Paribasa Banjar: “KAYA TUPAI MANGGUGUT NANGKA”

Urang Banjar sama haja kaya urang banua lain: katuju bagaya, ba’ajakan, balalucu, mahalabiu. “Kaya tupai manggugut nangka”, paribasa Banjar gasan pasangan laki-bini nang kada sapala: awak nang laki (tupainya) halus, nang bini (nangkanya) ganal. 

Takisah, Utuh Tipang wan bininya Aluh Kaciput. Bulan Syawal, di banua Banjar, Kalimantan Selatan, musim urang bakawinan, bapangantinan. Imbah saruan di hilir kampung, rahat handak bulik Aluh Kaciput wan Utuh Tipang disambang urang.

“Ai, Aluh Kaciput! Lawasnya kita kada badapat!” ujar binian nang manyambang, nang patuknya mahabang sinang; baju bagirap-girap; giwang, kangkalung wan galangnya ganal -- alahan pada rantai jukung. 

“Ayuha pian bulik badahulu,” ujar Aluh Kaciput lawan Utuh Tipang wan anaknya. “Bawa kakanakan. Ulun badudi. Suruh Nining Antin mamutiki tapasan. Hari muru!”

“Maaplah, ulun mainjam bini pian satumat, handak bakisahan!” ujar binian nang habang patuk tu lawan Utuh Tipang. “Matan kakanakan ulun rakat lawan bini pian, sarantang saruntung, samuak saliur, alahan pada dingsanak!”

Amun bibinian batamu kawannya, sama kaya badapat gampiran: paraya dihadangi. Utuh Tipang mandusur bulik ka rumah lawan anaknya, Aluh Kaciput dihirit kawannya nang habang patuk tu ka warung, di subarang rumah nang bakawinan.

“Pinda mambuang parangai ikam nih, Aluh Kidas ai!” ujar Aluh Kaciput garigitan. “Napa garang nang handak dipandirakan? Jaka ka rumah!”

“Kada! Satumat haja!” ujar Aluh Kidas. “Lakiku mahadangi di mutur! Kami handak langsung labuh ka Banjar! Aku handak batakun banar ai. Di mana kawan kita Aluh Gabau taulih laki, maka inya wan lakinya kaya tupai manggugut nangka?” (ysas) 


(“Pandiran Banua”, TVRI Kalimantan Selatan, Banjarmasin. Siaran Saptu, 23.07.2016, Pukul 17.00 WITA.) 

Oleh  : Y.S. Agus Suseno, Banjamasin

CARA PERAWATAN BATU AKIK RED BORNEO KALIMANTAN

Red Borneo
Indoborneonatural--Batu permata red borneo termasuk tipe batu akik dari jenis batu yang bisa berproses mengalami mutasi  seiring dengan berjalannya waktu. Batu red borneo asli berasal dari pulau kalimantan, karenanya diberi nama Red Borneo. Red karena batunya berwarna merah dan nama borneo adalah Kalimantan nama lain dari pulau tersebut. Selama ini selain batu red borneo, telah banyak dikenal batu indah lainnya yang ditemukan di pulau Kalimantan seperti batu akik, kecubung amethys, kecubung kopi, Kecubung ungu Pankalambun, zamrud, Intan (Martapura), berlian dan lain sebagainya.

Red borneo yang pamornya semakin populer ketika boming mata permata tahun 2015 ini, banyak menjadi incaran kolektor baik dalam dan luar negeri. Keindahan batu red borneo terletak dari warnanya yang merah, serta motiv serat batu yang artistik estetikanya penuh dengan nilai seni. Batu red borneo banyak dijual di toko-toko dan pengrajin batu di Kalimantan terutama di provinsi kalimantan selatan, diwilayah Banjarmasin dan kabupaten Banjar martapura. Harga batu tersebut bervariasi tergantung ukuran, serat dan kwalitas bahan batu. Umumnya dijual dikisaran harga IDR 100 ribu - 1juta rupiah untuk ukuran sedang. Sebagaimana kita ketahui bahwa batu permata, termasuk juga batu akik Red Borneo ini merupakan jenis batu yang tercipta secara alami dalam perut bumi, yang di dapatkan dengan penggalian dan penambangan dari dalam tanah dan pegunungan di Kalimatan. Dari asalnya Red Borneo terbentuk terdiri dari beberapa unsur kimiawi, sehingga menghasilkan batu permata bervariasi baik warna, corak termasuk kualitas. Ada batu Red Borneo yang bersifat rapuh dengan tingkat kekerasan rendah, ada juga Red Borneo yang sangat kuat dan keras.
Bongkahan Batu Red Borneo

Untuk anda penggemar batu red borneo dan ingin tahu cara perawatannya, tips mudah di bawah ini bisa menjadi rujukan.

  1. Jika batu sudah naik ring, sebaiknya dipakai setiap hari adalah yang terbaik.
  2. Olesi minyak zaitun secara teratur untuk merawat warna.
  3. Bila batu belum diikat cincin, rendam batu dengan cairan alami seperti air mineral, air ledeng.
  4. Jangan terlalu lama menjemur batu, karena bisa crack.

