SENI TRADISI WAYANG GUNG KALIMANTAN SELATAN

Indoborneonatural----Wayang Gung adalah kesenian wayang orang pada suku Banjar di Kalimantan Selatan. Pertunjukan ini mementaskan cerita Ramayana versi Banjar dengan menampilkan pengolahan vokal pemain dan gerakan tari dalam iringan musik gamelan dan ketopong

Wayang Gung merupakan seni pertunjukan sejenis wayang orang. Pertunjukan ini mengangkat cerita dari pakem Ramayana versi Banjar. Wayang ini dimainkan dengan pengolahan vokal pemain dan ditambah gerak tari. Kesenian Wayang Gung dalam pementasannya diiringi oleh musik gamelan yang ditambah bunyi ketopong. Dahulu Wayang Gung dimainkan secara adat dan seni pertunjukan sosial kemasyarakatan seperti Maulid Nabi SAW, saprah amal, hajatan hingga nazar pasca panen padi. 

Kesenian Tradisi Wayang Gung Kalsel


Permainan Wayang Gung biasanya dimainkan semalam suntuk. Pada saat memulai pertunjukan, terlebih dahulu dilakukan mucikani, yakni tiga dalang membuka pagelaran untuk menyampaikan cerita apa yang akan dimainkan, memperkenalkan pemain, dan peran yang dimainkan kepada penonton. Secara sekilas kesenian Wayang Gung sangat mirip dengan Wayang Orang dari Jawa, sebab lahirnya kesenian Wayang Gung ini tidak lepas dari kesenian Wayang Orang yang mendapatkan adaptasi dari masyarakat Banjar. Ada perbedaan yang khas yang dapat dilihat, diantaranya adalah, Gamelan dan tetabuhan, pakaian dan perlengkapan yang digunakan, gerak tari, bahasa pengantar, dan struktur pagelaran. Fungsi dari kesenian Wayang Gung bagi masyarakat Banjar berfungsi sebagai hiburan, pendidikan, dan yang berhubungan dengan ritual.


Referensi :

https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/?newdetail&detailTetap=545

https://id.wikipedia.org/wiki/Wayang_gung


Gambar : Foto-foto koleksi pribadi

KISAH MALIN KUNDANG (Cerita Rakyat Kota Padang Sumatera Barat)

KISAH MALIN KUNDANG 
(Cerita Rakyat Kota Padang Sumatera Barat)



Dikisahkan pada zaman dahulu disebuah kampung hiduplah seorang wanita janda bersama seorang anaknya yang bernama Malin Kundang. Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu hingga jatuh dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas di lengannya dan tidak bisa hilang.

Karena merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Malin memutuskan untuk pergi merantau agar dapat hidup enak dan menjadi kaya raya setelah kembali kekampungnya kelak.

Awalnya Ibu Malin Kundang kurang setuju, mengingat suaminya juga tidak pernah kembali setelah pergi merantau, tetapi Malin tetap bersikeras sehingga akhirnya dia rela melepas Malin pergi merantau dengan menumpang kapal seorang saudagar. Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman.

Dingah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang diserang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagia besar awak kapal dan orang yang berada di kapat tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang beruntung, dia sempat bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu sehingg tidak terlihat dan tidak dibunuh oleh bajak laut.

Malin Kundang terkatung-katung di tengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampat di sebuah pantai. Dengan tenaga yang tersisa, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Desa tampat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihan dalam bekerja, Malin lama-kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.

Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. Sejak saat itu, ibu Malin setiap hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya.

Setelah beberalama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin yang melihat kedatangan kapal itu ke dermaga melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ibu Malin yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang berserta istrinya.

Ibu Malin pun menuju ke arah kapal. Setelah cukup dekat, ibunya melihat bekas luka di lengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirim kabar?" katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tetapi melihat wanita tua yang berpakaian lusuh dan kotor memeluknya Malin Kundang menjadi marah meskipun ia sendiri mengetahui bahwa wanita tua itu adalah ibunya, karena dia malu bila hal ini diketahui oleh istrinya dan juga anak buahnya, jika ibunya adalah seorang yang sangat miskin. Maka Malin memperlakukan ibunya seolah-olah dia  tidak mengenalnya.

Mendapatkan perlakuan seperti itu dari anaknya ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Krena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menyumpah anaknya,  "Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu."

Tidak berapa lama kemudian Malin Kundang kembali pergi berlayar dan di tengah perjalanan datang badai dahsyat menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang. Sampai saat ini Batu Malin Kundang masih dapat dilihat di sebuah pantai bernama pantai Aia Manih, di Selatan Kota Padang, Sumatera Barat.

