NAMA BUAH-BUAHAN KHAS KALIMANTAN SELATAN YANG UNIK DAN LANGKA

Indoborneonatural----Di pulau kalimantan yang terkenal dengan kekayaan alam dan hutan tropisnya, banyak ditemukan beragam jenis buah-buahan unik dan langka, sebagian hanya tumbuh didaerah ini saja, salah satunya adalah dihutan Provinsi Kalimantan Selatan yang juga kaya akan sumber daya yang melimpah, termasuk buah-buahan yang beragam jenis dan nikmat. Sebagian besar buah-buhan ini mungkin sudah familiar bagi penduduk Kalimantan, tetapi mungkin bagi kamu yang dari luar daerah Kalimantan banyak yang belum tahu. Nah Kalau kamu berkunjung ke provinsi ini, kamu akan menemukan buah-buahan yang unik dan mungkin belum pernah kamu coba rasanya, silakan dapat singgah dan menikmati beragam buah tersebut.

Berikut beberapa nama buah-buahan khas Kalimantan Selatan yang unik dan langka yang dapat kalian nikmati di daerah ini :


1. Buah keledang (Artocarpus Lanceifolius roxb)

NAMA BUAH-BUAHAN KHAS KALIMANTAN SELATAN YANG UNIK DAN LANGKA

Buah keledang mengingatkan pada buah nangka dan cempedak. Rasanya manis. Sensasi rasanya merupakan campuran antara nangka dan manggis. Daging buahnya terpisah dari bijinya, seperti nangka. Warna kulit buahnya jingga kemerahan dan bentuk buahnya seperti cempedak. Buah keledang termasuk salah satu buah-buahan eksotis hutan-hutan Kalimantan.

Keledang, daging buahnya tidak memiliki aroma apapun. Cocok untukmu yang tak suka aroma buah nangka atau cempedak. Buah bernama latin Artocarpus Lanceifolius roxb ini sudah semakin langka di Kalimantan Selatan.


2. Buah lahung-Lahong (Durio dulcis)


Durian Lahung atau yang dikenal juga sebagai durian marangang, durian merah, tongtong atau lahong masyarakat menyebutnya adalah spesies buah durian yang memiliki pohon yang cukup besar dalan genus Durio, tingginya bisa mencapai 40 Meter. Buah Lahung mirip dengan buah durian, perbedaannya kulit buah berwarna merah sedangkan durian berwarna hijau atau kuning. 

Jika dibelah daging berwarna merah sedangkan durian berwarna kuning. Kulit buahnya memang berwarna merah tua sampai coklat-merah, dan ditutupi dengan duri ranping 15-20 mm. Soal rasa buah lahung tak berbeda dengan durian. Buah lahung yang dikenal dengan nama latin Durio dulcis ini merupakan tumbuhan endemik Kalimantan. Daging buahnya berwarna kuning gelap, tipis, dan beraroma karamel dalam, dengan aroma terpentin. buah dan spesies ini dianggap oleh banyak orang sebagai yang paling manis dan semua buah durian.


3. Buah Traku 

Buah Traku Kalimantan Selatan buah unik dan langka

Ada juga yang sangat khas buah langka dari Kalimantan Selatan yaitu Buah Traku yang berasal dari Balangan, buah ini mirip dengan durian tapi sangat kecil seperti manggis. Penampilanya sich mirip-mirip dengan Durian Lahung yang duri kulitnya lebih panjang dari durian biasa, tetapi itu tadi ukurannya yang kecil sehingga tidak disebut durian tapi lebih mirip dengan rambutan, dengan warna kulit kuning dan buahnya berwarna merah dan tentu manis rasanya.


4. Buah rambai Padi (Baccaurea motleyana)

NAMA BUAH-BUAHAN KHAS KALIMANTAN SELATAN YANG UNIK DAN LANGKA

Buah rambai sebentuk dengan buah duku atau langsat. Memiliki rasa manis keasaman daripada langsat, buah ini sudah tumbuh dan menyebar di negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Indonesia dan Thailand. Kemunculan buah rambai menandakan akan berakhir musim buah. Buah rambai ini bernama latin Baccaurea motleyana.