Cara Merawat Red Borneo dengan Air Jeruk Nipis

Secara kimia jeruk nipis dapat melakukan reduksi terhadap beberapa senyawa yang ada di dalam batu. Diantaranya adalah mampu untuk menghilangkan kandungan yang telah mengalami oksidasi. Seperti besi, megnesium, dan kalsium. Kandungan tersebut terkadang datang sebagai senyawa pengotor yang memperburuk penampilan dari red borneo.

Adapun cara menggunaka Jeruk Nipis dalam merawat batu red borneo adalah sebagai berikut :

- Sediakan sebuah air hujan secukupnya di dalam sebuah wadah
- Masukan potongan jeruk nipis kedalam air rendaman
- Aduk dan tekan-tekan jeruk hingga keluar aroma jeruk nipisnya
- Masukan batu red borneo, dan tutup rapat
- Lakukan penggantian air jeruk nipis ini dalam 2 hari sekali.
- Lakukan perendaman ini kurang lebih selama 4 hari.

Setelah direndam dalam larutan jeruk nipis maka dapat dimasukan ke dalam treatment warna menggunakan air kelapa muda. Dalam penggunaan air kelapa muda, disarankan untuk berhati-hati, dan perhatikan dengan seksama secara berkala perkembangan batu yang kita rendam. Bisa dalam sekala 3 jam sekali atau 4 jam sekali. Hal ini mengantisipasi jika kekerasan dan kepadatan dari batu red borneo milik kita berada dibawah 6 sekala Mohs.

Air kelapa muda cukup untuk membangkitkan dan memperkuat warna pada batu. Karena terdapat kandungan anti-oksidan, maka proses yang ada di dalam batu akan diperlambat. Saat proses oksidasi diperlambat, beberapa senyawa kotoran yang ada di dalam batu juga akan dikeluarkan oleh air kelapa. Hingga proses pembersihan dan keluarnya kapur dan kandungan besi bisa lebih cepat dan red borneo kita akan semakin merah dan berkilau.

Demikian semoga tentang cara perawatan batu red borneo Kalimaantan ini, semoga bermanfaat. terimakasih.

MENGENAL SUKU BANGSA DANI DENGAN UPACARA ADATNYA YANG UNIK

Suku_Primitif, Adat_suku_Dani_, Budaya_Dani
Indoborneonatural---Sebagian dari kita mungkin tidak mengenal suku bangsa Dani, karena memang suku bangsa Dani tidak sepopuler dan tidak kita dengar namanya sesering suku bangsa lain; seperti Suku bangsa Jawa, Batak, Ambon, Banjar ataupun Asmat yang dekat dengan mereka. Tetapi jika kita benar-benar perhatikan di media massa memang sering diulas tentang suku yang masih primitif ini.Secara singkat, suku bangsa Dani terdapat di daerah pegunungan Jayawijaya yang terbentang di suatu lembah besar, yaitu Lembah Baliem yang memanjang dari arah barat ke timur. Panjang lembah ini kurang lebih 45 km dan lebarnya 15 km, tempat yang dihuni manusia pada ketinggian 1600 - 3000 meter di atas permukaan laut, dengan suhu rata-rata 14,4 Derajat Celcius.

Sebenarnya sebutan orang Dani adalah sebutan untuk menyebut penduduk yang bermukim di Lembah Baliem yang sebenarnya bukan berasal dari lembah itu, tetapi merupakan sebutan Moni penduduk Dataran Tinggi Pinai untuk menyebut pendudul Lembah Baliem. Sebutan Dani artinya orang asing, yang mula-mula berbunyi Ndani istilah tersebut dipakai oleh suatu ekspedisi yang terdiri atas orang Amerika dan orang Belanda yang mengunjungi daerah tempat tinggal orang Moni dalam tahun 1926 (Heider : 1979). Setelah mengalamai proses perubahan dalam kurun waktu yang cukup panjang maka fonem "N" hilang, sebutan menjadi Dani dan termasuk kepustakaan etnografi.

Penduduk Lembah Baliem sendiri tidak mau menggunakan sebutan Dani tersebut, tetapi mereka menyebut dirinya dengan sebutan Nit (akuni) Palimeke yang artinya kami (orang) dari Baliem (J.A.E  Camps, 1972:82) Seluruh penduduk Lembah Baliem mengucapkan dengan satu bahasa, yaitu bahasa Dani.