Sekian -  Terimakasih

INILAH 9 TOP TARIAN TRADISIONAL PAPUA YANG MENDUNIA

Indoborneonatural ---- Papua Barat adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di ujung barat Pulau Papua. Wilayah Papua Barat mencakup Semenanjung Domberai, Bomberai, Wandamen, serta Kepulauan Raja Ampat. Ibukota provinsi ini terletak di Manokwari dengan kota terbesarnya di Sorong.Papua Barat dengan ibukotanya ibukota Manokwari merupakan salah satu provinsi di Indonesia, nusantara. Papua Barat yang dulu dikenal dengan Irian Jaya ini memiliki banyak potensi mulai dari hasil hutan, pariwisata, pertambangan, pertanian, rumput laut sampai hasil tenun khas dari kabupaten Sorong Selatan yaitu kain timor. Papua terkenal bukan hanya bisa menghasilkan berbagai kekayaan alam serta sektor pariwisata yang beragam, namun Papua Barat juga menyimpan sejuta pesona kebudayaan tradisional, salah satunya seni budaya tarian tradisonal khas Papua seperti yang admint indoborneonatural uraikan berikut ini:


1. Tarian Sajojo

Tarian Tradisional Provinsi Papua-Sajojo

Tarian sajojo sering dijadikan penampilan diberbagai acara, baik acara adat, budaya, maupun sekedar hiburan saja. Bahkan tarian lagu Sajojo ini sering dijadikan bagian dari even lomba hingga  tingkat nasional. Sajojo sangat terkenal di Papua, Indonesia bahkan sudah sampai ke mancanegara karena sering dibawakan untuk promosi pariwisata nusantara dan kenegaraan.

“Sajojo” adalah lagu yang menceritan tentang sebuah kisah perempuan cantik dari desa. Perempuan yang dicintai ayah dan ibu berikut para laki-laki desa. Perempuan yang didamba laki- laki untuk bisa berjalan-jalan bersamanya. Meskipun gerakan tari ini tidak terlalu menggambarkan lirik lagu tersebut, namun iramanya yang penuh keceriaan dalam lagu tersebut sangat cocok dengan gerakan Tari Sajojo yaitu dengan meloncat, bergerak ke depan, ke belakang, ke kiri maupun ke kanan dengan ritme dan ketegasan gerak yang tentunya setiap penari mengupayakan kesamaan gerak dengan penari lainnya supaya terlihat kompak.

Kostum untuk kesenian Sajojo biasanya merupakan busana tradisional yang terbuat dari akar atau daun. Namun, seiring dengan adanya perkembangan, ada juga yang mengkreasikan kostum ini dengan kain agar terlihat lebih menarik. Selain itu, penari juga dilengkapi dengan berbagai aksesoris seperti penutup kepala, kalung dan lukisan tubuh bercorak etnis khas Papua. Dalam perkembangannya, Lagu ini merupakan lagu daerah Papua yang juga digunakan untuk mengiringi senam di tanah Papua bahkan di seluruh tanah air Indonesia.


2. Tarian Wutukala

Tarian Tradisional Provinsi Papua Wutukala

Tari wutukala adalah tarian adat Papua Barat lebih tepatnya Suku Moy. Tarian ini menceritakan tentang kebiasaan masyarakat mencari ikan yang dilakukan berpasangan atau berkelompok baik penari pria dan wanita. Tarian ini sangat populer khususnya area pesisir Sorong tempat Suku Moy Tinggal.

Tarian Papua Barat ini dilakukan 5 hingga 6 pasang penari pria dan wanita dengan menggunakan pakaian adat dan atribut seperti tombak untuk pria dan noken untuk penari wanita dan gerakannya terlihat khas. Sedangkan alat musik pengiring yang digunakan adalah ukulele, gitar, bass dan juga alat musik lainnya. Untuk kostum, penari pria akan menggunakan bawahan seperti rok terbuat dari akar dan daun di area pinggang serta penutup kepala terbuat dari bulu burung Cendrawasih dan tubuh yang akan diwarnai dengan lukisan etnik warna hitam putih. Sementara untuk penari wanita memakai busana yang hampir serupa dengan pria namun disesuaikan.


3. Tarian Suanggi

Tarian tradisional provinsi Papua Suanggi

Tarian tradisional Papua Barat ini bercerita tentang seorang suami yang ditinggal sang istri sebagai korban angi angi. Dalam kepercayaan magis masyarakat Papua Barat, suanggi adalah roh jahat atau kapes karena belum ditembus dan belum menemukan kenyamanan di alam baka. Roh tersebut bisa masuk ke tubuh wanita dan wanita yang meninggal ketika melahirkan dikhawatirkan akan menjelma menjadi kaper fane yang dalam masyarakat Aifat disebut dengan kaper mapo.