Buah yang rasanya masam manis ini, sering ditemukan di pinggiran hutan kalimantan, dengan buah yang biasanya bergerombol dalam satu batang tangkai besar terlihat seperti padi.


5. Buah Pidada - Rambai Sungai

Buah Pidada - Rambai Sungai-Buah-khas-Kalsel

buah ini merupakan keluarga mangrove. Mangrove adalah salah satu tumbuhan dikotil yang hidup dan berkembang di air payau biasanya pohonnya tumbuh disekitar pinggiran sungai. Buah rambai Pidada ini biasanya terdapat di daerah pinggiran sungai di hutan-hutan Kalimantan. Masyarakat setempat menyebutnya buah pidada, rambai sambal atau rambai bintang karena pangkal tangkainya yang menutupi buah berbentuk bintang. Rasanya yang asam biasanya dibuat untuk sambal teman makan nasi dan lauk yang sangat enak.


6. Buah Kapul (Baccaurea macrocarpa)

Buah Kapul (Baccaurea macrocarpa) buah langka khas kalsel

Buah kapul juga kini semakin langka di Kalimantan. Mirip dengan buah mangis. Namun ada beberapa perbedaan yang dapat dilihat langsung, yaitu warna kulit buah kapul berwarna seperti kayu. Daging buah kapul berwarna putih dan kekuningan, sedangkan manggis berwarna putih. Tapi soal rasa, keduannya memiliki rasa manis dan sedikit rasa asam. Menikmati buah ini ada yang sedikit mengganggu, daging buahnya tipis dan sering lebih banyak bijinya.


7. Buah mangga kasturi (Mangifera casturi)


Buah 
(Mangifera casturi) Kasturi ada awalnya bersifat enemik (hanya ada) di hutan sekitar Banjarmasin di Kalimantan. Namun karena banyaknya kasus penebangan hutan, tanaman ini mulai sulit untuk dijumpai di hutan Kalimantan. Buah mangga kasturi  mirip dengan mangga pada umumnya, namun berukuran agak kecil seperti sawo, memang memiiki ukuran yang kecil dan beratnya hanya sekitar 50-84 gram. Aromanya pun seperti buah mangga tapi lebih harum menyengat. Kulit buah berwarna hijau tua agak kehitaman, daging buahnya kuning hingga jingga dan rasanya manis segar. Buah ini spesifik tumbuh di Kalimantan Selatan.


8. Buah Ihau


Buah ihau disebut juga mata kucing bagi sebagian orang dan setelah melihat isi buahnya banyak pula yang menyebut ihau sebagai kelengkeng asli Kalimantan. Rasa buah ihau manis seperti bauh kelengkeng, hanya berbeda di bagian kulitnya karena ihau memiliki tektur kulit yang berbintik menonjol keluar.


9. Buah ramania

Buah Ramania khas Kalimantan Selatan

Buah Ramania mungkin masih bisa kita jumpai saat musim buah di akhir tahun, walaupun tak terlalu banyak. Buah bulat berwarna hijau hingga kuning, bergerombol di satu ranting. Buah Ramania yang sudah matang dan bisa dikonsumsi adalah yang berwarna kekuningan. Dagingnya berwarna kekuningan dan memiliki biji di bagian tengah, ada yang berwarna ungu dan merah. Rasa buah mulai dari yang manis dan ada yang asam segar. Untuk dimakan langsung biasanya yang sudah matang berwana kekuningan, tetapi masyarakat Kalimantan Selatan juga sering mengambil yang masih mentah untuk dibuat sambal atau dibikin rujak.


