PASAR WADAI RAMADHAN BANJARMASIN Kalimantan Selatan

 Indoborneonatural-blog---Salah satu event wisata tahunan yang selalu  dilaksanak pemerintah kota Banjarmasin ketika memasuki bulan suci Ramadhan adalah Pasar Wadai Ramadhan. digelar Kawasan 0 Kilometer Banjarmasin selalu ramai dikunjungi terutama saat bulan Ramadan. Hal itu karena di kawasan tersebut terdapat pusat kuliner yang dikenal dengan nama Pasar Wadai Banjarmasin.





TRADISI UNIK SUGUHAN KUE WADAI 41 MACAM JENIS WADAI BANJAR KALSEL

 Indoborneonatural-blog---Propinsi kalimantan Selatan yang terkenal dengan budaya dan tradisi masyarakat Banjar memiliki beragam tradisi dan keunikan budaya lokal dari segi makanan dan kuliner khas daerah banjar. Salah satunya adalah tradisi suguhan  menyajikan kue atau wadai sebanyak 41 macam dan jenis wadai.


Menyajikan wadai 41 macam adalah salah satu tradisinya Urang Banjar, sudah ada sejak lama, berdasarkan cerita sejarahnya diturunkan sejak zaman kesultanan Banjar pada abad ke-enam belas 16.


WADAI 41 MACAM JENIS WADAI BANJAR KALSEL


Istilah untuk wadai 41 ini merupakan sebutan untuk 41 macam macam kue basah khas daerah Kalimantan Selatan yang terkenal dengan banua limanya. Kue atau wadai khas banjar ini disajikan sekaligus dalam satu waktu tertentu dengan jumlah kue wadai 41 atau lebih. Wadai 41 macam ini biasanya disajikan saat moment-moment khusus. Kue wadai banjar ini bukan hanya untuk dimakan atau mengisi perut dalam acara khusus, tetapi disajikan juga dengan maksud dan makna khusus ritual kepercayaan masyarakat banjar.


Salah satu tujuan dan makna penting disajikannya wadai 41 macam ini adalah sebagai wujud syukur dalam merayakan momen tertentu, juga sebagai pelengkap ritual budaya. Seperti upacara adat,


Sebagai wujud syukur dalam merayakan momen tertentu, juga sebagai pelengkap ritual budaya. Seperti upacara adat, pernikahan, tujuh bulanan dan mandi-mandi. Angka 41 dalam penamaan tradisi ini sendiri memiliki beragam versi penjelasan. Dalam keseharian orang Banjar, 41 merupakan angka yang sakral, sama halnya seperti hari ke-41.


Selain itu, ada pula yang menafsirkan bahwa jumlah wadai yang lazim disajikan dalam perayaan orang Banjar memang berjumlah 41 jenis. "Dan tradisi itu yang turun-temurun dilakukan hingga sekarang," tambah Masni.

Jenis 41 macam wadai tersebut meliputi bingka, bingka berandam, kararaban, kikicak, bulungan hayam, kelalapon, cingkarok batu, wajik, apam, undi undi, untuk untuk, sarimuka, wadai balapis, cincin, cucur, lamang, gagatas, gaguduh, dan ronde.


Lalu ilat sapi, garigit, sasagun, lupis, pais pisang, hintalu karuang, wadai satu, gincil, katupat balamak, bubur sagu, serabi, putri selat, patah, pais sagu, pais waluh, dadar gulung, agar agar habang, wadai gayam, amparan tatak, pundut dan ipau.

WADAI 41 MACAM JENIS WADAI BANJAR KALSEL


Banyak di antara jenis kue basah tersebut masih bisa dijumpai di pasar-pasar tradisional. Namun, sekali lagi penyajian komplet untuk 41 jenis kue ini hanya ada pada momen tertentu saja.

Keanekaragaraman jenis wadai ini juga menggambarkan kekayaan tradisi kuliner masyarakat Banjar. Adapun bahan dan pengolahan kue tersebut tidak sekadarnya.


"Selain mengenalkan ragam kuliner Banjar, 41 macam wadai ini juga tidak diolah sembarangan, biasanya ada aturan khusus atau pantangannya," ujar Masni.


Salah satu yang paling melekat yakni pantangan mengolah kue jika sedang masa haid. Karena pembuatan wadai 41 adalah momen yang sakral dan harus dibuat dalam keadaan yang prima.


"Jadi yang sedang datang bulan atau berpuasa tidak boleh ikut memegang atau mengolah," tambahnya.

Selain itu, wadai 41 macam juga terdiri dari berbagai varian warna. Masing-masing disebut mengandung makna filosofis yang erat dengan nilai-nilai dan tatanan budaya kehidupan orang Banjar kalimantan Selatan.


Wadai berwarna putih seperti getas dan kentan menggambarkan kebaikan, sementara merah menggambarkan keberanian. Kemudian hijau melambangkan kemakmuran dan kuning merupakan lambang kejayaan atau kemuliaan. 