Roh tersebut akan masuk ke tubuh perempuan yang masih hidup dan secara magis bisa mencelakakan wanita tersebut. Sedangkan perempuan yang dirasuki roh tersebut disebut dengan perempuan suanggi. Dahulu dikatakan jika roh tersebut bisa digunakan untuk mencelakai seseorang. Jika mereka melihat seseorang makan di sekitar tempat tinggal mereka dan membuang sisa makanan sembarangan, maka sisa makanan tersebut akan menjadi alat untuk merasuki orang tersebut sehingga jatuh sakit, kurus dan akhirnya mati.



4. Tari Perang

Tarian tradisonal provinsi Papua Tarian Perang

Tari perang adalah tarian dari Papua Barat yang merupakan tarian melambangkan kegagahan dan kepahlawanan masyarakat Papua Barat. Tarian biasanya dilakukan masyarakat pegunungan ketika kepala suku mereka memberi perintah untuk berperang. Tarian ini termasuk dalam tarian grup atau tarian kolosal yang penarinya sendiri tidak dibatasi. Tarian Papua Barat ini umumnya akan diiringi dengan tifa dan alat musik lain. Namun yang membedakan tarian ini dengan tarian Papua Barat lainnya adalah karena tarian ini diiringi dengan lagu perang untuk membangkitkan semangat. Para penari akan memakai busana tradisional berupa rok dari akar dan manik manik untuk penghias dada serta daun disisipkan di bagian tubuh.



5. Tarian Tumbu Tana

Tarian Tradisional provinsi Papua Tumbu Tana

Tari tumbu tana adalah tarian tradisional Papua Barat yang sudah diwariskan dari generasi ke generasi. Ada 3 jenis tari tumbu tana yang dikenal masyarakat Arfak, Papua Barat yaitu tumbu tana kemenangan berperang, tumbu tana mencari jodoh dan tumbu tana menyambut tamu. Tarian akan diiringi dengan lagu atau syair nihet duwei, diun dan isiap dengan gerakan melompat sambil menghentakan  kaki ke tanah dan bergandengan tangan. Untuk formasi yang digunakan ketika menari adalah memanjang, setengah lingkaran dan lingkaran penuh.

Tari Tumbu Tanah biasanya dilakukan untuk menyambut acara-acara penting, yaitu penyambutan tamu dari luar lingkungan masyarakat Arfak, kemenangan perang, dan perayaan pesta pernikahan. Tari Tumbu Tanah merupakan jati diri masyarakat Arfak karena semua gerakan, formasi, lagu pengiring, alat musik, serta aksesoris dalam tari Tumbu Tanah merupakan ciri khas masyarakat Arfak yang membedakannya dengan tarian suku-suku lain di daerah Papua.


Tarian Musnok

Tari musnok menjadi salah satu dari macam-macam jenis tarian Papua Barat khususnya masyarakat Pegunungan Arfak Irian Jaya. Tarian ini bercerita tentang penyebaran agama Nasrani di Kota Sorong, Papua Barat yang akan diiringi dengan banyak alat musik tradisional seperti suling bambu, okulele, tifa, triton, tempurung kelapa dan juga upsal. Jumlah penari dalam tarian ini juga sangat banyak yakni 20 hingga 50 orang baik pria dan juga wanita yang bersama menarikan tarian Musnok dengan irama yang energik dan cepat khas Papua.



Tari Ris atau Sifieris


Tari ris atau sifieris adalah tarian Papua Barat yang berartikan dansa adat. Tarian ini dilakukan sebagai bagian dari upacara adat dan diiringi dengan alat musik seperti tifa atau pondatu serta gong atau mawin dengan syair nyanyian yang disesuaikan dengan makna upacara yang sedang diselenggarakan.



Tari Balengan

Tarian tradisional provinsi Papua Balengan

Tari balengan merupakan tarian daerah Papua Barat yang masuk dalam jenis tari pergaulan oleh muda mudi serta anak dan remaja kampung secara berpasangan. Tarian ini akan dilakukan memakai tempo sedang sampai cepat tergantung dari lagu yang mengiringi. Sedangkan alat musik yang digunakan adalah gitar bolong, gitar kecil bernama juglele, gitar bass besar dan alat musik tabuh atau tifa.



Tari Magasa

Tarian tradisional provinsi Papua Magasa

Tari magasa merupakan tarian dari Papua Barat yang dilakukan ketika menyambut tamu, perkawinan dan acara penting lain. Tarian akan dilakukan secara berkelompok tanpa batasan umur. Tarian Papua Barat ini bercerita tentang suku Arfak yang merayakan kemenangan sekaligus menggambarkan kerukunan masyarakat Arfak dalam kehidupan sehari hari.

