ALAT MUSIK SARUNAI KALIMANTAN SELATAN

 Indoborneonatural---Alat musik sarunai dari daerah Banjar Kalimantan Selatan.


Sejak tempo dulu dikalimantan selatan ada alat musik yang dibunyikan seperti trompet dengan cara ditiup. yang disebut dengan Serunai khas kalimantan selatan. yang biasa digunakan untuk alat musik mengiringi beragam kesenian rakyat. seperti pencak silat / Bakuntau, tarian dan teater tradisi seperti wayang gung

Serunai adalah alat musik tradisional khas Kalimantan yang dimainkan dengan cara ditiup. Serunai bentuknya mirip suling, tetapi dengan bagian ujung yang lebih lebar. Alat musik yang terbuat dari kayu ini umumnya memiliki panjang sekitar 20 cm dengan empat lubang

INILAH PAKAIAN ADAT IRIAN JAYA YANG UNIK

 

Pakaian adat Papua Barat Baju Ewer
Pakaian adat Papua Barat Baju Ewer

DIJUAL BARANG ANTIK MURAH - MURAH ANTIK INDOBORNEONATURAL

MURAH ANTIK INDOBORNEONATURAL


Di jual/ dimaharkan barang-barang antik murah, untuk koleksian dan keperluan hobbi.

Tersedia barang antik dan unik yang langka banyak dicari para penghobis barang antik yang ada di seluruh indonesia untuk koleksi.

Bisa Kirim-kirim keseluruh nusantara

2. MURAH ANTIK : KERIS BANJAR SEMPANA PUCUK


Nama Barang :  Keris Banjar Sempana Pucuk
Ukuran Dimensi : Panjang 26,5 cm
Bahan : Besi, Kayu
Harga : Mahar Rp. 399.000
Status Barang :  Habis/Terjual (*Pembeli Tercatat)

(*Pembeli tercatat masih dapat dihubungi jika ada yang berminat dapat kami hubungkan dengan yang bersangkutan).

Hubungi :
Naya: HP. 085820583888  WA.081351990039

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

2. MURAH ANTIK : UANG LOGAM 1.000 SAWIT



Nama Barang :  Uang logam 1000 Sawit
Ukuran Dimensi : 3 X 3 cm
Bahan : Besi Kuningan
Harga / Mahar : @Rp. 100.000
Status Barang :  Stok Tersedia 5 buah


Hubungi :
Naya: HP. 085820583888  WA.081351990039

---------------------------------------------------------------------------------

3. MURAH ANTIK : PEGINANGAN KUNINGAN JAMAN BAHARI



Nama Barang :  Kuningan Jaman bahari
Ukuran Dimensi : 35 X 10 cm
Bahan : Besi Kuningan
Harga : Mahar Rp. 250.000
Status Barang :  Stok Tersedia 1 buah


Hubungi :
Naya: HP. 085820583888  WA.081351990039

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

3. MURAH ANTIK : PANCAR MERAH KALUNG


Nama Barang :  Pancar Merah Kalung
Ukuran Dimensi : 5 X 5 cm
Bahan : Besi Putih, Stenles
Harga : Mahar Rp. 200.000
Status Barang :  Stok Tersedia 1 buah


Hubungi :
Naya: HP. 085820583888  WA.081351990039


KISAH PERJALANAN GUNUNG KEMUKUS. WISATA, ZIARAH DAN RITUAL KHUSUS

Indoborneonatural----Berdasarkan cerita dari pengalaman beberapa orang yang pernah datang ke Gunung Kemukus, baik yang sekedar untuk wisata dan rekreasi, ataupun untuk melakukan ziarah dengan ritual tertentu. Banyak kisah-kisah menarik yang ditemukan dari kegiatan wisata dan ritual khusus gunung kemukus ini.

Tentang Gunung Kemukus ini, di ceritakan bahwa di Jawa Tengah tidak jauh dari Solo, ada tempat wisata sekaligus tempat ziarah yang bisa melakukan ritual khusus untuk pasangan yang datang kesana. Ziarah dilakukan untuk mengunjungi Makam Pengeran Samudro di yang ada di gunung kemungkus Solo tersebut. 