Bahasa yang Digunakan Suku Dani

Penduduk Lembah Baliem mengucapkan dengan satu bahasa, yaitu bahasa Dani. Bahasa Dani terbagi menjadi tiga sub bahasa yaitu bahasa Wano, bahasa Pusat dan bahasa Nggalik Dugawa. Dan Pusat masih terbagi menjadi dua loga yaitu logat Dani Barat dan logat Lembah Besar Dani. Logat Dani Barat sering disebut bahasa Laony, dan diucapkan oleh penduduk di Baliem Utara, Lembah Swart, Yano, Nogolo, Ilagu, Beoga, Dudindagu, Kemandagu, Bokondini, Bangun atas ada lembah besar sekitar hulu sungai Hablifuri, sungai Kimbin dan Lembah Bele (Ibele), Lembah besar Dani mulai dari daerah pegunungan Piramida atas Lembah Besar Hunggu ke sungai Samenage di Daerh perbatasan barat laut dan agak ke bawah sedikit, sungai Wet di daerah batas Timur Laut. Bahasa Dani termasuk ke dalam ketegori Western Highland Phylum, yakni salah satu keluarga bahasa nonaustronesia di Irian Jaya dan Papua Nugini.

Seperti penduduk Papua lainnya, suku bangsa Dani juga termasuk ras Melenesia dengan bentuk tubuh yang lebih pendek dan tegap, seperti penduduk di pegunungan tengan papua pada umumnya.Tinggi rata-rata pria suku bangsa Dani adalah 157 cm dan wanitanya rata-rata 145 cm (O. Brein:1969).Orang Dani Perkirakan menempati Lembah Baliem sejak kurang lebih 24.000 tahun sebelum masehi, sedang K. Heider (1979:23) berpendapat bahwa suku bangsa Dani mulai mengenal pertanian dan peternakan kira-kira 7.000 tahun sebelum masehi. Cara hidup suku bangsa Dani sebelumnya diperkirakan sebagai peramu sagu di rawa-rawa di tepi pantai. Mereka kemudian pindah di tanah kering di pedalaman, tempat yang sekarang, dan mulai bercocok tanam pisang dan keladi.


Sistem Kekerabatan Suku Dani

Sebelum kita lanjutkan dengan sistem kekerabatannya. kebiasaan-kebiasaan yang dimiliki oleh orang Pariem menunjukan keadaan di satu pihak menuju ke arah unilateral-partilineal, di lain pihak unilateral-materilineal. Sebagai contoh adalah kehadiran seorang paman atau ami yang selalu adik dari ibu yang mendidik silimo. Seorang ayah pun bertanggung jawab mewakili kepentingan-kepentingan keluarga di luar silimo. Artinya, ia bertanggung jawab kepada keponakannya atau anak-anak saudara perempuannya. 

Dalam pembagian warisan berlaku sistem partilineal. Akan tetapi, seorang ibu Waya dapat mewariskan ke-Waya-annya kepada anak laki-laki melalui upacara inisiasi.

Perkawinan bersifat eksogami-klen atau sub-klen. Artinya, dari klen induk sudah terbentuk beberapa sub-klen yang baru. Antara sub-klen ini dapat saling mengawini. Misalnya klen A menurunkan sub-klen AA dan AB, pasangan dan sub-klen AA dan AB dapat menikah. 

Pawi adalah istilah untuk incest atau perkawinan yang dilarang, yang perkawinan antarkan yang sama, atau juga konsep incest yang berlaku secara universal. Perbuatan incest dipercayai akan mendatangkan berbagai bencana misalnya kalah perang, wadah penyakit, ketidaksuburan tanaman, ternak dan sebagainya.

Relasi kekerabatan sangat penting, sehingga antar anggota masyarakat terdapat sapaan-sapaan yang merupakan ucapan salam yang biasanya dijawab Misalnya seorang anak remaja menyapa Napose yang berarti berarti ayahku, akan dijawab oleh orang yang lebih tua dengan Nabut (naput) yang berarti puteraku Contoh lain perhatikan daftar berikut ini :

Naklogo - napose  = Puteri - anakku
Nagosa - neak       = Ibuku - anakku
Noe - nagot            = kakaku - adikku
Nayak - neroup      = temanku - saudara/i ku


Sistem kepercaan atau religi suku Dani

Ada suatu kepercayaan yaitu orang Baliem beranggapan bahwa pernah ada suatu kehidupan yang sempurna. Namun, suasana itu berubah. Semua makhluk kemudian menjadi saling berkelahi, saling membunuh dan kehidupan jadi tidak setabil seperti sekarang.

Menurut Myron Bromley, dalam bukunya Kebudayaan Jayawijaya (1993), kini orang Baliem hidup dalam dunia dalam dunia yang telah retak dan rusak, maka upaya mereka adalah bagaimana sisa-sisa suasana yang baik dan nilai hidup yang baik itu dapat dipertahankan dan zaman firdaus yang hilang itu dibangun kembali. Dampak itulah yang mereka usakan untuk dibangun kembali demi hubungan baik dengan pencipta walhowak yang meliputi suken, hareken kaneke dan para leluhur melalui tugi, langit ,bumi dan matahari sebagai unsur kosmos. Usaha menuju keserasian atau tosemese dan alam gaib atau okkulus, serta sesama manusia. Dengan demikian, unsur kebersamaan merupakan cita-cita dan tujuan perjuangan hidupnya.