10. Asam Putar


Buah asam putar ini sejenis buah mangga yang rasanya asam. Asam putar juga disebut asam pulasan dan keunikan buah ini adalah bijinya bisa dilepas dengan cara berputar. Sehingga karena rasanya asam buahnya dapat diputar untuk melepaskan biji dinamakan asam putar. Buah ini bisa ditemukan di pedalaman.


11. Wanyi


Buah wanyi masyarakat sekitar menyebutnya mirip dengan mangga namun ukuran sedikit lebih besar. Wanyi berbentuk lonjong, kulitnya berwarna hijau ada sedikit corak kehitaman. Dagingnya berwarna putih, rasanya manis keasaman dan beraroma sangat tajam. Buah ini sangat langka ditemukan di daerah kota, mungkin hanya ada di hutan-hutan Kalimantan saja.


12. Bemotong

Buah-Bemontong-Khas-Kalimantan-Selatan

Buah bemotong ini tumbuh bergerombol tersusun beberapa buah dalam satu tandan di pangkal batang terdapat di atas tanah. Ketika masih di pohon warna buah merah, tapi setelah dipetik berubah menjadi kecokelatan.  Daging buah bemotong berwarna ungu atau putih ada biji kecil di tengahnya dan rasanya manis. Untuk buah bemotong lonjong-lonjong berukuran kecil dan layaknya buah melinjo. 

Buah bemotong menggerombol di pangkal batang, tepat diatas tanah. Warnanya merah segar. Namun segera akan berubah kecoklatan begitu kita kutip dari pohonnya. Buah yang ukurannya seujung balpoin ini tersusun dalam tandan.  Warna daging buahnya ungu atau putih. Rasanya manis. Ada biji kecil ditengahnya. Saat menikmati, kita bisa telan saja biji kecil ini, seperti saat kita makan manggis. 


13. Buah Kalangkala (Litsea garciae)


Kalangkala adalah buah hutan dari Kalimantan. Buahnya bulat, jika masih mentah kulitnya berwarna agak hijau pucat. Jika sudah matang kulitnya berwarna merah muda. Daging buahnya lembut dan rasanya mirip alpukat. Namun warna dagingnya tak hijau seperti alpukat, melainkan putih dan pink. Ukurannya ada yang besar, ada juga yang kecil. Buahnya yang besar ada yang sampai seukuran manggis dan yang kecil seukuran ibu jari.


14. Buah Limpasu


NAMA BUAH-BUAHAN KHAS KALIMANTAN SELATAN YANG UNIK DAN LANGKA

Buah Limpasu ini tumbuh bergerombol tersusun beberapa buah dalam satu tandan. Buah yang juga berfungsi sebagai obat ini dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, banyak juga terdapat di hutan-hutan kalimantan, biasanya untuk pengobatan, buah dilampasu diparut dicampurkan dengan air rendaman akar kuning.


15. Buah Rumbia (Metroxylon sagu)


Rumbia atau disebut juga pohon sagu adalah nama sejenis palma penghasil tepung sagu. Rumbia biasanya tumbuh di rawa-rawa air tawar, aliran sungai dan tanah bencah lainnya. Pada wilayah-wilayah yang sesuai, rumbia dapat membentuk kebun atau hutan sagu yang luas. Pada masyarakat kampung biasanya daun rumbia dijadikan sebagai atap rumah, atap pondok di kebun atau sawah.

Buah Rumbia memang banyak terdapat di indonesia, karena Rumbia adalah pohon sagu. Jadi buah rumbia adalah buah yang dihasilkan dari pohon sagu. Buah ini rasanya manis-manis sepet. Biasanya diasinkan dulu untuk menghilangkan rasa sepetnya. Namun sepetnya buah Rumbia ini tidak sebanding dengan sepetnya buah Rukem yang mentah. Jadi kalau langsung dimakan biasa nggak masalah.


