalah Maritam buih. Buah Maritam Buih ini warna kulitnya hijau dengan bentuk buah seperti rambutan, namun rambut pada kulitnya lebih pendek dan keras dengan kulit lebih tebal ketimbang isi buahnya.

Biasanya maritam warnanya merah kehitaman. Daging buahnya lebih dominan asam. Kalau maritam buih warna hijau muda, rasa daging buahnya manis asam.


18. Buah tarap (Artocarpus odoratissimus)


Buah tarap sejenis pohon buah dari marga pohon nangka, Buahnya serupa nangka yang kecil, dengan bau wangi yang kuat. Buah terap, ketika matang, aromanya khas dan sangat tajam. Rasanya manis, dan enak dimakan begitu saja. Ternyata tak hanya daging buah yang dapat dinikmati, bijinya pun dapat dimakan setelah direbus ataupun dibakar.

Buah terap yang masih muda, kerap diolah menjadi sayuran atau makanan berat lainnya. Buah yang sudah matang dan daging buahnya benar-benar lembut, dapat diolah menjadi aneka camilan, seperti puding, minuman segar, dan aneka kue.


Sebenarnya banyak lagi jenis dan buah-buahan di Daerah kalimantan Pada umumnya dan daerah kalimantan Selatan pada khususnya, yang seperti memiliki turunan dan genus yang hampir sama dengan buah-buah didaerah lain. Tetapi ada yang berbeda secara pisik dan penampilannya. Seperti : Kumbayau ( Dacroydes rostrata). Silulung (Baccaurea angulata) maritam (Nephelium ramboutan-ake) bumbunau (Aglaia laxiflora), babuku (Dimocarpus longan subspecies malesianus),luying/luing (Scutinanthe brunnea).

Jenis lain yang menyerupai tarap ditemukan dikawasan itu adalah binturung (arctictis binturong), Ada pula seperti nangka yang disebut kulidang (Artocarpus lanceifolius roxb), puyian (Artocarpus rigidus

Mahrawin (Durio oxleyanus) bentuknya persis karatongan tetapi warna kulit lebih hijau dan bulu yang runcing lebih pendek-pendek. Semua jenis durian tersebut, konon, hanya ada di Kalimantan, karena tak pernah ditemukan tumbuh di luar dari habitat aslinya pulau Kalimantan. Ada lagi durian perpaduan antara durian biasa dengan pampakin yang disebut mantaula, lain lagi durian bulat kecil dengan duri panjang dan besar, isisnya warna kuning dan tebal disebut karatongan.


Demikian nama-nama buah khas Kalimantan Khususnya Kalimantan Selatan, semoga bermanfaat, dan jika ingin mencicipi enaknya buah-buahan tersebut, dapat singgah ke kalimantan Selatan.

DURIAN LAHUNG-LAHONG (Durio dulcis)

Indoborneonatural----Siapa sich yang tidak kenal buah durian? Ya, buah dengan ciri khas duri yang banyak di bagian kulit luarnya ini tersebar luas di beberapa negara, terutama banyak ditemukan di daerah-daerah di Asia Tenggara. Dengan baunya yang tajam tapi harum, dari jauh saja seseorang sudah dapat mengenali tanda-tanda adanya buah durian.

Bagi Anda khususnya pencinta buah dengan nama Latin Durio sp, jika jalan-jalan ke Kalimantan, maka anda akan menemukan buah durian khusus yang khas Kalimantan yang diberi nama penduduk setempat dengan nama Durian Lahung atau Lahong.



Durian Lahung (Durio dulcis), agak minor namanya, termasuk buah durian yang hanya ditemukan di daratan pulau Kalimantan, tersebar di seluruh wilayah Kalimantan hingga ke wilayah Sabah Malaysia. 

Durio dulcis, yang juga dikenal sebagai durian marangang (atau merangang), durian merah, tutong, atau lahong, adalah pohon yang cukup besar dalam genus Durio. Tingginya bisa mencapai 40 m. Kulit buahnya berwarna merah tua sampai coklat-merah, dan ditutupi dengan duri ramping 15-20 mm. Daging buahnya berwarna kuning gelap, tipis, dan beraroma karamel dalam, dengan aroma terpentin. Buah dari spesies ini dianggap oleh banyak orang sebagai yang paling manis dari semua buah durian.