Benda-benda Keramat yang di Percaya Suku Dani

Benda-benda keramat dimaksud sebagai benda-benda pusaka warisan leluhur yang pada dirinya mengandung kekuatan dan dengan kekuatan itu dapat mempertemukan manusia dengan obyek kepercayaan di luar dirinya dan atau masyarakat selingkungannya. Adapun benda-benda keramat itu adalah :

a. Tugi

Tugi adalah kayu pemukul, atau juga diartikan sebagai bulan atau proses penyesuaian utang piutan. Istilah tugi, khususnya yang dipakai di Baliem Selatan (Tangma) dan sekitarnya, adalah untuk memperingati dan mengadakan pembunuhan balas dendam terhadap klen atau pasangan suku musuh. Dalam kaitan fungsi ini tugi dilakukan demi kesuburan ekonomis (babi, tanah, tanaman), regenerasi (kalangan hidup), perkawinan (kesuburan reproduksi manusia) dan upacara adat atau inisiasi, Benda keramat tugi itu berbentuk batu Ye atau merupakan pahatan batu atau kapak batu yang tipis dan yang tersimpan dalam lemari keramat atau di honai

b. Su-kepu hareken/kaneke/tunggan

Istilah teknis Su-kepu terdiri dari du kata benda : Su yang berarti noken (sejenis tas rajutan) dan kepu yang berarti roh/orang abadi (pencipta yang buha roh halus). Menurut orang Baliem di Tangma dan sekitarnya, Su-kepu mempunyai maksud sakral sebagai simbol adanya hubungan manusia dengan penciptanya. Orang di lembah Baliem utara menyebutnya

dengan istilah Tungga. Su-kepu kareken/kaneke/tunggan disimpan dalam honai pria di beberapa lemari (kakok), mulai dari yang paling muda usianya sampai dengan yang paling tua usianya.



Upacara-upacara Penting

Bagaimana dengan upacara-upacara ritual yang lazim di lakukan? Ada beberapa upacara penting yang terjadi di suku Dani, yakni :

a. Nesok aji, bertujuan memperkuat akar pertumbuhan dan memperkokoh atau memperlancar hubungan antara manusia, alam dan leluhur.

b. Wako, menghalau penyakit dan membebaskan tanaman serta tumbuh -tumbuhan lainnya dari serangan hama.

c. Agat wesa, meneguhkan kesucian tanah dan pohon supaya menghasilkan panen yang melimpah

d. Musan awen, mohon agar lemak kesuburan dilipatgandakan.

e. Oka isago, tanda yang memperlihatkan hubungan antara tanah dengan manusia dalam batas wilayah tertentu.

f. Syilo, larangan bagi manusia :
- memiliki kekuatan tertentu
- menjaga kelahiran anak
- seorang gadis yang belum boleh didekati
Sedang larangan bagi tumbuhan :
- memberi kesempatan kepada hutan untuk tumbuh menjadi besar
- panen belum matang
Bentuk tanda ini sangat sederhana, yakni seikat rumput diletakan di tepi hutan.

g. Pawi, tindkan pelanggaran seks dengan sesama klen dari belahay ang sama atau menyimpang dari tata cara mengatur kaneke. Perbuatan mengacam kesuburan hidup manusia harus ditebus atau dibebaskan dengan upacara mawusan, yaitu membersihkan diri dari pencemaran pawi. Bila seseorang mengancam kehidupan bersama, maka pembersihan dilakukan secara bersama-sama.

h. He Yokal, dalam perkawinan orang Baliem, perhatian lebih dititikberatkan pada wanita. Wanita dihormati sebagai sumber kesuburah; ia menyimpan misteri yang tak dapat diselami oleh kaum pria. Seorang gadis melepaskan busana gadisnya dan diganti busana ibu yokal merupakan lambang pengakuan keibuan seorang perempuan sebagai sumber kesuburan keluarga dan masyarakat.

Demikianlah artikel dan ulasan tentang masyarakat suku primitif yang berada di lembah Baliem. Indonesia memang cukup kaya dan majemuk dengan suku bangsa, budaya dan bahasa yang diwarnai dengan rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

Sumber : 
Edi Siregar. dkk. 1993. Buku Pintar Budaya Bangsa. Jakarta : PT Aksan Media Agung
Koentjaraningrat 1994. Pengantar Antropologi. Jakarta : Aksara Banu
Maas, D.P. 1985. Buku Materi Pokok Antropolig Budaya (Modul) Depdikbud UT.
Endang Supardi. 2004. Antropologi. Bandung : CV. Lubuk Agung

BUAH KARAMUTING SI KECIL TUMBUHAN LIAR YANG BERKHASIAT

Penulis teringat masa kecil dulu di Barito Kuala Kalimantan Selatan, bermain di pinggir sawah, di bawah pepohonan rindang yang dipenuhi dengan pohon buah karamunting. Rasa senang hati mencari buah-buah karamunting di sela-sela daun dari tumbuhan karamunting yang tumbuh seperti semak-semak. Menjelang matang, warna buah yang semula berwarna hijau menjadi merah kecokelatan sampai hitam dan bisa dimakan. Ada keasikan tersendiri mengumpulkan buah-buahan karamuting ini untuk dimakan beramai-ramai.