16. Gitaan/ Tampirik (Willughbeia angustifolia)


Buah gitaan atau ada juga yang menyebutnya tampirik, merupakan buah hutan asli Kalimantan. Bentuk buahnya ada yng bulat ada pula agak lonjong. Warna buahnya kuning dan kuning kemerahan. Rasanya pun, ada yang asam, asam manis dan manis seperti rasa vitamin C tablet buatan pabrik obat. Buah ini selain terdapat di HSS Juga di HST, HSU dan Balangan untuk di Banua Anam.


17. Maritam Buih


Di Kalimatan Selatan khususnya di daerah hulu Sungai ada buah khas yang disebut Maritam. Jenis Maritam yang ditemui di Pasar Kandangan Hulu Sungai Selatan, adalah Maritam buih. Buah Maritam Buih ini warna kulitnya hijau dengan bentuk buah seperti rambutan, namun rambut pada kulitnya lebih pendek dan keras dengan kulit lebih tebal ketimbang isi buahnya.

Biasanya maritam warnanya merah kehitaman. Daging buahnya lebih dominan asam. Kalau maritam buih warna hijau muda, rasa daging buahnya manis asam.


18. Buah tarap (Artocarpus odoratissimus)


Buah tarap sejenis pohon buah dari marga pohon nangka, Buahnya serupa nangka yang kecil, dengan bau wangi yang kuat. Buah terap, ketika matang, aromanya khas dan sangat tajam. Rasanya manis, dan enak dimakan begitu saja. Ternyata tak hanya daging buah yang dapat dinikmati, bijinya pun dapat dimakan setelah direbus ataupun dibakar.

Buah terap yang masih muda, kerap diolah menjadi sayuran atau makanan berat lainnya. Buah yang sudah matang dan daging buahnya benar-benar lembut, dapat diolah menjadi aneka camilan, seperti puding, minuman segar, dan aneka kue.


Sebenarnya banyak lagi jenis dan buah-buahan di Daerah kalimantan Pada umumnya dan daerah kalimantan Selatan pada khususnya, yang seperti memiliki turunan dan genus yang hampir sama dengan buah-buah didaerah lain. Tetapi ada yang berbeda secara pisik dan penampilannya. Seperti : Kumbayau ( Dacroydes rostrata). Silulung (Baccaurea angulata) maritam (Nephelium ramboutan-ake) bumbunau (Aglaia laxiflora), babuku (Dimocarpus longan subspecies malesianus),luying/luing (Scutinanthe brunnea).

Jenis lain yang menyerupai tarap ditemukan dikawasan itu adalah binturung (arctictis binturong), Ada pula seperti nangka yang disebut kulidang (Artocarpus lanceifolius roxb), puyian (Artocarpus rigidus

Mahrawin (Durio oxleyanus) bentuknya persis karatongan tetapi warna kulit lebih hijau dan bulu yang runcing lebih pendek-pendek. Semua jenis durian tersebut, konon, hanya ada di Kalimantan, karena tak pernah ditemukan tumbuh di luar dari habitat aslinya pulau Kalimantan. Ada lagi durian perpaduan antara durian biasa dengan pampakin yang disebut mantaula, lain lagi durian bulat kecil dengan duri panjang dan besar, isisnya warna kuning dan tebal disebut karatongan.


Demikian nama-nama buah khas Kalimantan Khususnya Kalimantan Selatan, semoga bermanfaat, dan jika ingin mencicipi enaknya buah-buahan tersebut, dapat singgah ke kalimantan Selatan.

DIJUAL BARANG ANTIK MURAH - MURAH ANTIK INDOBORNEONATURAL

MURAH ANTIK INDOBORNEONATURAL


Di jual/ dimaharkan barang-barang antik murah, untuk koleksian dan keperluan hobbi.

Tersedia barang antik dan unik yang langka banyak dicari para penghobis barang antik yang ada di seluruh indonesia untuk koleksi.