Demikian Artikel singkat Indoborneonatural-blog tentang teradisi Banjar, wadai 41 macam dari Kalimantan selatan. Semoga bermanfaat.

SASTRA MANTRA MEMANGGIL NAGA Banjar

 Indoborneonatural-blog--Naga adalah binatang mitos legenda, dalam masyarakat Banjar Kalimantan Selatan pun ada Makhluk yang disebut dengan Naga sebagai bagian dari legenda dan mitos metafisika alam gaib yang dipercaya keberadaannya.

Pada masyarakat suku Banjar Kalimantan selatan Selain ada tradisi Manyapir Buhaya atau memberi makan buaya siluman buaya, juga ada kepercayaan tentang Memberi sesajen pada Naga.



Banyak Kisah dan cerita tentang Naga ini, yang melibatkan hal-hal ghaib dan kepercayaan terhadap tuah kekuatan metafisika Alam ghaib Naga Banjar.


Mantra Pemanggil Naga






SENI TRADISI WAYANG GUNG KALIMANTAN SELATAN

Indoborneonatural----Wayang Gung adalah kesenian wayang orang pada suku Banjar di Kalimantan Selatan. Pertunjukan ini mementaskan cerita Ramayana versi Banjar dengan menampilkan pengolahan vokal pemain dan gerakan tari dalam iringan musik gamelan dan ketopong

Wayang Gung merupakan seni pertunjukan sejenis wayang orang. Pertunjukan ini mengangkat cerita dari pakem Ramayana versi Banjar. Wayang ini dimainkan dengan pengolahan vokal pemain dan ditambah gerak tari. Kesenian Wayang Gung dalam pementasannya diiringi oleh musik gamelan yang ditambah bunyi ketopong. Dahulu Wayang Gung dimainkan secara adat dan seni pertunjukan sosial kemasyarakatan seperti Maulid Nabi SAW, saprah amal, hajatan hingga nazar pasca panen padi. 

Kesenian Tradisi Wayang Gung Kalsel


Permainan Wayang Gung biasanya dimainkan semalam suntuk. Pada saat memulai pertunjukan, terlebih dahulu dilakukan mucikani, yakni tiga dalang membuka pagelaran untuk menyampaikan cerita apa yang akan dimainkan, memperkenalkan pemain, dan peran yang dimainkan kepada penonton. Secara sekilas kesenian Wayang Gung sangat mirip dengan Wayang Orang dari Jawa, sebab lahirnya kesenian Wayang Gung ini tidak lepas dari kesenian Wayang Orang yang mendapatkan adaptasi dari masyarakat Banjar. Ada perbedaan yang khas yang dapat dilihat, diantaranya adalah, Gamelan dan tetabuhan, pakaian dan perlengkapan yang digunakan, gerak tari, bahasa pengantar, dan struktur pagelaran. Fungsi dari kesenian Wayang Gung bagi masyarakat Banjar berfungsi sebagai hiburan, pendidikan, dan yang berhubungan dengan ritual.


Referensi :

https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/?newdetail&detailTetap=545

https://id.wikipedia.org/wiki/Wayang_gung


Gambar : Foto-foto koleksi pribadi

Manyampir Buhaya, Tradisi Memberi Makan Siluman Buaya

Indoborneonatural-Blog---Manyampir Buhaya, Tradisi Memberi Makan Siluman Buaya Pada Masyakarat Banjar Kalimantan Selatan.


Bagi sebagian masyarakat Suku Banjar yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan, mitos tentang buaya siluman (buaya gaib) masih cukup kental dan berkembang secara turun temurun. Bahkan tradisi Manyampir Buhaya atau memberi makan buaya siluman yang berasal dari Kabupaten Tabalong ini kini tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) asal Kalsel di Kemendikbudristek pada 2021.


Salah satu mitos yang ada di tengah masyarakat banjar, khususnya di Kabupaten Tabalong adalah manyampir buhaya," ungkap Kasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tabalong Sulaiman Fauzi.

Manyampir buhaya adalah ritual memberi makan buaya siluman (gaib). Ritual ini secara rutin dan wajib dilaksanakan tiap tahun. Bahkan jika ada hajat tertentu bisa dilaksanakan lebih dari satu kali.


Tradisi manyampir buhaya berhubungan dengan ilmu kesaktian para leluhur. Sedangkan yang memberi makan buaya gaib ini adalah para pewaris atau keturunan, Datu Buaya semacam perjanjian dimana buaya-buaya tersebut harus diberi makanan tertentu dan biasanya pada bulan Muharam dan Dzulhijjah (Safar) atau di waktu-waktu tertentu seperti perkawinan sehabis panen, habis melahirkan, atau hajat penting lainnya.