Pengeran Samudro adalah salah satu putra dari kerajaan Majapahit terakhir ketika tahun 1400 'an sekitar 600 atau 700 tahun yang lalu. Pangeran Samudro adalah raja yang menjadi salah satu Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa. Beliau belajar agama ke daerah Demak tepatnya sekitar Grobokan Demak tempat Sunan KaliJaga waktu itu.

Banyak perempuan, baik ibu-ibu dan perempuan muda yang datang berziarah kesana mancari pasangan laki-laki untuk melengkapi tujuan dan niat ziarah mereka yang bermacam-macam, seperti ingin usahanya maju atau dapat jodoh.

Jika ingin melakukan Perjalanan traveling, menurut beberapa informasi yang sudah melakukannya, dapat dilakukan perjalanan ke Solo dengan penerbangan murah dari Jakarta, tarif murah biasanya ada di hari Rabu, kalau hari Sabtu dan Minggu sedikit lebih mahal dan antrian tiket pun kadang bisa penuh.

Jika sudah sampai di Solo kita bisa mencari penginapan yang murah di sekitar stasiun Solo, di sana kita bisa temukan banyak hotel yang harganya miring dan cukup bersih dan bagus.

Kegiatan ritual di gunung Kemungkus yang banyak dilakukan adalah Hari Kamis menjelang Jum'at Pon. Jika dari Solo kita akan berangkat dari Terminal Tirtonadi di Solo, dengan menumpang kendaraan umum jurusan Purwodadi bersama-sama penumpang yang mungkin juga akan ziarah ke Gunung Kemukus. 

Setelah kurang lebih 30 Menit perjalanan Angkutan umum akan sampai di pemberhentian Barong, biasa Supir atau abang kondiktur akan berteriak "Kemungkus-kemungkus". Di luar sudah banyak terlihat orang-orang dan tukang ojek yang sudah menunggu berebut menawarkan jasa ojek.



Jika kita datang berwisata ke gunung Kemungkus saat musim hujan dan air waduk Kedung Ombo sedang naik, kita harus menyewa ojek yang dapat mengantar kita sampai ke pinggir dermaga penyebrangan, dari dermaga kita harus menyewa perahu penyebrangan untuk mencapai gunung Kemungkus.

Sesampainya di gerbang kita akan ditawari kembang dan berbagai pernak-pernik untuk ziarah, selanjutnya kita akan menaiki tangga yang lumayan tinggi dan banyak yang berjumlah 157 anak tangga. Diatas para peziarah akan disambut oleh juru kunci yang akan menerima penjelasan dan maksud niat berziarah ke sana.


Kita akan masuk dan mengitari  tempat ziarah, dan Makam Pengeran Samudro berada di bawah semacam bangunan Joglo yang dibuat cukup luas, hingga mampu menampung para peziarah yang banyak. Makam Makam Pengeran Samudro di pasangi dan dikerudungi kelambu, kita akan merasakan suasana sakral dan mistis dan akan terasa lebih dalam saat malam hari di sekitar makam itu. Para peziarah akan menabur kembang dan duduk disekitar makam untuk berdoa dan menyampaikan niatnya.

Setelah selesai menuntaskan ritual berdoa, para peziarah pergi dari Makam Pengeran Samudro untuk melanjutkan kegiatan ritual lainnya, seperti "tiduran" di semak-semak dan menuju Sendang Ontrowulan tempat penampungan air pegunungan. Di sana para peziarah bisa sekedar membasuh muka, tangan dan kaki. Ada kepercayaan bahwa air sendang itu membuat orang awet muda dan cantik. Ada juga perziarah yang membawa air tersebut untuk oleh-oleh sebagai berbagai keperluan.