Namun pagi ini, aku temukan di pasar Kandangan Kalimantan Selatan. Hanya satu yang menyediakan dari beberapa penjual durian. Harganya berkisar antara 10 hinggga 25 ribu rupiah, tergantung ukuran dan kualitas buah durian yang bersangkutan.

Durian ini memang enak dan manis, apalagi dinikmati ditempat yang jualan langsung. Semanis acil yang menjualnya..hihihi...

Berminat mencicipinya ? datanglah ke Kalimantan Selatan....

INILAH FILOSOFI BURUNG TINGANG BAGI SUKU DAYAK HINDU KALIMANTAN

Indoborneonatural----Burung Tingang/enggang merupakan satwa langka yang terdapat di hutan rimba Kalimantan. Tercatat sebagai keturunan burung yang hidup sejak ribuan tahun lalu. Sejak lama burung tingang memang sudah menjadi salah satu burung yang “dipuja” dibanyak kebudayaan kuno, termasuk suku Dayak di Kalimantan. Burung tingang pada beberapa kebudayaan kuno menjadi bagian ritual religi yang melambangkan kebebasan, kesucian dan mithologi. Burung yang dianggap memiliki kekuatan gaib oleh suku dayak ini, Kini ia termasuk dalam daftar hewan yang dilindungi karena terancam punah.

Burung Enggang/Rangkong
Burung Enggang atau Burung Rangkong adalah sejenis burung yang mempunyai paruh berbentuk tanduk sapi tetapi tanpa lingkaran. Biasanya paruhnya itu berwarna terang. Nama ilmiahnya “Buceros” merujuk pada bentuk paruh, dan memiliki arti “tanduk sapi” dalam Bahasa Yunani.

Di antara semua jenis burung enggang/burung rangkong, enggang gading (Buceros vigil) adalah yang terbesar ukurannya, kepalanya dan paruhnya besar, tebal dan kokoh dengan tanduk yg menutup bagian dahinya. Warna tanduk merah pada bagian yang dekat dengan kepala, kuning gading pada sisanya. Ciri ini yang memberikan namanya. Ekor sangat panjang sampai dua kali panjang tubuhnya seluruhnya dapat mencapai 1,5 m, terbangnya kuat dengan mengeluarkan bunyi hempasan sayap. Bertengger di pohon yang tinggi, burung ini sering menimbulkan suara yang ramai di tengah hutan. Makanannya buah-buahan terutama buah beringin dan palem, tapi tidak jarang juga makan serangga, tikus, kadal bahkan burung kecil.

Burung ini tersebar di Kalimantan dan Sumatera sampai ketinggian 1.500 m di atas permukaan taut. Burung ini membutuhkan habitat yang berupa hutan dengan pepohonan yang tinggi yaitu di hutan tropika yang tidak terganggu, yang masih utuh. Pelestarian Enggang Gading menunjukkan pelestarian hutan tropika. Di dalam hutan ia selalu bertengger pada pohon-pohon tertinggi, sambil kadang-kadang ia terbang ke pohon-pohon yang rendah untuk mendapatkan makanan.

Burung enggang bertelur sebanyak enam biji telur dan dierami di dalam sarang. Sarang burung enggang terbuat dari kotoran dan kulit buah. Hanya terdapat satu bukaan kecil yang cukup untuk burung jantan mengulurkan makanan kepada anak burung dan burung enggang betina. Jika telur telah menetas dan anak burung semakin dewasa, maka sarang tidak akan cukup untuk menampung anak dan burung enggang betina. Burung betina akan memecahkan sarang untuk keluar dan membangun lagi dinding tersebut dan kemudian membantu burung jantan untuk mencari makanan bagi anak-anak burung. 