Manyampir Buhaya, Tradisi Memberi Makan Siluman Buaya Pada Masyakarat Banjar Kalimantan Selatan



"Minimal setahun sekali. Jika tidak, maka buaya-buaya itu bisa meminta korban, atau membuat salah satu ahli waris buaya tersebut kesurupan (kerasukan makhluk gaib), atau mengalami hal-hal yang bersifat metafisik, seperti sakit yang tidak jelas penyebabnya,".


Orang yang bersahabat dengan makhluk gaib ini, maka anak cucunya harus memelihara buaya yang menjadi sahabat orangtuanya dulu secara turun temurun. Kepercayaan masyarakat ini sudah ada sejak berdirinya kerajaan Banjar abad 16 dan masih ada hingga sekarang. Masyarakat yang memiliki hubungan kekerabatan dengan buaya tersebut biasanya manyampir (memberi sesajen) yang dilarung ke sungai.


Kasi Kesenian Bidang Kebudayaan Disdikbud Provinsi Kalimantan Selatan Sunjaya mengatakan asal-usul buaya gaib dalam mitologi masyarakat Banjar itu, ada tiga versi yaitu: sebagai wujud Putri Junjung Buih. Dari asal-usul penemuan Putri Junjung Buih yang aneh mengapung di atas buih, maka dianggap bahwa sang putri adalah titisan buaya gaib.Kemudian mitos tentang Bayi yang menghilang setelah dilahirkan. Zaman dulu ada


Kemudian mitos tentang Bayi yang menghilang setelah dilahirkan. Zaman dulu ada seorang ibu yang hamil dan melahirkan bayi kembar dua. Namun sesaat kemudian, salah satu dari bayi itu menghilang secara misterius. Bayi yang menghilang itu dalam bahasa banjar disebut 'Gampiran' yakni saudara kembar yang gaib.


Bayi kembar gaib ini dipercaya akibat sang ayah melakukan suatu ritual, yang umumnya untuk kekebalan atau kesaktian. Jika suatu waktu si ayah atau keturunannya mengalami suatu bahaya, maka dengan memanggil si anak yang gaib itu, ia akan datang untuk menolongnya.Mitos lainnya adalah Sahabat Gaib Hasil Bertapa. Buaya siluman itu ada pula yang menganggapnya sebagai sahabat gaib hasil bertapa. Sahabat gaib itu bisa datang secara langsung, atau melalui anak kembar yang lahir menghilang secara misterius. Namun sahabat gaib yang datang secara langsung ini bisa melalui 'menelan sesuatu' seperti minyak gaib atau memberikan sesajen kepada siluman yang menemuinya saat bertapa.

NAMA BUAH-BUAHAN KHAS KALIMANTAN SELATAN YANG UNIK DAN LANGKA

Indoborneonatural----Di pulau kalimantan yang terkenal dengan kekayaan alam dan hutan tropisnya, banyak ditemukan beragam jenis buah-buahan unik dan langka, sebagian hanya tumbuh didaerah ini saja, salah satunya adalah dihutan Provinsi Kalimantan Selatan yang juga kaya akan sumber daya yang melimpah, termasuk buah-buahan yang beragam jenis dan nikmat. Sebagian besar buah-buhan ini mungkin sudah familiar bagi penduduk Kalimantan, tetapi mungkin bagi kamu yang dari luar daerah Kalimantan banyak yang belum tahu. Nah Kalau kamu berkunjung ke provinsi ini, kamu akan menemukan buah-buahan yang unik dan mungkin belum pernah kamu coba rasanya, silakan dapat singgah dan menikmati beragam buah tersebut.

Berikut beberapa nama buah-buahan khas Kalimantan Selatan yang unik dan langka yang dapat kalian nikmati di daerah ini :


1. Buah keledang (Artocarpus Lanceifolius roxb)

NAMA BUAH-BUAHAN KHAS KALIMANTAN SELATAN YANG UNIK DAN LANGKA

Buah keledang mengingatkan pada buah nangka dan cempedak. Rasanya manis. Sensasi rasanya merupakan campuran antara nangka dan manggis. Daging buahnya terpisah dari bijinya, seperti nangka. Warna kulit buahnya jingga kemerahan dan bentuk buahnya seperti cempedak. Buah keledang termasuk salah satu buah-buahan eksotis hutan-hutan Kalimantan.

Keledang, daging buahnya tidak memiliki aroma apapun. Cocok untukmu yang tak suka aroma buah nangka atau cempedak. Buah bernama latin Artocarpus Lanceifolius roxb ini sudah semakin langka di Kalimantan Selatan.


2. Buah lahung-Lahong (Durio dulcis)


Durian Lahung atau yang dikenal juga sebagai durian marangang, durian merah, tongtong atau lahong masyarakat menyebutnya adalah spesies buah durian yang memiliki pohon yang cukup besar dalan genus Durio, tingginya bisa mencapai 40 Meter. Buah Lahung mirip dengan buah durian, perbedaannya kulit buah berwarna merah sedangkan durian berwarna hijau atau kuning. 