Semua kegiatan wisata, ziarah dan ritual sudah selesai dilakukan. Kita bisa pulang kembali ke Solo. Di Solo sebagian wisatawan tidak langsung pulang, tetapi menginap lagi di penginapan dan hotel-hotel  di sana, sekaligus berwisata menikmati kuliner, hidangan dini hari di Solo yang populer adalah nasi liwet. Sangat nikmat sekali rasanya menyantap nasi Liwet saat siang dan perut lapar sambil duduk lesehan di warung-warung nasi Liwet Solo.

Nasi Liwet /Gambar Foto: etnis.id

Besok sore kita sudah bisa pulang langsung menuju bandara, tetapi disarankan untuk jalan-jalan dulu ke Purworejo dengan menggunakan kereta Pramex (Prambanan Expres), menikmati suasana kota tersebut.

Demikianlah Artikel singkat untuk sekedar berbagi pengalaman tentang perjalan wisata, ziarah dan ritual ke Gunung Kemukus di Solo Jawa Tengah. Semoga bermanfaat, terimakasih.

DAFTAR NAMA DAN FOTO MASJID DI BARITO KUALA KALIMANTAN SELATAN

Indoborenonatural----Daftar nama dan foto-foto masjid di Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan.


  1. Masjid Al- Azhar Desa Puntik Luar Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala.
  2. Masjid Agung Al-Anwar di Jl. Panglima Wangkang, Kabupaten Barito Kuala.
  3. Masjid Al-Anwari Muhjirin di Badandan, Cerbon, Marabahan, Kabupaten Barito Kuala.
  4. Masjid Al-Furqon, Alalak di Berangas Timur, Alalak, Kabupaten Barito Kuala,
  5. Masjid Al-Mushollun di Handil Bhakti Kabupaten Barito Kuala,
  6. Masjid At-Taqwa Marabahan, Kabupaten Barito Kuala,
  7. Masjid Baitul Mustaqim di Bantul, Marabahan, Kabupaten Barito Kuala,
  8. Masjid Jami Miftahul Huda di Desa Beringin, Kabupaten Barito Kuala,
  9. Masjid Nurul Hasanah di Barambai, Marabahan, Kabupaten Barito Kuala,
  10. Masjid Jamhuri Aisyah  Jl. Trans Kalimantan, Handil Bakti, Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan 70581
  11. Masjid Bustanul Muhibbin Berangas Timur, Alalak, Berangas Tim., Barito Kuala, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan 70582
  12. Masjid Utsman Bin Affan 
  13. Masjid Anjir Pasar Owner Agrabudi Group Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan


PAKAIAN ADAT 34 PROVINSI DAERAH NUSANTARA INDONESIA

Indoborneonatural---Pakaian adat, (juga pakaian rakyat, busana daerah, busana nasional, atau pakaian tradisional) adalah kostum yang mengekspresikan identitas, yang biasanya dikaitkan dengan wilayah geografis atau periode waktu dalam sejarah. Pakaian adat juga dapat menunjukkan status sosial, perkawinan, atau agama.

Jika kostum dikenakan untuk mewakili budaya atau identitas kelompok etnis atau suku bangsa tertentu, biasanya dikenal sebagai busana adat suku (juga pakaian etnis, busana etnis, atau pakaian etnis tradisional). Kostum seperti itu sering terdiri atas dua jenis: satu untuk acara sehari-hari, yang lainnya untuk festival tradisional, atau sebagai pakaian formal untuk upacara-upacara adat.

Di daerah di mana aturan berpakaian Barat sudah diadopsi menjadi kebiasaan baku, pakaian tradisional sering dikenakan hanya di acara-acara istimewa atau perayaan tertentu. Khususnya yang berhubungan dengan tradisi budaya, warisan, untuk menggambarkan identitas kebanggaan nasional atau jati diri kedaerahan. Acara internasional dapat mengakomodasi peserta non-Barat dengan kode pakaian lebih beraneka ragam, seperti "setelan bisnis atau busana nasional".(id.wikipedia.org/wiki/).