Ketika penulis nonton televisi Geografic chanel edisi food yang mengulas tentang Buah karamunting ini. Penulis jadi semakin paham bahwa buah karamunting sangat berkhasiat, karena ternyata di banyak negara, salah satunya Kanada ada tuh buahnya. Termasuk tumbuhan berry-berryan yang kaya gizi dan mengandung anti oksidan yang tinggi.

Di Indonesia, selain sebagai obat yang sangat berkhasiat, kandungan “tannin” di dalam akar Karamunting atau zat warna Karamunting digunakan sebagai pewarna hitam dan telah digunakan untuk menghitamkan gigi dan alis.

Menurut Asalnya, dipercaya Karamunting berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara dan akhirnya menyebar ke daerah tropis dan subtropis sampai ketinggian 2400 m.  Karamunting dapat tumbuh pada berbagai habitat dan jenis tanah. Di beberapa tempat tanaman ini digunakan sebagai tanaman hias mengingat warna bunganya sangat menarik. Tetapi di tempat lain, tanaman ini dianggap sebagai gulma (tanaman pengganggu) karena pertumbuhannya yang sangat cepat sehingga mengalahkan vegetasi aslinya.

Karamunting mempunyai pertumbuhan yang cepat dan dapat mencapai ketinggian 4-12 m. Letak daun berlawanan, daun berbentuk oval, bagian atas daun berwarna hijau mengkilap, bagian bawah daun berwarna abu-abu berbulu. Panjang daun 5-7 cm dan lebar 2-3,5 cm. Bunga tunggal atau berkelompok (klaster) 2-3 bunga, diameter 2,5-3 cm dengan  warna beragam dari merah muda (pink) sampai ungu dengan  benang sari banyak dan  tidak beraroma.

Buah karamunting berbentuk lonjong dengan ukuran panjang 1-1,5 cm. Menjelang matang, buah yang semula berwarna hijau berubah menjadi merah kecokelatan sampai hitam. Kulit buah seperti beludru. Buah yang matang berwarna ungu, lunak, dengan 40-45 biji didalamnya. Daging buah seperti anggur, hanya terasa lebih berserat, tak terlalu mengandung air, dan rasanya manis.  Perbanyakan tanaman secara alami terjadi melalui biji yang disebarkan oleh burung.

Secara farmakologi, Buah dan Tanaman Karamunting mempunyai 3 (tiga) manfaat sebagai berikut:
1. Hemostasia
Buah Karamunting menunjukkan efek hemostatik dalam saluran pencernaan bagian atas dan melawan Metrorrhagia penyebab pendarahan pada wanita. Akar Karamunting juga bisa meningkatkan jumlah trombosit, meningkatkan tingkat fibrinogen, dan otot kontrak pembuluh darah halus.

2. Efek adaptif
Buah Karamunting meningkatkan tingkat hemoglobin dan jumlah sel darah merah. Hal ini juga meningkatkan antianoxic, rasa dingin dan kemampuan melawan kelelahan organisme.

3. Anti-bakteri
Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa buah Karamunting dan ekstrak akar menghambat Staphylococcus aureus penyebab nanah. Karamunting juga menghambat E. coli dan Staphylococcus aureus.

Karamunting sendiri sudah diteliti secara luas, diantaranya oleh Universitas Pertanian China Selatan di RRC, Universitas Groningen di Belanda, Universitas Prince Songkla di Thailand, Institut Teknologi Bandung di Bandung dan Universitas Andalas di Padang -dua universitas terakhir berasal dari Indonesia. 

Sumber:  

http://www.palangkaraya.net/olahraga-kesehatan/2011/07/25/karamunting-si-liar-yang-bermanfaat

http://balitbu.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/component/content/article/16-penelitianpengkajian2/592-karamunting-si-kaya-manfaat

http://yulviniawaliyah2127.blogspot.co.id/2014/06/buah-karamunting.html.

KEGIATAN USAHA MEMBUAT TAJAU DI KUIN ALALAK UTARA BANJARMASIN

Ditengah kemajuan jaman yang terus berkembang ini, ditengah hiruk pikuk mesin industri yang dengan mudah memproduksi berbagai jenis barang kebutuhan rumah tangga, dari yang terbuat dari baja hingga terbuat dari plastik tahan banting jar...he, kegiatan usaha pembuatan tajau di sekitar daerah kuin Utara Pangeran mencoba bertahan. Ada keringat dan perjuangan berat di sana, dalam meniti hari-hari dengan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Dengan teknik pembuatan tradisional walaupun bahan bakunya sedikit lebih modern, ada keterbatasan dari segi produksi dan kualitas yang dihasilkan.