Jika dibelah daging berwarna merah sedangkan durian berwarna kuning. Kulit buahnya memang berwarna merah tua sampai coklat-merah, dan ditutupi dengan duri ranping 15-20 mm. Soal rasa buah lahung tak berbeda dengan durian. Buah lahung yang dikenal dengan nama latin Durio dulcis ini merupakan tumbuhan endemik Kalimantan. Daging buahnya berwarna kuning gelap, tipis, dan beraroma karamel dalam, dengan aroma terpentin. buah dan spesies ini dianggap oleh banyak orang sebagai yang paling manis dan semua buah durian.


3. Buah Traku 

Buah Traku Kalimantan Selatan buah unik dan langka

Ada juga yang sangat khas buah langka dari Kalimantan Selatan yaitu Buah Traku yang berasal dari Balangan, buah ini mirip dengan durian tapi sangat kecil seperti manggis. Penampilanya sich mirip-mirip dengan Durian Lahung yang duri kulitnya lebih panjang dari durian biasa, tetapi itu tadi ukurannya yang kecil sehingga tidak disebut durian tapi lebih mirip dengan rambutan, dengan warna kulit kuning dan buahnya berwarna merah dan tentu manis rasanya.


4. Buah rambai Padi (Baccaurea motleyana)

NAMA BUAH-BUAHAN KHAS KALIMANTAN SELATAN YANG UNIK DAN LANGKA

Buah rambai sebentuk dengan buah duku atau langsat. Memiliki rasa manis keasaman daripada langsat, buah ini sudah tumbuh dan menyebar di negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Indonesia dan Thailand. Kemunculan buah rambai menandakan akan berakhir musim buah. Buah rambai ini bernama latin Baccaurea motleyana.

Buah yang rasanya masam manis ini, sering ditemukan di pinggiran hutan kalimantan, dengan buah yang biasanya bergerombol dalam satu batang tangkai besar terlihat seperti padi.


5. Buah Pidada - Rambai Sungai

Buah Pidada - Rambai Sungai-Buah-khas-Kalsel

buah ini merupakan keluarga mangrove. Mangrove adalah salah satu tumbuhan dikotil yang hidup dan berkembang di air payau biasanya pohonnya tumbuh disekitar pinggiran sungai. Buah rambai Pidada ini biasanya terdapat di daerah pinggiran sungai di hutan-hutan Kalimantan. Masyarakat setempat menyebutnya buah pidada, rambai sambal atau rambai bintang karena pangkal tangkainya yang menutupi buah berbentuk bintang. Rasanya yang asam biasanya dibuat untuk sambal teman makan nasi dan lauk yang sangat enak.


6. Buah Kapul (Baccaurea macrocarpa)

Buah Kapul (Baccaurea macrocarpa) buah langka khas kalsel

Buah kapul juga kini semakin langka di Kalimantan. Mirip dengan buah mangis. Namun ada beberapa perbedaan yang dapat dilihat langsung, yaitu warna kulit buah kapul berwarna seperti kayu. Daging buah kapul berwarna putih dan kekuningan, sedangkan manggis berwarna putih. Tapi soal rasa, keduannya memiliki rasa manis dan sedikit rasa asam. Menikmati buah ini ada yang sedikit mengganggu, daging buahnya tipis dan sering lebih banyak bijinya.


7. Buah mangga kasturi (Mangifera casturi)


Buah 
(Mangifera casturi) Kasturi ada awalnya bersifat enemik (hanya ada) di hutan sekitar Banjarmasin di Kalimantan. Namun karena banyaknya kasus penebangan hutan, tanaman ini mulai sulit untuk dijumpai di hutan Kalimantan. Buah mangga kasturi  mirip dengan mangga pada umumnya, namun berukuran agak kecil seperti sawo, memang memiiki ukuran yang kecil dan beratnya hanya sekitar 50-84 gram. Aromanya pun seperti buah mangga tapi lebih harum menyengat. Kulit buah berwarna hijau tua agak kehitaman, daging buahnya kuning hingga jingga dan rasanya manis segar. Buah ini spesifik tumbuh di Kalimantan Selatan.


8. Buah Ihau


Buah ihau disebut juga mata kucing bagi sebagian orang dan setelah melihat isi buahnya banyak pula yang menyebut ihau sebagai kelengkeng asli Kalimantan. Rasa buah ihau manis seperti bauh kelengkeng, hanya berbeda di bagian kulitnya karena ihau memiliki tektur kulit yang berbintik menonjol keluar.


9. Buah ramania

Buah Ramania khas Kalimantan Selatan

Buah Ramania mungkin masih bisa kita jumpai saat musim buah di akhir tahun, walaupun tak terlalu banyak. Buah bulat berwarna hijau hingga kuning, bergerombol di satu ranting. Buah Ramania yang sudah matang dan bisa dikonsumsi adalah yang berwarna kekuningan. Dagingnya berwarna kekuningan dan memiliki biji di bagian tengah, ada yang berwarna ungu dan merah. Rasa buah mulai dari yang manis dan ada yang asam segar. Untuk dimakan langsung biasanya yang sudah matang berwana kekuningan, tetapi masyarakat Kalimantan Selatan juga sering mengambil yang masih mentah untuk dibuat sambal atau dibikin rujak.