Bisa Kirim-kirim keseluruh nusantara

2. MURAH ANTIK : KERIS BANJAR SEMPANA PUCUK


Nama Barang :  Keris Banjar Sempana Pucuk
Ukuran Dimensi : Panjang 26,5 cm
Bahan : Besi, Kayu
Harga : Mahar Rp. 399.000
Status Barang :  Habis/Terjual (*Pembeli Tercatat)

(*Pembeli tercatat masih dapat dihubungi jika ada yang berminat dapat kami hubungkan dengan yang bersangkutan).

Hubungi :
Naya: HP. 085820583888  WA.081351990039

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

2. MURAH ANTIK : UANG LOGAM 1.000 SAWIT



Nama Barang :  Uang logam 1000 Sawit
Ukuran Dimensi : 3 X 3 cm
Bahan : Besi Kuningan
Harga / Mahar : @Rp. 100.000
Status Barang :  Stok Tersedia 5 buah


Hubungi :
Naya: HP. 085820583888  WA.081351990039

---------------------------------------------------------------------------------

3. MURAH ANTIK : PEGINANGAN KUNINGAN JAMAN BAHARI



Nama Barang :  Kuningan Jaman bahari
Ukuran Dimensi : 35 X 10 cm
Bahan : Besi Kuningan
Harga : Mahar Rp. 250.000
Status Barang :  Stok Tersedia 1 buah


Hubungi :
Naya: HP. 085820583888  WA.081351990039

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

3. MURAH ANTIK : PANCAR MERAH KALUNG


Nama Barang :  Pancar Merah Kalung
Ukuran Dimensi : 5 X 5 cm
Bahan : Besi Putih, Stenles
Harga : Mahar Rp. 200.000
Status Barang :  Stok Tersedia 1 buah


Hubungi :
Naya: HP. 085820583888  WA.081351990039


BUDAYA DAN TRADISI DAYAK NGAJU DI KALIMANTAN TENGAH

Indoborneonatural-----Suku Dayak Ngaju (Biaju) adalah suku asli di Kalimantan Tengah. Suku ngaju merupakan sub etnis dayak terbesar di Kalimantan tengah yang persebarannya cukup luas dan utamanya terkonsentrasi di daerah Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Kapuas dan di kabupaten lainnya di seluruh wilayah kalimantan tengah dapat ditemui suku Ngaju. 

Gadis dayak ngaju menari
 Foto Gadis Dayak Ngaju. Gambar : kahanjakhuang.or.id

Suku Dayak Ngaju adalah suku asli dan subetnis Dayak terbesar di Kalimantan Tengah. Persebarannya cukup luas dan utamanya terkonsentrasi di daerah Palangkaraya, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Katingan, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kabupaten Seruyan.

Ngaju berarti udik. Suku Ngaju kebanyakan mendiami daerah aliran sungai Kapuas, Kahayan, Rungan Manuhing, Barito dan Katingan bahkan ada pula yang mendiami daerah Kalimantan Selatan.

Orang Dayak Ngaju yang kita kenal sekarang, dalam literatur-literatur pada masa-masa awal disebut dengan Biaju. Terminologi Biaju dipakai untuk menyebut nama sekelompok masyarakat, sungai, wilayah dan pola hidup (Ras 1968: 336). Menurut Hikayat Banjar, Sungai Kahayan dan Kapuas sekarang ini disebut dengan nama sungai Biaju yaitu Batang Biaju Basar, dan Batang Biaju Kecil. Orang yang mendiaminya disebut Orang Biaju Besar dan Orang Biaju Kecil. Sedangkan sungai Murong (Kapuas-Murong) sekarang ini disebut dengan nama Batang Petak. Pulau Petak yang merupakan tempat tinggal orang Ngaju disebut Biaju.

Terminologi Biaju tidaklah berasal dari orang Dayak Ngaju tetapi berasal dari bahasa orang Bakumpai yang secara ontologis merupakan bentuk kolokial dari bi dan aju yang artinya ”dari hulu” atau ”dari udik”. Karena itu, di wilayah aliran sungai Barito, dimana banyak orang Bakumpai, orang Dayak Ngaju disebut dengan Biaju, yang artinya orang yang berdiam di dan dari bagian hulu sungai. Di kemudian hari, istilah ini dipungut begitu saja oleh orang Banjar untuk menyebut semua orang pedalaman hulu sungai yang tidak beragama Islam. 