FESTIVAL JUKUNG PERAHU HIAS HARI JADI KOTA BANJARMASIN BUNGAS 2015

Indoborneonatural, Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Banjarmasin yang ke 489 kembali digelar berbagai rangkaian kegiatan Festival Kemilau Banjarmasin Bungas Tahun 2015. Rangkaian kegiatan yang telah dimulai pada April 2015 dengan digelarnya Lomba Peragaan Busana Sasirangan dan ditutup dengan lomba-lomba olahraga tradisional (balogo), pawai karnaval, panggung hiburan rakyat dan  Festival Jukung Hias Tanglong.

Kegiatan bertajuk Festival Kemilau Banjarmasin Bungas 2015 ini menyedot banyak perhatian masyarakat, karena digelar besar-besaran di Sungai Martapura yang dapat disaksikan para wisatawan dan masyarakat dari siring dan menara pandang kota Banjarmasin. Siring Martapura tepatnya di Jalan Kapten Piere Tendean Banjarmasin.

Festival Jukung Hias akan digelar pada 19 September 2015. Panggung hiburan rakyat sekaligus pusat pelaksanaan jukung hias akan bertempat di panggung terbuka di depan kantor gubernuran Prop Kalimantan Selatan yang lama (Eks Pantai Jodoh..he).

Dalam kegiatan jukung hias, peserta jukung hias yang terdiri dari SKPD dan Dinas terkait, serta masyarakat undangan baik dari Banjarmasin khususnya maupun kalimantan pada umumnya (peserta diikuti undangan dari propinsi tetangga) menampilkan jukung dan tanglong hiasnya di sepanjang Sungai Martapura. Jukung-jukung ini bergerak hilir mudik sejak sore hingga malam hari dengan rute perjalanan mulai batas Jembatan Pasar Lama kemudian balik lagi ke Jembatan Merdeka. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya ada kemeriahan pesta kembang api mengiringi penampilan jukung-jukung kelotok dengan lampu-lampu hias yang warna warni indah pada malam harinya.

Berikut ini beberapa foto-foto kegiatan Festival Kemilau Karnaval Jukung Hias 2015 : 



Gambar dan Foto-foto pawai karnaval, panggung hiburan rakyat dan  Festival Jukung kelotok Hias Tanglong Pada peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin yang Bertajuk Festival Kemilau Banjarmasin Bungas 2015
Lihat Gambar dan Foto-foto Lainnya 

ALAT-ALAT PERTANIAN LAHAN RAWA KALIMANTAN SELATAN

Pada masyarakat tradisional Kalimantan Selatan, mereka memiliki sistem pertanian Rawa yang kegiatan bercocok tanamnya dilakukan secara tradisional dengan menggunakan alat-alat tradisional yang mendukung kegiatan bercocok tanam di lahan-lahan rawa tersebut, diantaranya Jukung Sundur dan pengayuhnya, Gumbaan, Kindai, Kajang, Kampil, Cupikan, Lanjung, Butah (Ungking), Bakul, Nyiru, Tanggui, Topi Purun, Lasung, Putaran,  Ranggaman, Gantangan, Parapatan, Parang, Tajak, dan Tatujah.

BUAH ASAM KURANJI DARI HUTAN KALIMANTAN

Buah asam kuranji, Buah keranji ini di Kalimantan disebut “lahal, langir, menyerin, nyalin paya, sianglam, atau tampasak”. Di Kalimantan banyak tumbuh liar di hutan, pohonnya yang besar menghasilkan jenis kayu yang bagus. di Bangka Belitung dan di Malaysia buah ini disebut juga keranji. Buah yang satu ini rada nyentrik, warna kulitnya hitam legam sebesar ujung jari. Kulit buah ini rapuh dan muda pecah.

KEBUDAYAAN INDONESIA MENURUT UNDANG-UNDANG DASAR 1945

Kebudayaan berkaitan erat dengan dasar dan tata hukum suatu negara, manakala negara itu meletakan dasarnya negaranya sebagai sebuah lambang yang diambil dari nilai-nilai luhur dan logis suatu bangsa, secara bertanggung jawab menurut tata aturan dan perundang-undangan yang di patuhi seluruh masyarakat negara tersebut. Di Indonesia sangat jelas kaitannya antara kebudayaan dengan dasar negara dan Undang-undang Dasar 1945.

PERAN KEBUDAYAAN DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN SESEORANG

Kebudayaan merupakan keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial, baik berupa gagasan, aktivitas, dan hasil dari aktivitas manusia digunakan untuk memahami lingkungan dan pengalamanya, serta dijadikan pedoman hidup anggota masyarakat. Unsur-unsur yang terkandung dalam kebudayaan adalah kepercayaan, mata pencaharian, kesenian, adat istiadat. Misalnya, budaya bahari adalah keseluruhan gagasan, aktivitas, dan hasil aktivitas dari masyarakat yang hidupnya tergantung dari sumber daya kelautan. Demikian juga budaya pertanian.