10. Asam Putar


Buah asam putar ini sejenis buah mangga yang rasanya asam. Asam putar juga disebut asam pulasan dan keunikan buah ini adalah bijinya bisa dilepas dengan cara berputar. Sehingga karena rasanya asam buahnya dapat diputar untuk melepaskan biji dinamakan asam putar. Buah ini bisa ditemukan di pedalaman.


11. Wanyi


Buah wanyi masyarakat sekitar menyebutnya mirip dengan mangga namun ukuran sedikit lebih besar. Wanyi berbentuk lonjong, kulitnya berwarna hijau ada sedikit corak kehitaman. Dagingnya berwarna putih, rasanya manis keasaman dan beraroma sangat tajam. Buah ini sangat langka ditemukan di daerah kota, mungkin hanya ada di hutan-hutan Kalimantan saja.


12. Bemotong

Buah-Bemontong-Khas-Kalimantan-Selatan

Buah bemotong ini tumbuh bergerombol tersusun beberapa buah dalam satu tandan di pangkal batang terdapat di atas tanah. Ketika masih di pohon warna buah merah, tapi setelah dipetik berubah menjadi kecokelatan.  Daging buah bemotong berwarna ungu atau putih ada biji kecil di tengahnya dan rasanya manis. Untuk buah bemotong lonjong-lonjong berukuran kecil dan layaknya buah melinjo. 

Buah bemotong menggerombol di pangkal batang, tepat diatas tanah. Warnanya merah segar. Namun segera akan berubah kecoklatan begitu kita kutip dari pohonnya. Buah yang ukurannya seujung balpoin ini tersusun dalam tandan.  Warna daging buahnya ungu atau putih. Rasanya manis. Ada biji kecil ditengahnya. Saat menikmati, kita bisa telan saja biji kecil ini, seperti saat kita makan manggis. 


13. Buah Kalangkala (Litsea garciae)


Kalangkala adalah buah hutan dari Kalimantan. Buahnya bulat, jika masih mentah kulitnya berwarna agak hijau pucat. Jika sudah matang kulitnya berwarna merah muda. Daging buahnya lembut dan rasanya mirip alpukat. Namun warna dagingnya tak hijau seperti alpukat, melainkan putih dan pink. Ukurannya ada yang besar, ada juga yang kecil. Buahnya yang besar ada yang sampai seukuran manggis dan yang kecil seukuran ibu jari.


14. Buah Limpasu


NAMA BUAH-BUAHAN KHAS KALIMANTAN SELATAN YANG UNIK DAN LANGKA

Buah Limpasu ini tumbuh bergerombol tersusun beberapa buah dalam satu tandan. Buah yang juga berfungsi sebagai obat ini dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, banyak juga terdapat di hutan-hutan kalimantan, biasanya untuk pengobatan, buah dilampasu diparut dicampurkan dengan air rendaman akar kuning.


15. Buah Rumbia (Metroxylon sagu)


Rumbia atau disebut juga pohon sagu adalah nama sejenis palma penghasil tepung sagu. Rumbia biasanya tumbuh di rawa-rawa air tawar, aliran sungai dan tanah bencah lainnya. Pada wilayah-wilayah yang sesuai, rumbia dapat membentuk kebun atau hutan sagu yang luas. Pada masyarakat kampung biasanya daun rumbia dijadikan sebagai atap rumah, atap pondok di kebun atau sawah.

Buah Rumbia memang banyak terdapat di indonesia, karena Rumbia adalah pohon sagu. Jadi buah rumbia adalah buah yang dihasilkan dari pohon sagu. Buah ini rasanya manis-manis sepet. Biasanya diasinkan dulu untuk menghilangkan rasa sepetnya. Namun sepetnya buah Rumbia ini tidak sebanding dengan sepetnya buah Rukem yang mentah. Jadi kalau langsung dimakan biasa nggak masalah.


16. Gitaan/ Tampirik (Willughbeia angustifolia)


Buah gitaan atau ada juga yang menyebutnya tampirik, merupakan buah hutan asli Kalimantan. Bentuk buahnya ada yng bulat ada pula agak lonjong. Warna buahnya kuning dan kuning kemerahan. Rasanya pun, ada yang asam, asam manis dan manis seperti rasa vitamin C tablet buatan pabrik obat. Buah ini selain terdapat di HSS Juga di HST, HSU dan Balangan untuk di Banua Anam.


17. Maritam Buih


Di Kalimatan Selatan khususnya di daerah hulu Sungai ada buah khas yang disebut Maritam. Jenis Maritam yang ditemui di Pasar Kandangan Hulu Sungai Selatan, adalah Maritam buih. Buah Maritam Buih ini warna kulitnya hijau dengan bentuk buah seperti rambutan, namun rambut pada kulitnya lebih pendek dan keras dengan kulit lebih tebal ketimbang isi buahnya.