Ketika ditampilkan, para penari akan membentuk barisan panjang seperti ular sehingga juga sering disebut dengan tari ular. Tarian ini biasanya dilakukan 5 pasang muda mudi pria dan wanita dimana penari pria akan mengenakan cawat kain, telanjang dada serta penutup kepala yang terbuat dari bulu burung kasuari atau cendrawasih. Sementara penari wanita akan memakai seperti kain sarung yang menutupi tubuh dari dada hingga betis serta beberapa aksesoris seperti daun pohon sagu dan bunga di bagian rambut.

Gerakan dalam tarian Papua Barat ini didominasi dengan gerakan melompat ke arah samping secara bersama sama serta dalam satu arah Hal menarik dari tarian ini adalah formasi dalam menari yang bisa berubah dan bervariasi tanpa terputus atau terhenti. Beberapa formasi yang biasanya dipertunjukkan dalam tarian ini adalah melingkar, melengkung dan juga lurus sehingga jika dilihat serupa dengan gerakan binatang ular.

Tari magasa sendiri masih terus dijaga dan dilestarikan hingga sekarang oleh masyarakat dan sering ditampilkan dalam acara hiburan atau perayaan tertentu. Selain itu, tari magasa juga sering ditampilkan dalam acara kebudayaan seperti festival budaya, promosi wisata serta pertunjukkan seni.

Demikian 9 Top Tarian tradisional Papua yang mendunia, yang banyak disukai oleh wisatawan manca negara, semoga bermanfaat. terimakasih sudah berkunjung kembali di blog indoborneonatural ini, semoga tetap sehat dan sukses selalu.

PANTUN TENTANG KABUPATEN KOTA DAN SE-BANUA LIMA SE KALIMANTAN SELATAN

Indoborneonatural---Untuk mempromosikan daerahnya, terkait dengan pembangunan, pendidikan, Seni-budya dan sumberdaya manusia. Setiap daerah mempunyai khas caranya masing-masing. Melalui seni sastra kegiatan promosi ini dapat dilakukan, agar masyarakat dapat menginal sekilas tentang daerah yang bersangkutan.

Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Seni pantun dapat menggambarkan bagaimana sebuah banua mempunyai berbagai ragam keunggulan, khususnya dalam keunggulan pembangunan, seni dan budayanya.

Berikut ini contoh pantun tentang  pembangunan dan kegiatan seni, budaya dan pariwisata kabupaten kota se-Banua lima di provinsi Kalimantan Selatan:



1. Kota Banjarmasin :

Indahnya getaka kelompok penari
Tarian yang memikat dipinggir rawa
Dengan Kayuh Baimbai kota yang berseri
Banjarmasin jadi kebanggaan kita semua.


2. Kota Banjarbaru :

Pengobat gundah duduk ditaman
Seakan-akan tempat untuk mengadu
Kota Banjarbaru lukisan kota idaman
Membuat kit akan selalu merindu.


3. Kabupaten Banjar :

Terasa damai bila saling kita percaya
Tiada ingkar dan tak akan ada dusta
Kota Banjar penuh dengan cahaya
Dihiasi dengan intan batu permata.


4. Kabupaten Tapin :

Hanya Kalimantan ada buah kasturi
Rasa manisnya tembus sampai kehati
Kabuputen Tapin itu kota yang bastari
Kota ruhui rahayu dan juga pemerhati.


5. Kabupaten Hulu Sungai Selatan :

Dengan sehalai kain tercipta baju
Berusaha jadikan desain yang bermutu
Kata Rakat Mufakat yang kami tuju
Jadikan Hulu Sungai Selatan yang bersatu




6. Kabupaten Hulu Sungai Tengah :

Teduh dan harum pohon bunga kemboja
Tumbuh subur menaungi sang bendera
Hulu Sungai Tengah yang selalu dipuja
Menuju bumi Murakata yang sejahtera


7. Kabupaten Hulu Sungai utara :

Apabila sudah menjadi sang juara
Berusaha pertahankan agar terbina
Damai dan berseri Hulu Sungai Utara
Ungkapan Agung lambangkan bijaksana


8. Kabupaten Barito Kuala :

Ungkapan kata yang semanis madu
Terdengar merdu syairnya tampan
Hakikat Selidah jadikan agar terpadu
Mencapai Barito Kuala yang terdepan


9. Kabupaten Tanah Laut :

Begitu sejuk terbuai angin padang
Nada yang merayu hantarkan awan
kamu sudah merasa Tuntung Pandang
Kota Tanah Laut itu tampan rupawan


10. Kabupaten Balangan :

Dengan naik sampan ketengah rawa
Walaupun turun hujan rintik-rintik
Ayo tetaplah berusaha serta berdoa
Sanggam Balangan jadi yang tercantik


11. Kabupaten Tabalong :

Keripik pisang manurun oleh-oleh di sana
sepanjang jalan digelar lancar
Kabupaten Tabalong indah bak permata
kota yang bergerak dan selalu bersinar


12. Kabupaten Kota Baru :

Kota Baru gunungnya memang bamega
idah menawan sepanjang masa
dari lautan hingga gunung daratan
membuat bangga warga banua kalimatan Selatan.