Istilah ini kemudian diperkenalkan kepada para pedagang dari Cina, Inggris, Portugis yang berlabuh di pelabuhan Banjarmasin. Karena itu dalam catatan pelayaran para pedagang Cina, Portugis dan Inggris dapat ditemukan kata Biaju yang merujuk pada suku di pedalaman yang bukan orang Banjar dan tidak beragama Islam (Groeneveldt 1880, Beckman 1718).

Dilansir dari Pesona indonnesia.com,Konon, leluhur Dayak Ngaju diyakini berasal dari kerajaan yang terletak di lembah pegunungan Yunan bagian selatan, tepatnya di Tiongkok Barat Laut berbatasan dengan Vietnam. Mereka bermigrasi besar-besaran sekitar tahun 3.000 – 1.500 Sebelum Masehi. Kini Dayak Ngaju menjadi subetnis terbesar di Kalimantan Tengah. Di tengah perkembangan dunia modern, mereka masih menjaga nilai dan tradisi ajaran leluhur mereka.


Kepercayaan Kaharingan

Ciri khas Suku Dayak Ngaju adalah hingga sekarang masih menganut kepercayaan Kaharingan. Kaharingan mempunyai makna tumbuh atau hidup, sehingga kepercayaan Kaharingan adalah kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang hidup dan tumbuh secara turun temurun dan dihayati oleh masyarakat Dayak di Pulau Kalimantan.


Upacara Tiwah

Selain itu, Suku Dayak Ngaju juga melakukan upacara tiwah. Upacara ini merupakan sebuah proses mengantarkan arwah atau roh leluhur ke surga melalui Lewu Tatau Habaras Bulau Hagusung Intan Dia Rumpang Tulang, artinya sebuah tempat yang kekal dan abadi. Suku ini meyakini leluhur akan senang dan bahagia jika arwah mereka sudah diantarkan.

Upacara tiwah, yaitu proses mengantarkan arwah (liau) sanak kerabat atau leluhur yang sudah meninggal ke surga atau Lewu Tatau Habaras Bulau Hagusung Intan Dia Rumpang Tulang, yaitu sebuah tempat yang kekal atau abadi. Orang Dayak Ngaju meyakini leluhur akan senang dan bahagia jika arwah mereka sudah diantarkan. Mereka juga meyakini bahwa sebelum dilaksanakan upacara tiwah, roh leluhur dianggap belum masuk surga.


Tradisi Tato

Sama halnya dengan suku-suku Dayak lainnya di Pulau Kalimantan, Suku Dayak Ngaju juga mempunyai tradisi bertato. Baik laki-laki maupun perempuan, masyarakat Dayak Ngaju menato bagian-bagian tertentu dari tubuhnya,

Tradisi bertato/tutang/cacah, orang Dayak terkenal dengan seni tatonya. Baik kaum laki-laki maupun perempuan, menato bagian-bagian tertentu dari tubuhnya, seperti pergelangan tangan, punggung, perut atau leher. Bahkan terdapat orang yang menato seluruh tubuhnya (biasanya seorang pemimpin). Tato selain sebagai simbol status juga merupakan identitas. Mentato didasari oleh kayakinan bahwa kelak setelah meninggal dan sampai ke surga, tato itu akan bersinar kemilau dan berubah menjadi emas, sehingga dapat dikenali oleh leluhur mereka nanti di surga.


Pakaian Adat, Merah dan Burung Enggang

Pakaian adat Suku Dayak Ngaju juga mempunyai ciri khas tersendiri. Suku ini menggunakan pakaian adat yang menggunakan corak dan warna yang khusus, didominasi warna merah dan kuning. 