1. Ulee Balang, Nanggroe Aceh Darussalam

Gambar Pakaian adat Ulee Balang Daerah Nanggroe Aceh Darussalam

Pada jaman dahulu, sepasang pakaian adat Ulee Balang hanya digunakan oleh keluarga raja. Pria menggunakan pakaian bernama Peukayan Linto Baro, yakni atasan lengan panjang Meukasah berbahan sutra.

Serta bawahan berwarna hitam Sileuweu yang ditenun. Keduanya memiliki aksen khas atau hiasan sulaman benang mas dengan pola yang indah. Tidak lupa penutup kepala Meukeutop dan hiasan senjata khas Rencong.

Sedangkan wanita menggunakan Baju Kurung dan Celana Cekak Musang yang bentuknya teradaptasi dari kebudayaan Melayu, Cina, dan Arab.


2. Ulos, Sumatera Utara

Gambar Pakaian adat Ulos Daerah Sumatera Utara

Kain ulos merupakan bahan sutra yang ditenun dengan alat tradisional. Ulos dipakai bersama sebagai selempang baju pria yang terdiri dari jas dan sarung kain Ulos, maupun sebagai selempang di kebaya berwarna cerah untuk wanita.

Jaitan benang Ulos juga bisa ditambahkan pada aksen baju adat untuk suku Mandailing di Sumatera Utara. Ditambahkan dengan penutup kepala pria dan siger untuk wanita.


3. Bundo Kanduang, Sumatera Barat

Gambar Pakaian adat Bundo Kanduang Daerah Sumatera Barat

Suku Minangkabau di Sumatera Barat menggunakan pakaian adat yang sangat tertutup bagi pria maupun wanita. Bundo Kanduang terdiri dari celana kolor panjang dan atasan Baju Gunting Cina atau Teluk Belanga, serta penutup kepala atau peci untuk pria.

Sedangkan wanita menggunakan kain sarung dan kebaya panjang, dan penutup kepala berupa kain yang dililitkan ke kepala.


4. Melayu, Riau

Gambar Pakaian adat Melayu Daerah Riau

Pakaian adat Melayu untuk pria terdiri dari Baju Kurung Cekak Musang yang terbuat dari kain berkualitas seperti satin dan sutra. Kemudian ada sarung serta kopyah juga. Kemudian wanita menggunakan Kebaya Laboh.


5. Belanga, Kepulauan Riau

Gambar Pakaian adat Daerah Kepulauan Riau

Provinsi Kepri memiliki pakaian adat berupa Teluk Belanga untuk pria dan Kebaya Laboh untuk wanita. Kebudayaan antar daerah Kepri, Riau, dan Sumbar yang memang berdekatan membuat pakaian adat yang dipakai pun hampir sama.


6. Melayu, Jambi

Gambar Pakaian adat Daerah Jambi

Pakaian adat Melayu Jambi menggunakan setelan kain beludru baik untuk pria maupun wanita. Namun, pakaian adat wanita dibuat tanpa lengan, dan pakaian pria menggunakan baju kurung tanggung berbahan beludru juga.


7. Aesan Gede, Sumatera Selatan

Gambar Pakaian adat Daerah Sumatera Selatan

Aesan Gede dikenal sebagai pakaian adat yang syarat dengan banyak aksesoris untuk pria dan wanita. Pakaian ini berwarna cerah seperti merah, emas, maupun kejinggaan dengan penutup kepala untuk pria dan siger untuk wanita.


8. Paksian, Bangka Belitung

Gambar Pakaian adat Daerah Bangka Belitung

Pakaian adat ini memiliki dua warna pilihan, yakni merah dan ungu. Wanita akan menggunakan baju kurung berbahan sutra atau beludru, serta mahkota Paksian. Sementara pria memakai sorban sungkon.


9. Melayu, Bengkulu

Gambar Pakaian adat Daerah Bengkulu

Pakaian Melayu berwarna merah ini identik dengan kain lecap benang khas Jambi. Pria dan wanita menggunakan penutup dan hiasan kepala.