Kebudayaan mempunyai peran dalam membentuk kepribadian seseorang dan masyarakat. kebudayaan menyediakan seperangkat pengaruh umum yang berbeda antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnya. Contoh, upacara Abdau di masyarakat Negeri Tulehu, Maluku Tengah, Upacara tradisi Abdau, yaitu berebut bendera yang menjadi lambang pengabdian generasi muda kepada Tuhan untuk siap melaksanakan perintah-Nya. Untuk memperebutkan bendera itu, para pemuda beradu sekut tenaga meskipun mereka sampai jatuh, terluka dan sampai berdarah-darah. Tradisi tersebut diharapkan mampu membawa perdamaian di Maluku yang selama ini sering mengalami pertikaian bersaudara.

Sumber Gambar : Google

PENGERTIAN DAN KERANGKA ETNOGRAFI

Etnografi berasal dari dua kata, yaitu ethnos artinya bangsa, dan graphy atau grafien artinya gambaran atau uraian. Jadi etnografi adalah uraian atau gambaran tentang bangsa-bangsa di suatu tempat dan di suatu waktu. Etnografi berawal ketika bangsa Eropa Barat melakukan penjelajahan ke berbagai benua (Afrika, Asia, dan Amerika) sejak akhir abad ke-15 dan permulaan abad ke-16. Di sana mereka menemui berbagai suku bangsa. Sejak saat itu mereka mulai membuat catatan yang berisi keterangan tentang suku-suku bangsa tersebut. Mulailah terkumpul catatan kisah-kisah perjalanan, laporan dan semacamnya yang merupakan tulisan para musafir, pelaut, pendeta, penerjemah kitab injil dan pegawai pemerintah jajahan. Dalam himpunan tersebut termuat bahan pengetahuan berupa deskripsi adat istiadat, susunan bahasa, dan ciri-ciri fisik beraneka ragam suku bangsa di Afrika, Asia, Oseania (kepulauan di laut teduh), dan suku-suku bangsa di Indian, penduduk pribumi Amerika.

PENDIDIKAN SENI BUDAYA DAERAH INDONESIA NUSANTARA DAN DUNIA BUDAYA

Alat musik tari, alat tradisional, alat musik menari
Key Word kebudayaan,= Kata KUNCI Kebudayaan, budaya, seni budaya, kesenian dan kebudayaan Indonesia, seni budaya Indonesia, Pelajaran Kesenian, Antropologi budaya, kebudayaan nusantara, Budaya = budi dan Dayah = bahasa Sansekerta, Pengertian Kebudayaan, pengertian budaya. budaya Indonesia, perkembangan budaya Indonesia, remaja cinta budaya Indonesia. Kesenian dan Kebudayaan. Kuliner, Alat Musik tradisional sebagai hasil kebudayaan, budaya alat musik tradisional, Kebudayaan Daerah, kebudayaan Rakyat, seni pertunjukan Rakyat, kesenian tradisional, Pertunjukan tradisional, kesenian daerah Kalimantan, kesenian daerah nusantara, seni budaya daerah, dinas kebudayaan dan pariwisata, Pengembangan Kebudayaan daerah, kebudayaan Banjar, daerah banjar, daerah di Indonesia. Wujud kebudayaan, Macam-macam kebudayaan. Jenis-jenis kebudayaan, kebudayaan yang berkembang. Mencintai kebudayaan Bangsa Sendiri, Budaya bangsa Indonesia yang mendunia. Budaya Malu, budaya, sosbud = sosial budaya, kehidupan sosial budaya suku dayak, suku-suku di Indonesia. Budaya dipedesaan, budaya kota, budaya sungai.

KEKAYAAN PENGOBATAN TRADISIONAL INDONESIA

Indonesia di yakini memiliki keragaman hayati terbesar kedua di dunia setelah Brazil. Penelitian menyebutkan, dari 30.000 spesies tumbuhan di Indonesia. Sebanyak 6.000 jenis berkhasiat obat. Data lain dari hasil penelitian FKUI menyebutkan, tumbuhan di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 7.000 jenis, sekitar 1.000 jenis digunakan untuk mencegah penyakit dan mengobati penyakit.

OUR FORESTS

Indonesia has some of the richest in the world. The total area of forested land is approximately 120 million hectares. These forests have exited for millions of years and they have much to offer us. They are important for their products, such as timber, rattan, resin, etc: They are also important for keeping the soil fertile. The leaves of the forest trees fall to the ground and become humus. The humus is fertilizer for the soil. The forest are also important for preventing soil erosion and floods. The roos of the trees prevent the soil from being washed away by the rain.