13. Tanah Bumbu :

Jalan-jalan di tepian pantai senja
melihat ombak dan perahu nelayan
Tanah Bumbu sangat indah dipandang dimata
biar berkembang menjadi kota idaman.





SENI TRADISI BALAMAUT DARI KALIMATAN SELATAN

Indoborneonatural----Lamut adalah Lamut atau Balamut, sebuah tradisi berkisah yang berisi cerita tentang pesan dan nilai-nilai keagamaan, sosial dan budaya Banjar.

Balamut adalah sebuah tradisi bercerita yang berisi pesan dan nilai-nilai keagamaan, sosial dan budaya Banjar. Cerita ini diiringi ilustrasi musik yang dibawakan sendiri oleh sang penutur yang disebut palamutan, menggunakan alat musik tabuh yang dinamakan terbang.

Lamut juga merupakansebuah tradisi berkisah yang berisi cerita tentang pesan dan nilai-nilai keagamaan, sosial dan budaya Banjar. Lamut merupakan seni cerita bertutur, seperti wayang atau cianjuran. Bedanya, wayang atau cianjuran dimainkan dengan seperangkat gamelan dan kecapi, sedangkan lamut dibawakan dengan terbang, alat tabuh untuk seni hadrah.


Seni Balamud

Mereka yang baru melihat seni lamut selalu mengira kesenian ini mendapat pengaruh dari Timur Tengah. Pada masa Kerajaan Banjar dipimpin Sultan Suriansyah, lamut hidup bersama seni tutur Banjar yang lain, seperti Dundam, Madihin, Bakesah, dan Bapantun.

Pelaksanaan Lamut akan dilakukan pada malam hari mulai pukul 22.00 sampai pukul 04.00 atau menjelang subuh tiba. Pembawa cerita dalam Lamut ini diberi julukan Palamutan. Pada acara, Palamutan dengan membawa terbang besar yang diletakkan dipangkuannya duduk bersandar di tawing halat (dinding tengah), dikelilingi oleh pendengarnya yang terdiri dari tua-muda laki-perempuan. Khusus untuk perempuan disediakan tempat di sebelah dinding tengah tadi. 


Sejarah

Lamut berasal dari negeri China, bahasanya pun semula menggunakan bahasa Tionghoa kemudian di terjemahkan kedalam bahasa Banjar. Datangnya lamut di tanah Banjar kira-kira pada tahun 1816 yang di bawa oleh para pedagang Tionghoa ke Banjar hingga ke Amuntai, konon orang-orang dulu sangat menyukainya karena lamut membawa cerita yang sangat banyak dan merupakan cerita pengalaman di banyak negeri yang di sampaikan secara bertutur.

Ceritanya, di Amuntai, Raden Ngabe bertemu pedagang China pemilik kapal dagang Bintang Tse Cay. Dari pedagang itulah ia pertama kali mendengar alunan syair China. Dalam pertemuan enam bulan kemudian, Raden Ngabe mendapatkan salinan syair China tersebut.

Sejak itulah Raden Ngabe mempelajari dan melantunkannya, tanpa iringan terbang. Lamut mulai berkembang setelah warga minta dimainkan setiap kali panen padi berhasil baik. Ketika kesenian hadrah masuk di daerah ini, Lamut mendapat iringan terbang.

Seni bertutur itu disebut lamut karasmin karena menjadi hiburan pada perkawinan, hari besar keagamaan, maupun acara nasional. Lamut juga digunakan dalam proses batatamba (penyembuhan penyakit). Orang yang punya hajat dan terkabul biasanya juga mengundang palamutan. Kata "lamut", konon berasal dari bahasa Arab, laamauta (ﻻﻤﻭﺕ) yang artinya tidak mati. 

Macam-macam Lamut

Lamut Batatamba

Lamut Batatamba (Lamut pengobatan) berfungsi sebagai pengobatan, misalnya untuk anak yang sakit panas yang tidak sembuh-sembuh, atau ada orang yang sulit melahirkan dan lain-lain. pertunjukan lamut batatamba haus disertai dengan sejumlah persyaratan, yaitu piduduk yang terdiri dari perangkat piduduk (sesaji), kemenyan atau perapin (dupa), beras kuning, garam, kelapa utuh, gula merah, dan sepasang benang-jarum. Setelah itu dilakukan tepung tawar dengan mahundang-hundang (mengundang) roh halus, membacakan doa selamat, dan memandikan air yang telah didoakan kepada si sakit.