Oleh karena itu hewan yang memiliki paruh yang cantik ini termasuk dalam satwa yang dilindungi di Indonesia. Burung Tingang ini memiliki ciri khas yang tersendiri antara lain; ukuran tubuh yang besar, kurang lebih dua kali ayam kampung dan memiliki paruh yang sangat besar menyerupai tanduk berwarna kuning gading, dari kepala sampai leher memiliki bulu yang seperti rambut manusia. Ekor memiliki warna yang memiliki makna tersendiri menurut orang dayak yaitu; putih,hitam dan putih. Dari kejauhan, burung ini dapat dikenali melalui suara yang parau lantang. Burung dengan ukuran tubuh yang sangat besar, dengan suara yang keras serta beberapa jenis memiliki warna tubuh yang mencolok, merupakan burung yang sangat jarang dijumpai.

Dalam kepercayaan umat hindu dayak kaharingan, burung tingang memiliki makna tersendiri. Berdasarkan mithologi agama hindu kaharingan, di lewu batu nindan tarung (alam atas), Tingang Rangga Bapantung Nyahu (burung tingang) adalah  salah satu penciptaan Ranying Hatala melalui perubahan wujud Luhing Pantung Tingang (destar) yang dipakai oleh Raja Bunu ketika ia menerima Danum nyalung Kaharingan belum (Air Suci Kehidupan). 

Seperti yang terdapat dalam ayat-ayat kitab suci panaturan Pasal 27 ayat 21
Hayak auh nyahu batengkung ngaruntung langit, homboh malentar kilat basiring hawun,Luhing pantung tingang basaluh manjadi Tingang Rangga Bapantung Nyahu”.

"Bersama bunyi Guntur menggemuruh memenuhi alam semesta, petir halilintar menggetarkan buana, Luhing pantung tingang kejadian menjadi Tingang Rangga Bapantung Nyahu (burung enggang)".

 Kemudian burung tingang tersebut tinggal dan menempati Lunuk Jayang Tingang Baringen Sempeng Tulang Tambarirang (Pohon Beringin), dimana pada saat Balian Balaku Untung wujud burung tingang itu memberkati kehidupan manusia melalui perjalanan Banama Tingang (perahu) untuk mendapatkan berkat dan karunia dari Ranying Hatala.

Oleh karena itu dalam setiap upacara basarah yang dilakukan oleh umat hindu kaharingan selalu terdapat dandang tingang (bulu ekor tingang) sebagai sarana pelengkap yang terdapat didalam sangku tambak raja mendapatkan bulau untung aseng panjang (berkat dan karunia-Nya) dari Ranying Hatala. Dilihat dari filsafat keagamaan hindu kaharingan sendiri dandang tingang memiliki makna simbolis didalam kehidupan umat manusia yaitu :
1. Warna putih dibagian atas, berarti alam kekuasaan Ranying Hatala beserta manisfestasi-manisfestasi-Nya.

2. Warna hitam di tengah, yaitu alam kehidupan manusia di pantai danum kalunen (dunia) yang penuh dengan rintangan dan cobaan.

3. Warna putih dibagian bawah, berarti alam kekuasaan Jatha Balawang Bulau.
Dari ketiga warna tersebutlah yang menjadi warna corak dalam kehidupan umat hindu kaharingan yang diaplikasikan dalam bhakti sebagai ucapan syukur kepada Ranying Hatala dan Jatha Balawang Bulau melalui berbagai upacara-upacara yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Umat hindu kaharingan meyakini bahwa dalam bulu ekor tingang tersebut terdapat suatu kekuatan gaib yang menjadi pedoman hidup yang berlandaskan dengan Lime Sarahan (Lima Pengakuan Iman) dalam meyakini segala kekuasaan Ranying Hatala dalam kehidupan di dunia ini.  


Sumber
http://sudarwana-sakri.blogspot.com/2011/06/buat-umat-hindu-kaharingan-di-kal-teng.html 
http://borneonews-borneoku.blogspot.co.id/2012/03/burung-khas-kaliantan.html

BUAH KARAMUTING SI KECIL TUMBUHAN LIAR YANG BERKHASIAT

Penulis teringat masa kecil dulu di Barito Kuala Kalimantan Selatan, bermain di pinggir sawah, di bawah pepohonan rindang yang dipenuhi dengan pohon buah karamunting. Rasa senang hati mencari buah-buah karamunting di sela-sela daun dari tumbuhan karamunting yang tumbuh seperti semak-semak. Menjelang matang, warna buah yang semula berwarna hijau menjadi merah kecokelatan sampai hitam dan bisa dimakan. Ada keasikan tersendiri mengumpulkan buah-buahan karamuting ini untuk dimakan beramai-ramai.