PENGERTIAN ETNOGRAFI

Kata etnografi berasal dari bahasa Latin "Etnos" artinya suku bangsa dan "grafien" artinya lukisan atau gambaran. Jadi secara etimologis etnografi adalah gambaran suatu suku bangsa yang berkaitan erat dengan kebudayaannya. Dalam kajian antropologi suku bangsa lebih sering disebut "tribe" dari pada "ethnic". Karena kata ethnic memberi pemahaman adanya perbedaan kelompok dalam suatu masyarakat berdasarkan adat-istiadat, bahasa, sejarah dan kebudyaannya. Namun dapat diartikan pula sebagai kelompok sosial dalam sistem sosial budaya yang memiliki arti serta kedudukan tertentu.

PENGERTIAN SENI SASTRA PUISI

Sastra adalah suatu karya seni yang menggunakan bahasa sebagai medianya. Ia diciptakan pengarang menjadi semacam kegiatan estetis yang dipersembahkan kepada masyarakat untuk dinikmati atau sekedar diamati. Karena pada dasarnya sastra mengungkapkan tentang kehidupan yang menyeluruh secara lahir batin.

Pengertian dari puisi adalah suatu karya sastra yang tersusun secara rapi dengan penggunaan kata sehemat mungkin Penggunaan diksi yang dilakukan penyair merupakan suatu proses pematangan bahasa dengan pengendapan yang mendalam dan seksama. Puisi itu merupakan karangan kesusastraan yang berbentuk sajak (Syair, pantun dsb.). Menurut H. B. Jassin dalam pandangannya mengungkapkan dengan singkat bahwa puisi adalah pengucapan dengan perasaan.

Pengertian Antropologi Budaya

Antropologi merupakan salah satu disiplin ilmu yang berdasarkan rasa ingin tahu yang tiada terbatas tentang manusia. Antropologi berasal dari bahasa Yunani, anthropos berarti manusia, dan logos berarti kajian. Jadi makna harfiahnya adalah kajian tentang manusia.

Hal yang unik dari antropologi adalah pendekatannya yang besifat holistik dalam mengkaji makhluk manusia. Ahli-ahli antropologi tidak hanya mengkaji seluruh kondisi manusia tetapi juga mengkaji banyak aspek pengalaman manusia. Misalnya, apabila mendeskripsikan sekelompok orang yang telah ia kaji, seorang ahli antropologi menggambarkan suatu bagian sejarah tempat yang ia kaji, lingkungan hidup, cara kehidupan keluarga, pola perkampungan, sistem politik, ekonomi, agama, seni, pakaian dan bahasa.

Kebudayaan dan Kepribadian Masyarakat Indonesia

Adat dan tradisi berbeda-beda dari masyarakat di seluruh nusantara. Orang Banja di daerah Kalimantan Selatan, misalnya menidurkan anak kecil umur enam bulan dengan cara mendudukannya dan mengikatnya dalam ayunan yang disebut dipukung. Tujuannya supaya anak kecil itu dapat tidur nyenyak. Orang Sunda di Desa Banjarsari, menidurkan anak kecil juga dalam ayunan denga cara membaringkannya dengan tujuan yang sama. 

Beberapa masyarakat kota di Banjarmasin menggunakan uang sebagai alat tukar dimana barang dan jasa dibeli dan dijual. Pada masyarakat lain, seperti di pedalaman Irian Jaya, barang dan jasa didistribusikan hanya dengan memberi dan menerima secara timbal balik. Perbedaan seperti itu mengacu pada kebudayaan. Sekarang kita beberurusan dengan aspek lain dari variasi kebudayaan, perbeaan antar masyarakat mengenai karakteristik kepribadian umum.

Tradisi Mudik Hari Raya Lebaran IDUL FITRI

Menyambut lebaran atau hari raya Idul Fitri, beragam aktivitas dan tradisi dilakukan. Mulai dari makanan enak yang beraneka ragam, kegiatan keagamaan, kegiatan sosial termasuk kegiatan mudik pulang kampung yang sudah menjadi tradisi tahunan sebagian besar masyarakat Indonesia. 

Untuk menutup Ramadhan kali ini penulis tidak bisa banyak berkata-kata, karena bingung mau menulis apa? karenanya penulis langsung berangkat mudik juga. Ada yang terasa berbeda dengan mudik kali ini, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pengalaman penulis pernah mudik dengan kapal laut, mobil dan sepeda motor, tahun ini terasa lebih mudah karena sudah ada pesawat antar pulau yang bisa menjangkau kampung dimana penulis berada. Jadi mudik lebih cepat dan mudah dan tidak terlalu meletihkan lagi.

The Snapshot Of Kepulauan Riau Province

Riau Islands Province (acronym as Kepri) is a Province of Indonesia. It comprises the principal group of the Riau Archipelago, together with other island groups to the south, eash and northeast. In Indonesian, Riau Islands and Riau Archipelago are synonymous and are distingushed by the word for province, "Provinsi". Originally part of the Riau Province, the Riau Island were split off as a separate province in July 2004. The Kepri Province has becoming the provincial according to regulations number 25 year of 2002 and it becomes the 32-province in Indonesia located of  Tanjungpinang city, Batam city, Bintan Regency, Karimun Regency, Natuna Regency, and Lingga Regency.

Cari Artikel