Lamut Baramian

Lamut Baramian (Lamut Hiburan) biasa dihadirkan untuk mengisi acara perkawinan, syukuran, khitanan dan acara hiburan lainnya.

Bila pada wayang ada tokoh punakawan yang terdiri dari Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong, pada Lamut tokohnya adalah Paman Lamut serta tiga anaknya; Anglung, Angsina, dan Labai Buranta. Sedangkan ceritanya sudah berpakem seperti wayang purwa, tentang kerajaan yang dipimpin Prabu Awang Selenong.

Meski tokoh dan pakem cerita lamut tertentu, pengembangan cerita tetap dimungkinkan sesuai kemampuan si pelamutan dalam meramu. Ramuan cerita itu bisa disadur dari kisah Panji, Andi-andi, atau Tutur Candi, bahkan cerita 1.001 malam. Kisah juga bisa menjadi dramatis dengan lakon yang gagah berani atau romantis.

Masyarakat Banjar paling mengharapkan kisah percintaan antara Junjung Masari dan Kasan Mandi. Para penonton hanyut ketika mendengar kisah percintaan kedua tokoh itu dalam syair pantun bahasa Banjar.

Lamut juga digemari warga keturunan Tionghoa di Banjarmasin. Mereka kerap minta lamut dimainkan saat hendak sembahyang di Pulau Kembang di tengah Sungai Barito di Banjarmasin. 

Fungsi Lamut

Pada masyarakat khususnya masyarakat Banjar Kalimatantan Selatan, Lamut berfungsi antara lain sebagai :
  1. Media dakwah agama Islam dan muatan pesan–pesan pemerintah atau pesan dari pengundang Lamut.
  2. Seni hiburan
  3. Manyampir, yaitu tradisi bagi keturunan palamutan.
  4. Hajat seperti untuk tolak bala atau doa selamat pada acara kelahiran anak, khitanan atau sunatan, mendapat rejeki. Menurut kepercayaan, kalau menyampir dan hajat ini tidak dilaksanakan maka akan membuat mamingit yakni menyebabkan sakit bagi yang bersangkutan.
  5. Sebagai Media pendidikan dan pembelajaran terutama mengenai tata krama kehidupan masyarakat Banjar. Biasanya petatah petitih berupa nasihat, petuah atau bimbingan moral.


Terancam punah

Seni lamut bisa dikatakan bernasib malang karena kini di ambang punah. Satu per satu pelamutan meninggal dunia, sementara proses pewarisan dan regenerasi kesenian itu mandek. Seni berkisah itu juga semakin ditinggalkan karena generasi muda tak lagi tertarik memainkannya. Jika dilihat di masyarakat khususnya masyarakat Kalimantan, Kini, tak ada organisasi atau lembaga yang peduli kepada lamut, apalagi membina munculnya pelamutan baru. 

Baca juga Palamatuan Terakhir di Banua Banjar !!

Regenerasi Palamutan memang sangat perlu dilakukan. Memang sich ada sebagian anak muda yang belajar Balamut, tetapi mereka masih kurang berani menampilkannya dalam berbagai kegiatan yang ada. Kita membutuhkan generasi yang peduli dengan seni budaya tradisional, khususnya balamut ini. agar tidak punah digerus arus perkembangan jaman.


MELIHAT 5 KESENIAN ASLI KOTA CIREBON DI JAWA BARAT

Indoborneonatural----Cirebon merupakan salah satu wilayah dengan bentuk Kabupaten yang termasuk dalam wilayah Propinsi Jawa Barat yang memiliki pusat pemerintahan di Kota Cirebon. Seperti halnya daerah lain yang ada di Indonesia, Cirebon juga memiliki kebudayaannya sendiri yang unik dan berbeda dari daerah lainnya di mana kebudayaan tersebut telah diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi, kebudayaan khas Cirebon juga dilestarikan dengan baik oleh masyarakatnya.

Topeng Cirebon - Foto : Wikipedia

Kebudayaan yang dimiliki oleh Cirebon antara lain berupa tarian, kesenian musik, dan berbagai jenis kebudayaan lainnya yang kesemuanya sangat menarik dan sangat indah untuk dinikmati. Beberapa jenis kebudayaan yang dimiliki oleh Cirebon sebagian hanya dipentaskan pada saat acara – acara tertentu seperti upacara adat, namun ada juga yang sering dipentaskan untuk menarik perhatian para wisatawan yang berkunjung ke Cirebon, berikut ini akan kami ulas beberapa kebudayaan asli Cirebon agar Anda lebih mengenalnya.