Biasanya maritam warnanya merah kehitaman. Daging buahnya lebih dominan asam. Kalau maritam buih warna hijau muda, rasa daging buahnya manis asam.


18. Buah tarap (Artocarpus odoratissimus)


Buah tarap sejenis pohon buah dari marga pohon nangka, Buahnya serupa nangka yang kecil, dengan bau wangi yang kuat. Buah terap, ketika matang, aromanya khas dan sangat tajam. Rasanya manis, dan enak dimakan begitu saja. Ternyata tak hanya daging buah yang dapat dinikmati, bijinya pun dapat dimakan setelah direbus ataupun dibakar.

Buah terap yang masih muda, kerap diolah menjadi sayuran atau makanan berat lainnya. Buah yang sudah matang dan daging buahnya benar-benar lembut, dapat diolah menjadi aneka camilan, seperti puding, minuman segar, dan aneka kue.


Sebenarnya banyak lagi jenis dan buah-buahan di Daerah kalimantan Pada umumnya dan daerah kalimantan Selatan pada khususnya, yang seperti memiliki turunan dan genus yang hampir sama dengan buah-buah didaerah lain. Tetapi ada yang berbeda secara pisik dan penampilannya. Seperti : Kumbayau ( Dacroydes rostrata). Silulung (Baccaurea angulata) maritam (Nephelium ramboutan-ake) bumbunau (Aglaia laxiflora), babuku (Dimocarpus longan subspecies malesianus),luying/luing (Scutinanthe brunnea).

Jenis lain yang menyerupai tarap ditemukan dikawasan itu adalah binturung (arctictis binturong), Ada pula seperti nangka yang disebut kulidang (Artocarpus lanceifolius roxb), puyian (Artocarpus rigidus

Mahrawin (Durio oxleyanus) bentuknya persis karatongan tetapi warna kulit lebih hijau dan bulu yang runcing lebih pendek-pendek. Semua jenis durian tersebut, konon, hanya ada di Kalimantan, karena tak pernah ditemukan tumbuh di luar dari habitat aslinya pulau Kalimantan. Ada lagi durian perpaduan antara durian biasa dengan pampakin yang disebut mantaula, lain lagi durian bulat kecil dengan duri panjang dan besar, isisnya warna kuning dan tebal disebut karatongan.


Demikian nama-nama buah khas Kalimantan Khususnya Kalimantan Selatan, semoga bermanfaat, dan jika ingin mencicipi enaknya buah-buahan tersebut, dapat singgah ke kalimantan Selatan.

INILAH SURAT WASIAT YANG HILANG DARI SULTAN ADAM UNTUK PANGERAN HIDAYATULLAH

Indoborneonatural----Surat Wasiat Sultan Adam Untuk Pengeran Hidayatullah. Dari surat wasiat Raja Banjar ke-18, dari garis lurus Sultan Suriansyah (raja pertama), Sultan Adam Al Watsiq Billah bin Sultan Sulaiman al-Mutamidullah (1825-1857) mewasiatkan bahwa Pangeran Hidayatullah berhak duduk di takhta Kerajaan Banjar. Namun, Hindia Belanda mencampuri suksesi Kesultanan Banjar, hingga Pangeran Tamjidullah II diangkat sebagai Sultan Banjar dan memilih beribu negeri di Banjarmasin.

Padahal, berdasar surat wasiat Sultan Adam, justru Pangeran Hidayatullah yang sejatinya naik takhta menggantikan sang kakek. Dari suksesi yang diintervensi Hindia Belanda, memicu Perang Banjar dan melebar hingga ke kawasan Barito, Kalimantan Tengah dari 1859-1905. Sedangkan, versi dokumen Belanda hanya berkecamuk pada  1859-1863.

Nah, misteri surat wasiat Sultan Adam yang asli hingga kini belum diketahui keberadaan. Meski, beberapa sejarawan mencatat surat bertuliskan Arab Melayu itu disimpan rapi oleh keturunan sang sultan. Yang beredar di dunia maya dan buku-buku pun hanya sebuah salinan surat wasiat yang dibuat pada hari Isnain (Senin) tertanggal 12 Safar 1259 Hijriyah.

Dari sini, hak regalia Kesultanan Banjar sepenuhnya berada di genggaman Pangeran Hidayatullah sebagai penerus kerajaan yang dibangun Sultan Suriansyah di Tanah Kuin itu, hingga berpindah ke Kayutangi dan Martapura.

Lantas seperti apa bentuk asli surat wasiat Sultan Adam tersebut?  Publik tentu ingin mengetahuinya. Apalagi, kabarnya surat wasiat itu dibawa serta keluarga besar Pangeran Hidayatullah ketika dibuang Belanda di daerah pengasingan di Cianjur, Jawa Barat. Surat itu dijaga turun temurun keturunan Pangeran Hidayatullah agar tetap menjadi benda yang sakral dan bernilai sejarah yang tinggi.