Burung Enggang Gading adalah burung yang sangat disakralkan dalam kepercayaan orang Dayak Ngaju. Burung ini dianggap sebagai burung indah dan dari gerak geriknya tercipta sebuah tarian, yang diyakini sebagai tarian leluhur mereka pada saat awal penciptaan. Maka dari itu hingga sekarang tarian burung Enggang masih ditampilkan dalam upacara adat Dayak Ngaju, sebagai penghormatan terhadap leluhur mereka.

Pengetahuan dan keyakinan mereka terhadap Pohon Batang Garing (pohon kehidupan) sebagai petunjuk memahami kehidupan. Pohon Batang Garing adalah pohon simbolis yang diciptakan berbarengan dengan diciptakannya leluhur Dayak Ngaju. Pohon ini dianggap menjadi pohon petunjuk untuk mengatur kehidupan yang harus diajarkan pada orang Dayak Ngaju kelak.


Hukum Adat dan Keselarasan Alam

Sejak dahulu hingga sekarang, orang Dayak Ngaju terkenal dengan hukum adat mereka. Terutama berkaitan dengan bagaimana mereka hidup berdampingan dengan alam atau hutan. Hukum adat merupakan aturan yang telah digariskan dan diwariskan oleh leluhur mereka untuk ditaati.

Orang Dayak Ngaju terkenal dengan kemampuan spiritualnya yang luar biasa. Salah satu kemampuan spiritual itu adalah apa yang mereka sebut Manajah Antang (burung Elang), yaitu memanggil burung Elang agar dapat memberi petunjuk untuk berperang atau ingin mengetahui keadaan seseorang. Mereka meyakini burung yang datang adalah suruhan leluhur mereka, dan mereka meyakini petunjuk apapun yang diberikan oleh burung Elang adalah benar.

Sejak dahulu hingga sekarang orang Dayak terkenal dengan hukum adat mereka, khususnya berkaitan dengan bagaimana cara mereka hidup berdampingan dengan alam (hutan). Hukum adat merupakan aturan yang telah digariskan oleh Ranying Hatalla dan diwariskan oleh leluhur mereka untuk ditaati. Orang Dayak Ngaju meyakini jika tidak melaksanakan hukum adat, maka leluhur mereka akan marah dengan mengirimkan berbagai bencana alam, seperti banjir dan kesulitan mencari makan.

RESEP NASI LIWET TRADISIONAL - NASI LIWET SOLO

Indoborneonatural---Nasi liwet adalah salah satu sajian nasi khas dari daerah di Indonesia, setiap daerah bahkan memiliki ciri khas nasi liwet masing-masing. Jika kita jalan jalan ke Solo Tawa Tengah, kita menginap lagi di penginapan dan hotel-hotel  di sana, sekaligus berwisata menikmati kuliner, hidangan dini hari di Solo yang populer adalah nasi liwet. Sangat nikmat sekali rasanya menyantap nasi Liwet saat siang dan perut lapar sambil duduk lesehan di warung-warung nasi Liwet Solo.

Nasi Liwet Solo/ Gambar foto: utiket.com

Saat ini banyak nasi liwet yang sudah dimodifikasi dengan tambahan bahan khusus sehingga menjadikan nasi liwet semakin nikmat. Resep nasi liwet pun ada banyak sekali macamnya, bisa dipilih sesuai selera dan ketersediaan bahan di rumah atau di pasar.

1. Resep Nasi Liwet Tradisional

Bahan Nasi Liwet Tradisional

Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat nasi liwet tradisional terdiri dari bahan utama dan bahan bumbu nasi liwet.