Beberapa Kesenian dan Kebudayaan Asli Kota Cirebon :

1. Tari Topeng

Salah satu kesenian yang ada di Cirebon adalah seni tari yang dikenal dengan nama tari topeng yang mana sesuai dengan namanya, sang penari akan memakai topeng, seni tari ini pada awalnya merupakan sebuah alat diplomasi yang digunakan ketika Kerajaan Cirebon sedang berperang melawan Kerajaan Karawang, sang penari dalam tarian topeng ini akan mengganti topengnya sesuai dengan karakter yang dibawakan.

2. Sintren

Kebudayaan kedua yang dimiliki oleh Cirebon adalah berupa sebuah kesenian tari yang dikenal dengan nama tari sintren di mana seni tari ini memiliki unsur magis, pada awal pertunjukan seni tari, sang penari akan diikat dari mulai leher hingga ujung kaki kemudian dimasukkan ke dalam sebuah kurungan yang ditutup dengan kain namun setelah itu ternyata sang penari dapat membebaskan diri dari ikatan tersebut.

tari sintren cirebon

3. Kesenian Gembyung

Kesenian ketiga yang dimiliki Cirebon adalah kesenian yang bernama gembyung di mana kesenian ini merupakan salah satu peninggalan dari dari para wali yang menyebarkan agama Islam di Cirebon. Kesenian Gembyung merupakan salah satu bentuk pengembangan dari kesenian terbang dan sering ditampilkan dalam acara – acara keagamaan yang ada di Cirebon seperti maulid, rajaban, dan syuro.

gembyung-cirebon

4. Genjring Rudat

Kesenian selanjutnya yang dimiliki oleh masyarakat Cirebon adalah sebuah kesenian yang bernama genjring rudat di mana kesenian ini merupakan sebuah kesenian yang berkembang di lingkungan pesantren. Jenis alat musik yang biasanya digunakan dalam kesenian genjring rudat antara lain genjring, bedug, dan terbang yang biasanya diiringi dengan puji – pujian kepada Allah dan rasul-Nya.

genjring-rudat

5. Angklung Bungko

Kesenian kelima sekaligus yang terakhir kami bahas di artikel ini adalah kesenian Cirebon yang dikenal dengan nama angklung bungko yang mana sering kali dipentaskan dalam acara – acara adat di antaranya nyadran, ngunjung buyut, dan berbagai jenis acara adat lainnya, dalam kesenian angklung bungko ini sang penari akan mementaskan berbagai tarian seperti tari panji, benteleye, dan tari lainnya.

angklung-cirebon

Cirebon merupakan salah satu daerah di Pulau Jawa khususnya Jawa Barat yang kaya akan seni budaya yang masih terus dijaga kelestariannya.

Silakan berkunjung dan berwisata kekota Cirebon untuk menikmati keindahan seni dan budaya kota Cirebon.


Sumber: www.pusakapusaka.com

LAGU DAERAH NUSANTARA : LANCANG KUNING - DAERAH RIAU SEJARAH SESUAI ASLINYA

Indoborneonatural----Kita mengenal lagu daerah Lancang kuning sebagai lagu daerah Riau, dengan lirik lagu berbahasa Indonesia, lagu lancang kuning aslinya berbahasa Melayu Riau, Sejarah awal lagu ini menceritakan tentang Lancang Kuning adalah sebuah kapal yang melegenda bagi masyarakat Melayu. Berdasarkan cerita dari orang-orang tua di Kepulauan Riau yang menyatakan; “Kalau kita sedang lemah semangat, diwaktu-waktu tertentu kita akan melihat kapal Lancang Kuning diantara Pulau Penyengat dan Tanjungpinang”. 

Jika kita lihat lirik Lagu Lancang Kuning yang banyak dinyanyikan atau di posting di Internet adalah lagu lancang kuning populer dengan bahasa Indonesia, dan hampir semua kita mempercayai bahwa itulah lirik asli dari lagu lancang kuning dari lagu daerah Riau seperti di bawah ini ;

Lancang kuning
Lancang kuning berlayar malam
Hey..! berlayar malam

Lancang kuning
Lancang kuning berlayar malam
Hey..! berlayar malam

Haluan menuju, haluan menuju kelaut dalam
Haluan menuju, haluan menuju kelaut dalam

Lancang kuning berlayar malam
Lancang kuning berlayar malam

Kalau nakhoda
Kalau nakhoda kuranglah faham
Hey..! kuranglah faham

Kalau nakhoda
Kalau nakhoda kuranglah faham
Hey..! kuranglah faham

***
Alamatlah kapal, alamatlah kapal akan tenggelam
Alamatlah kapal, alamatlah kapal akan tenggelam

Lancang kuning berlayar malam
Lancang kuning berlayar malam

Lancang kuning
Lancang kuning menerkam badai
Hey..! menerkam badai

Lancang kuning
Lancang kuning menerkam badai
Hey..! menerkam badai

***
Tali kemudi, tali kemudi berpilih tiga
Tali kemudi, tali kemudi berpilih tiga

lancang kuning berlayar malam
lancang kuning berlayar malam
lancang kuning berlayar malam
lancang kuning berlayar malam.