Naskah Asli tersimpan baik oleh Ratu Yus Roostianah Keturunan garis ke-3 / cicit dari Pangeran Hidayatullah yang selanjutnya diteruskan nantinya kepada anak anak cucu penerus dan pewaris keturunan Pengeran Hidayatullah.



Surat di atas merupakan tulisan tangan dalam huruf arab berbahasa Melayu Banjar yang ditulis menyesuaikan dengan bahasa Banjar daerah Kalimantan Selatan jaman dahulu.

Terjemahan dari tulisan surat tersebut adalah sebagai berikut :

Bismillahirrahmannirrohim

Asyhadualla ilaha ilalloh naik saksi aku tiada Tuhan lain yang di sembah dengan se-benar2nya hanya Allah

Wa asyhaduanna Muhammadarasululloh naik saksi aku Nabi Muhammad itu se-benar2nya pesuruh Allah Ta’ala

Dan kemudian dari pada itu aku menyaksikan kepada dua orang baik2 yang memegang hukum agama Islam yang pertama Mufti Haji Jamaludin yang kedua pengulu Haji Mahmut serta aku adalah didalam tetap ibadahku dan sempurna ingatanku.

Maka adalah aku memberi kepada cucuku Andarun bernama Pangeran Hidayatullah suatu desa namanya Riyam Kanan maka adalah perwatasan tersebut dibawah ini ;

Mulai di Muha Bincau terus di Teluk Sanggar dan Pamandian Walanda dan Jawa dan terus di Gunung Rungging terus di Gunung Kupang terus di Gunung Rundan dan terus di Kepalamandin dan Padang Basar terus di Pasiraman Gunung Pamaton terus di Gunung Damar terus di Junggur dari Junggur terus di Kala’an terus di Gunung Hakung dari Hakung terus di Gunung Baratus, itulah perwatasan yang didarat.

Adapun perwatasan yang di pinggir sungai besar maka adalah yang tersebut dibawah ini;

Mulai di Teluk Simarak terus diseberang Pakan Jati terus seberang Lok Tunggul terus Seberang Danau Salak naik kedaratnya Batu Tiris terus Abirau terus di Padang Kancur dan Mandiwarah menyebelah Gunung Tunggul Buta terus kepada pahalatan Riyam Kanan dan Riyam Kiwa dan Pahalatan Riyam Kanan dengan tamunih yaitu Kusan.

Kemudian aku memberi Keris namanya Abu Gagang kepada cucuku.

Kemudian lagi aku memberi pula suatu desa namanya Margasari dan Muhara Marampiyau dan terus di Pabaungan kaulunya Muhara Papandayan terus kepada desa Batang Kulur dan desa Balimau dan desa Rantau dan desa Banua Padang terus kaulunya Banua Tapin.

Demikianlah yang berikan kepada cucuku adanya.

Syahdan maka adalah pemberianku yang tersebut didalam ini surat kepada cucuku andarun Hidayatullah hingga turun temurun anak cucunya cucuku andarun Hidayatullah serta barang siapa ada yang maharu biru maka yaitu aku tiada ridho dunia akhirat.

Kemudian aku memberi tahu kepada sekalian anak cucuku dan sekalian Raja-raja yang lain dan sekalian hamba rakyatku semuanya mesti me-Rajakan kepada cucuku andarun Hidayatullah ini buat ganti anakku Abdur Rahman adanya.

Tertulis kepada hari Isnain tanggal 12 bulan Shofar 1259.


Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Banjar 
http://jejakrekam.com/2017/11/12/surat-wasiat-sultan-adam-dan-regalia-kesultanan-banjar/
https://banjarmasin.tribunnews.com/2019/10/14/sejarah-kabupaten-banjar-diawali-perjanjian-perbatasan-antara-sultan-adam-dengan-pemerintah-belanda
https://kerajaanbanjar.wordpress.com/2008/02/13/surat-wasiat-sultan-adam-untuk-pangeran-hidayatullah/ 

BANJARMASIN SASIRANGAN FESTIVAL (BSF) 2019

Indoborneonatural----Hajatan tahunan Kegiatan Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) 2019 yang dibuka secara resmi oleh Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin Hj. Siti Wasilah yang juga merupakan Ibu Walikota Banjarmasin. Kegiatan BSF yang diagendakan berbagai rangkaian kegiatan belangsung dari tanggal 6 Maret hingga tanggal 10 Maret 2019 ini berlokasi di Siring Menara Pandang Sungai Martapura.


Banjarmasin, Festival Budaya Banjar, Sasirangan, Pesta Budaya Banjar, Agenda Banjarmasin

Kegiatan yang diikuti dan melibatkan banyak unsur dari berbagai kalangan ini, terlihat sangat meriah, dengan hadirnya stand-stand expo Sasirangan dari berbagai kabupaten dan Kota Se Kalimantan Selatan. Selain itu, juga diikut peserta dari Kota-kota besar di Indonesia seperti; Kutai Kerta Negara, Lampung, Banten, Mojokerto, Banyuwangi, dan Kota Malang.