10. Tulang Bawang, Lampung

Gambar Pakaian adat Daerah Lampung

Setelan putih mendominasi pakaian adat ini. Tak lupa dengan lilitan kain tapis khas Lampung serta penutup kepala untuk pria, kemudian siger serta perhiasan berwarna emas untuk wanita.


11. Pangsi, Banten

Gambar Pakaian adat Daerah Banten

Pakaian adat Pangsi dikenal dengan setelan jas pria dan kebaya putih terang untuk wanita yang dipasangkan dengan bawahan batik. Tak lupa dengan blankon dan mahkota.


12. Betawi, DKI Jakarta

Gambar Pakaian adat Daerah DKI Jakarta

Kebaya encim berwarna terang merupakan ciri khas baju Betawi untuk wanita. Ditambah dengan kain batik dan sebagai bawahan maupun dililitkan ke bagian pinggang setelan hitam pria.


13. Kebaya, Jawa Barat

Gambar Pakaian adat Daerah Jawa Barat

Kebaya sunda memiliki warna yang terang seperti putih cerah, ungu, merah maroon, dan sebagainya. Sedangkan pria menggunakan jas beludru sulam benang emas.


14. Kebaya, Jawa Tengah

Gambar Pakaian adat Daerah Jawa Tengah

Sementara itu, pakaian adat Kebaya Jawa Tengah didominasi warna cokelat dan setelan hitan pada pria. Tak lupa dilengkapi dengan batik, jarik, surjan, dan keris sebagai aksesoris.


15. Pesa’an, Jawa Timur

Gambar Pakaian adat Daerah Jawa Timur

Pesa’an sangat sederhana dan ringan dipakai. Berupa kaos merah putih untuk pria dan kebaya merah dan kain putih untuk wanita.


16. Kesatrian, D.I. Yogyakarta

Gambar Pakaian adat Daerah Yogyakarta

Kesantrian terdiri dari kain batik yang dililitkan ke tubuh hingga bagian dada. Dalam versi yang lebih tertutup, Kesantrian menggunakan kain beludru hitam panjang dengan sulaman benang mas yang khas.

Tak lupa dengan berbagai aksesoris dan hiasan kepala. Pakaian adat ini melambangkan keanggunan dan sifat berani.


17. Safari dan Kebaya, Bali

Gambar Pakaian adat Daerah Bali

Safari pada pakaian adat Bali untuk pria adalah jas berlengan pendek. Umumnya berwarna netral seperti purih, krem, dan cokelat. Sedangkan kebaya wanita warnya cerah dan terlihat manis dengan lilitan kain di pinggang.


18. Baju Adat Suku Sasak, Nusa Tenggara Barat

Gambar Pakaian adat Daerah Nusa Tenggara Barat

Pakaian adat ini berbahan sutra dan satin yang lembut dengan tambahan kain tenun khas Suku Sasak.


19. Baju Adat Suku Rote, Nusa Tenggara Timur

Gambar Pakaian adat Daerah Nusa Tenggara Timur

Kain tenun menjadi ciri khas pakaian adat ini. Ditambah dengan atasan berwarna hitam dan putih, serta topi tilangga.


20. King Baba, Kalimantan Barat

Gambar Pakaian adat Daerah Kalimantan Barat

King Baba berarti pakaian untuk pria. Bentuknya seperti rompi dengan kain khas yang terbuat dari kulit kayu kapuo dan dihias manik-manik indah berwarna jingga dan merah. Sedangkan wnaita menggunakan King Bibinge dengan bahan yang sama namun menutupi hingga bagian dada dan pundak.


21. Upak Nyamu, Kalimantan Tengah

Gambar Pakaian adat Daerah Kalimantan Tengah

Pakaian adat ini terbuat dari kulit kayu nyamu. Untuk wanita, Upak Nyamu dihias dengan manik-manik cantik berwarna putih, merah, dan kuning.


22. Bagajah Gamuling Baular Lulut, Kalimantan Selatan

Gambar Pakaian adat Daerah Kalimantan Selatan

Kain Sasirangan sebagai kain khas Kalsel dililitkan menjadi bawahan bagi pria. Sementara bagian dada dikalungi dengan kalung bunga dan ditambah aksesoris keris. 
Sedangkan wanita memakai kain yang terbalut hingga menutupi dada, seperti gaun.