* * * Selesai * * *

Tapi coba kita perhatikan lirik dan notasi lagu lancang kuning berikut ini, dimanakah perbedaannya?, apakah ini yang asli atau yang di atas, silakan anda interpretasikan;

Lancang kuning lancang kuning 
seludang mayang seludang mayang
Lancang kuning lancang kuning 
seludang mayang seludang mayang

Bertolak petang berlayar malam di alam kelam
Bertolak petang berlayar malam di alam kelam
Lancang kuning lancang kuning 
seludang mayang seludang mayang
Lancang kuning lancang kuning 
seludang mayang seludang mayang

Angin turut angin turut 
layar mengembang layar mengembang

Angin turut angin turut 
layar mengembang layar mengembang

Laut beralun berombak riak membanting lambung
Laut beralun berombak riak membanting lambung

Mengayun ayun lautan beralun
Mengayun ayun lautan beralun
Mengayun ayun

Sembah sujud sembah sujud  duduk bertelut duduk bertelut
Sembah sujud sembah sujud duduk bertelut duduk bertelut

Jari sepuluh susun menyembah tunduk kepala
duduk bersimpuh tunduk membungkuk seiklas hati
mohon dimaafkan serba kesalahan
mohon dimaafkan serba kesalahan
mohon dimaafkan .

* * * Selesai * * *

Notasi lagu Daerah Nusantara Lancang Kuning dari Daerah Riau;


Cerita-kisah menarik tentang lancang kuning ini berdasarkan sejarah melayu tentang asal mula lancang kuning; 
      Awal Mula Lancang Kuning Menurut versi dari nara sumber yang berzuriat dari Tengku Takziyah. Berawal dari pelarian Dua putra Sultan maka sampailah mereka di sebuah pulau. Sesampai dipulau tersebut dan membuka wilayah baru, maka berkeinginanlah dua beradik tersebut hendak membuat sebuah lancang (perahu). Maka dicarikan terlebih dahulu bahan kayu untuk dijadikan perahu. Didapatkan pohon yang dimana batang kayu tersebut berwarna kuning dimana pohon tersebut disebut dengan pohon keledang, dan hanya ada pada pulau tersebut pohon itu ada. 

     Selanjutnya dibangunlah perahu yang dihajatkan oleh Kedua Putra Sultan. Setelah beberapa waktu jadilah sebuah perahu yang berwarna kuning karena bahannya berasal dari pohon kayu keledang yang kayunya sudah semula jadi berwarna kuning serta dihiasi dengan layar yang berwarna kuning pula sebagai lambang kebesaran kesultanan atau bangsawan melayu. Dan pulau dimana tempat dibuatnya perahu lancang kuning selanjutnya diberi nama Pulau Galang. Karena tempat galangan lancang kuning dibangun. 

     Sampailah waktunya untuk perahu lancang kuning hendak diturunkan kelaut untuk pertama kalinya. Ternyata untuk menurunkan perahu tersebut haruslah ada korban. Dimana diisyaratkan untuk turun lancang kuning haruslah dengan 7 (tujuh) perempuan hamil sulung dijadikan sebagai galang untuk perahu turun kelaut. Maka didapatkanlah ketujuh perempuan hamil sulung dan dibaringkan didepan haluan perahu untuk dijadikan galang. Maka meluncurkan Lancang kuning dengan bergalangkan ketujuh perempuan tersebut. Dengan Kuasa dan Kehendak Allah saat meluncurnya lancang kuning satu persatu setiap perempuan -perempuan tersebut melahirkan anak-anak mereka. Dan dengan Kuasa dan Kehendak Allah pulalah ketujuh perempuan hamil sulung satu persatu melahirkan anaknya dan langsung ghaib (hilang) dan disebutkan atas mereka itu Galang Ghaib. 

     Selanjutnya para anak mereka yang berjumlah 7 orang dimana 6 lelaki dan yang terakhir adalah seorang perempuan. Dan diambil serta dipeliharalah mereka bertujuh oleh kedua Putra Sultan, yang selanjutnya ketujuh anak tersebut diberi dan bergelar Tujuh Panglima Galang. Selanjutnya mereka bertujuh menjadi panglima - panglima dari Tengku Takliyah dan Tengku Takziyah. Wallahualam Bihsawab.

Referensi:
http://keprikita.blogspot.co.id/2015/06/menganalisa-dimana-sebenarnya-letak.html
http://krishadiawan.blogspot.co.id/2010/08/kisah-lancang-kuning.html
http://sejarahmelayuku.blogspot.co.id/2015/04/awal-mule-lancang-kuningmenurut-versi.html

Cari Artikel