Tidak sulit untuk mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat nasi liwet tradisional, berikut ini bahan-bahan yang dibutuhkan :
  • Bahan utama: Beras putih 1 liter dan air secukupnya
  • Bawang putih 7 siung
  • Serai 2 batang
  • Daun salam 6 lembar
  • Garam dan gula secukupnya
  • Mentega secukupnya
  • Pelengkap (Sambal, ikan asin, lalapan, kerupuk, tahu dan tempe)

Cara Membuat Nasi Liwet Tradisional

Setelah mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan, maka segera persiapkan peralatan untuk membuat nasi liwet tradisional paling enak. Ikuti langkah-langkah membuat nasi liwet tradisional yang telah teruji di bawah ini :
  • Pertama, cuci bersih beras yang telah dipersiapkan terlebih dahulu hingga bersih, lalu sisihkan.
  • Kedua, persiapkan bumbu-bumbu yang dibutuhkan seperti iris tipis bawang putih, memarkan serai, cuci bersih daun salam.
  • Ketiga, siapkan panci liwet (kastrol) dan masukkan beras yang sudah bersih ke dalam panci tersebut, lalu masukkan air hingga 2 ruas jari dari permukaan beras.
  • Keempat, Masukkan bumbu yang sudah dipersiapkan sebelumnya, tambahkan gula dan garam secukupnya, agar gurih bisa ditambahkan mentega.
  • Kelima, kukus beras yang sudah lengkap dengan bumbu di atas api kecil hingga air meresap, lalu aduk nasi hingga merata. Kemudian kukus kembali nasi hingga masak dengan durasi kurang lebih 30 menit.
  • Keenam, hidangkan nasi liwet dengan bahan pelengkap yaitu sambal, ikan asin, lalapan, tahu, tempe dan kerupuk.


Nasi Liwet : Foto Gambar etnis.id


2. Resep Nasi Liwet Solo

Resep Nasi Liwet

Versi asli nasi liwet sebenarnya berasal dari daerah Solo propinsi Jawa Tengah, dengan sajian khas yang menggoda selera.

Jika dilihat pelengkap nasi liwet Solo mirip dengan nasi uduk jika di Jakarta, nah agar tidak penasaran simak bahan dan cara membuatnya berikut :

Bahan Nasi Liwet Solo

Untuk membat nasi liwet Solo yang lengkap memang dibutuhkan bahan yang sedikit lebih banyak dibandingkan jenis liwet lainnya. Namun tidak perlu khawatir karena bahan yang dibutuhkan tidak sulit untuk didapatkan, seperti berikut ini :
  • Beras putih 450 gram
  • Daun salam 4 lembar
  • Serai 3 batang, ambil bagian putihnya
  • Garam ½ sdm
  • Santan 1.150 ml

Cara Membuat Nasi Liwet Solo

Setelah menyiapkan bahan untuk membuat nasi liwet, bisa dilanjutkan dengan membuatnya menjadi masakan nasi liwet. Di bawah ini adalah cara membuat nasi liwet Solo terenak yang bisa dilakukan di rumah :

Pertama, cuci bersih beras putih yang sudah disiapkan, kemudian letakkan ke dalam panci liwet. Kemudian rebus beras bersama serai, daun salam, garam dan santan hingga mendidih, aduk sesekali saja sampai beras matang dan pulen.
Kedua, setelah matang angkat dari atas kompor dan letakkan pada tempat saji. Mulailah menyiapkan hidangan pelengkap agar nasi liwet lengkap saat disajikan.

Nasi liwet Solo biasanya disajikan bersama dengan beberapa masakan pelengkap seperti ayam suwir, telur pindang, sayur labu siam, telur areh. Sajikan nasi liwet Solo dengan pelengkapnya agar nasi liwet semakin terasa lezat.

Memang untuk penyajian nasi liwet Solo berbeda dengan nasi liwet Sunda atau yang lainnya, karena pelengkapnya yang cukup banyak.

Demikian cara membuat Nasi Liwet tradisional dan nasi liwet khas Solo yang terkenal enak dan populer, semoga bermanfaat. Terimakasih sudah berkunjung di blog Indoborneonatural ini. Sukses selalu.

Cari Artikel