23. Kustin, Kalimantan Timur

Gambar Pakaian adat Daerah Kalimantan Timur

Kustin memiliki tampilan yang hampir sama dengan Upak Nyamu. Terbuat dari kulit kayu yang dihias manik-manik.


24. Ta’a dan Sapei Sapaq, Kalimantan Utara

Gambar Pakaian adat Daerah Kalimantan Utara

Corak pada pakaian adat ini terbilang ramai karena bervariasi dan beragam warna. Bahan kain masih berasal dari kulit kayu dengan hiasan kepala berupa mahkota bulu-bulu yang unik.


25. Laku Tepu, Sulawesi Utara

Gambar Pakaian adat Daerah Sulawesi Utara

Serat pisang yang dipintal hingga menjadi kain membentuk pakaian ini. Warna dasarnya kuning, hijau, dan merah, ditambah penutuh kepala pada pria.


26. Mandar, Sulawesi Barat

Gambar Pakaian adat Daerah Sulawesi Barat

Pakaian mandar terdiri dari jas untuk pria dan baju lengan pendek untuk wanita (biasanya berwarna hijau, ungu, putih, atau merah) dengan kain tenun senada yang dililit di bagian bawah sebagai bawahan.


27. Nggembe, Sulawesi Tengah

Gambar Pakaian adat Daerah Sulawesi Tengah

Pakaian Suku Kaili ini berbahan kain lembut yang dibentuk baju lengan panjang. Kemudian ada hiasan di bagian dada berupa bordir berbentuk bunga dan manik-manik cantik.


28. Tolaki, Sulawesi Tenggara

Gambar Pakaian adat Daerah Sulawesi Tenggara

Tolaki identik dengan warna merah dan emas dengan atasan berbahan sutra atau beludru serta bawahan berupa kain tenun.


29. Bodo, Sulawesi Selatan

Gambar Pakaian adat Daerah Sulawesi Selatan

Baju Bodo biasanya berbahan organza dengan potongan sederhana dan berlengan pendek. Namun memiliki warna cerah mencolok, serta ada kalung dan hiasan kepala sebagai aksesoris.


30. Biliu dan Makuta, Gorontalo

Gambar Pakaian adat Daerah Gorontalo

Pasangan baju Biliu dan Makuta sama-sama tertutup dengan balutan kain lembut berwarna hijau, merah, kuning, atau jingga. Juga, ada aksen khas di bagian dada serta mahkota dan penutup kepala.


31. Cele, Maluku

Gambar Pakaian adat Daerah Maluku

Pakaian Cele memiliki motif garis-garis geometris yang biasa dipakai dengan kain salele pada upacara adat. Warnanya didominasi merah dan putih.


32. Manteren Lamo, Maluku Utara

Gambar Pakaian adat Daerah Maluku Utara

Suku Tidore memakai pakaian ini yang dikenal mewah. Bentuknya seperti rompi dengan warna merah hiasan sulaman benang emas yang glamor.


33. Ewer, Papua Barat

Gambar Pakaian adat Baju Ewer Daerah Papua Barat

Rok rumbai berbahan tumbuhan alami sudah sangat mencirikan Baju Ewer. Semakin terlihat menarik dengan hiasan kepala berwarna cokelas senada dengan baju Ewer. Biasanya jika memakai rok rumbai tersebut maka dilengkapi juga dengan hiasan lainnya seperti hiasan kepala dari bahan ijuk, bulu burung kasuari, atau juga anyaman daun sagu.

Selain itu juga ada perlengkapan yang lain seperti manik-manik dari kerang, taring babi yang di letakkan di antara lubang hidung, gigi anjing yang dikalungkan di leher, tas noken yang terbuat dari anyaman kulit kayu sebagai wadah umbi-umbian atau sayuran yang dipakai di kepala. Kemudian tidak lupa juga alat tradisional yang di pakai seperti tombak Papua, panah, dan juga sumpit.