Ketika penulis nonton televisi Geografic chanel edisi food yang mengulas tentang Buah karamunting ini. Penulis jadi semakin paham bahwa buah karamunting sangat berkhasiat, karena ternyata di banyak negara, salah satunya Kanada ada tuh buahnya. Termasuk tumbuhan berry-berryan yang kaya gizi dan mengandung anti oksidan yang tinggi.

Di Indonesia, selain sebagai obat yang sangat berkhasiat, kandungan “tannin” di dalam akar Karamunting atau zat warna Karamunting digunakan sebagai pewarna hitam dan telah digunakan untuk menghitamkan gigi dan alis.

Menurut Asalnya, dipercaya Karamunting berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara dan akhirnya menyebar ke daerah tropis dan subtropis sampai ketinggian 2400 m.  Karamunting dapat tumbuh pada berbagai habitat dan jenis tanah. Di beberapa tempat tanaman ini digunakan sebagai tanaman hias mengingat warna bunganya sangat menarik. Tetapi di tempat lain, tanaman ini dianggap sebagai gulma (tanaman pengganggu) karena pertumbuhannya yang sangat cepat sehingga mengalahkan vegetasi aslinya.

Karamunting mempunyai pertumbuhan yang cepat dan dapat mencapai ketinggian 4-12 m. Letak daun berlawanan, daun berbentuk oval, bagian atas daun berwarna hijau mengkilap, bagian bawah daun berwarna abu-abu berbulu. Panjang daun 5-7 cm dan lebar 2-3,5 cm. Bunga tunggal atau berkelompok (klaster) 2-3 bunga, diameter 2,5-3 cm dengan  warna beragam dari merah muda (pink) sampai ungu dengan  benang sari banyak dan  tidak beraroma.

Buah karamunting berbentuk lonjong dengan ukuran panjang 1-1,5 cm. Menjelang matang, buah yang semula berwarna hijau berubah menjadi merah kecokelatan sampai hitam. Kulit buah seperti beludru. Buah yang matang berwarna ungu, lunak, dengan 40-45 biji didalamnya. Daging buah seperti anggur, hanya terasa lebih berserat, tak terlalu mengandung air, dan rasanya manis.  Perbanyakan tanaman secara alami terjadi melalui biji yang disebarkan oleh burung.

Secara farmakologi, Buah dan Tanaman Karamunting mempunyai 3 (tiga) manfaat sebagai berikut:
1. Hemostasia
Buah Karamunting menunjukkan efek hemostatik dalam saluran pencernaan bagian atas dan melawan Metrorrhagia penyebab pendarahan pada wanita. Akar Karamunting juga bisa meningkatkan jumlah trombosit, meningkatkan tingkat fibrinogen, dan otot kontrak pembuluh darah halus.

2. Efek adaptif
Buah Karamunting meningkatkan tingkat hemoglobin dan jumlah sel darah merah. Hal ini juga meningkatkan antianoxic, rasa dingin dan kemampuan melawan kelelahan organisme.

3. Anti-bakteri
Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa buah Karamunting dan ekstrak akar menghambat Staphylococcus aureus penyebab nanah. Karamunting juga menghambat E. coli dan Staphylococcus aureus.

Karamunting sendiri sudah diteliti secara luas, diantaranya oleh Universitas Pertanian China Selatan di RRC, Universitas Groningen di Belanda, Universitas Prince Songkla di Thailand, Institut Teknologi Bandung di Bandung dan Universitas Andalas di Padang -dua universitas terakhir berasal dari Indonesia. 

Sumber:  

http://www.palangkaraya.net/olahraga-kesehatan/2011/07/25/karamunting-si-liar-yang-bermanfaat

http://balitbu.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/component/content/article/16-penelitianpengkajian2/592-karamunting-si-kaya-manfaat

http://yulviniawaliyah2127.blogspot.co.id/2014/06/buah-karamunting.html.

Cari Artikel