Kegiatan pembukaan Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) 2019 juga dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel H. Haris Makkie, yang kemudian puncak acara dimeriahkan oleh Artis ibu Kota Cakra Khan yang tampil memukau penggemarnya di Banjarmasin. Cakra Khan tampil menyanyikan beberapa buah laku, mulai dari atas panggung yang terbuat dari kapal tongkang  hingga ketengah sungai untuk menyapa para fansnya.

Rankaian kegiatan juga dimeriahkan dengan pameran, senam  bersama sasirangan, Fasion Show dan Karnaval sasirangan, yang diikuti berbagai unsur dengan melakukan perjalanan mulai dari kantor Pemko Banjarmasin, menuju Siring Menara Pandang sungai Martapura di jalan Pierre Tendean Banjarmasin.

Berikut beberapa foto-foto dalam rangka kegiatan Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF)  2019 yang penulis kumpulkan dari berbagai sumber website dan media sosial;






















PANTUN TENTANG KABUPATEN KOTA DAN SE-BANUA LIMA SE KALIMANTAN SELATAN

Indoborneonatural---Untuk mempromosikan daerahnya, terkait dengan pembangunan, pendidikan, Seni-budya dan sumberdaya manusia. Setiap daerah mempunyai khas caranya masing-masing. Melalui seni sastra kegiatan promosi ini dapat dilakukan, agar masyarakat dapat menginal sekilas tentang daerah yang bersangkutan.

Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Seni pantun dapat menggambarkan bagaimana sebuah banua mempunyai berbagai ragam keunggulan, khususnya dalam keunggulan pembangunan, seni dan budayanya.

Berikut ini contoh pantun tentang  pembangunan dan kegiatan seni, budaya dan pariwisata kabupaten kota se-Banua lima di provinsi Kalimantan Selatan:



1. Kota Banjarmasin :

Indahnya getaka kelompok penari
Tarian yang memikat dipinggir rawa
Dengan Kayuh Baimbai kota yang berseri
Banjarmasin jadi kebanggaan kita semua.


2. Kota Banjarbaru :

Pengobat gundah duduk ditaman
Seakan-akan tempat untuk mengadu
Kota Banjarbaru lukisan kota idaman
Membuat kit akan selalu merindu.


3. Kabupaten Banjar :

Terasa damai bila saling kita percaya
Tiada ingkar dan tak akan ada dusta
Kota Banjar penuh dengan cahaya
Dihiasi dengan intan batu permata.


4. Kabupaten Tapin :

Hanya Kalimantan ada buah kasturi
Rasa manisnya tembus sampai kehati
Kabuputen Tapin itu kota yang bastari
Kota ruhui rahayu dan juga pemerhati.


5. Kabupaten Hulu Sungai Selatan :

Dengan sehalai kain tercipta baju
Berusaha jadikan desain yang bermutu
Kata Rakat Mufakat yang kami tuju
Jadikan Hulu Sungai Selatan yang bersatu




6. Kabupaten Hulu Sungai Tengah :

Teduh dan harum pohon bunga kemboja
Tumbuh subur menaungi sang bendera
Hulu Sungai Tengah yang selalu dipuja
Menuju bumi Murakata yang sejahtera


7. Kabupaten Hulu Sungai utara :

Apabila sudah menjadi sang juara
Berusaha pertahankan agar terbina
Damai dan berseri Hulu Sungai Utara
Ungkapan Agung lambangkan bijaksana


8. Kabupaten Barito Kuala :

Ungkapan kata yang semanis madu
Terdengar merdu syairnya tampan
Hakikat Selidah jadikan agar terpadu
Mencapai Barito Kuala yang terdepan


9. Kabupaten Tanah Laut :

Begitu sejuk terbuai angin padang
Nada yang merayu hantarkan awan
kamu sudah merasa Tuntung Pandang
Kota Tanah Laut itu tampan rupawan


10. Kabupaten Balangan :

Dengan naik sampan ketengah rawa
Walaupun turun hujan rintik-rintik
Ayo tetaplah berusaha serta berdoa
Sanggam Balangan jadi yang tercantik


11. Kabupaten Tabalong :

Keripik pisang manurun oleh-oleh di sana
sepanjang jalan digelar lancar
Kabupaten Tabalong indah bak permata
kota yang bergerak dan selalu bersinar


12. Kabupaten Kota Baru :

Kota Baru gunungnya memang bamega
idah menawan sepanjang masa
dari lautan hingga gunung daratan
membuat bangga warga banua kalimatan Selatan.


13. Tanah Bumbu :

Jalan-jalan di tepian pantai senja
melihat ombak dan perahu nelayan
Tanah Bumbu sangat indah dipandang dimata
biar berkembang menjadi kota idaman.





Cari Artikel