34. Koteka, Papua

Gambar Pakaian adat Koteka Daerah PROVINSI Papua


Koteka yang merupakan rok berumbai terbuat dari serutan tanaman dan ada pula yang menggunakan kulit kayu sebagai kain atasan.


Demikian 34 jenis Pakaian adat dari 34 Propivinsi di seluruh nusantara dan Indonesia, semoga artikel kebudayaan dari indoborneonatural ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan wawasan kita tentang kebudayaan indonesia. Terimakasih.

SENJATA TRADISIONAL (THE TRADITIONAL WEAPON) YANG PERNAH ADA DI KALIMANTAN SELATAN

Indoborneonatural-----Senjata tradisional merupakan produk budaya yang lekat hubungannya dengan suatu masyarakat. Selain digunakan untuk berlindung dari serangan musuh, senjata tradisional juga digunakan dalam kegiatan berladang dan berburu. Lebih dari fungsinya, senjata tradisional kini menjadi identitas suatu bangsa yang turut memperkaya khazanah kebudayaan nusantara. Senjata tradisional ini sungguh unik dan sekarang sebagian sudah langka, karena sudah jarang dimiliki oleh kebanyakan orang, akan tetapi senjata tradisional ini kini telah banyak dijadikan sebagai koleksi bagi pecinta barang antik dan banyak diburu oleh para kolektor tersebut. Harga senjata tradisional unik pun semakin mahal, bahkan mencapai ratusan juta rupiah.

Senjata tradisional yang dibuat dengan teknik tempa besa seperti parang, keris, tombak, kapak dan balayung oleh pemakainya digunakan sebagai senjata untuk pertahanan diri. Jenis senjata yang bagus buatannya biasanya dipakai sebagai simbol kepemimpinan dan kebanggan diri. Berapa jenis senjata fungsi sosialnya diketahui sebagai pusaka dari peninggalan budaya keraton Banjarmasin. Orientasi nilai pada orang Melayu di Asia Tenggara yang percaya pada berbagai kekuatan ghaib sering juga menganggap sebuah senjata dapat memiliki unsur saksi jika diukur dengan kalimat dari doa-doa suci seorang pemimpin agama yang sanggup berhubungan dengan alam-alam ghaib.

Indoborneonatural-----Traditional weapons are cultural products that are closely related to a society. Besides being used to shelter from enemy attacks, traditional weapons are also used in farming and hunting activities. More than its function, traditional weapons are now the identity of a nation that helped enrich the cultural treasures of the archipelago. This traditional weapon is unique and now partly rare, because it is rarely owned by most people, but this traditional weapon has now been used as a collection for lovers of antiques and many hunted by the collectors. The price of traditional weapons is even more expensive, even reaching hundreds of millions of rupiah.

The traditional weapon built from the Black Smith culture lie blades, kerises, spears, balayungs and hand axes are used for a self defence weapons. The best fabricated weapon is worn to the heirlooms and privileges. The social function of weapon is branded for regalia from the Banjarmasin royal heritage. The Malayan value orientation on South East Asia that believes in a supranatural impunity is fequently assume that the weapon has circumstance power by grafted in an aculticism word tah engege for the shaman corthegous in the supranatural orders.

The following are some of the traditional weapons of South Kalimantan that we must preserve:

1. Parang Kemudi singkir



2. Cemeti


3. Ruti Kalung


4. Jambia


5. Parang Lubuk


6. Parang Baduk


7. Keris


8. Tombak



9. Keris Ilat Patung



10. Keris Sempana



11. Cabang/Trisula


12. Balayung Nyaru, dan Kapak Siam



Demikian tentang senjata tradisional "The Traditional Weapon" Khas Kalimantan Selatan, semoga bermanfaat untuk menambah pengetahuan kita tentang khasanah budaya bangsa, terimakasih.

DUA BANGUNAN AGAMA TERKENAL ZAMAN DAHULU DI KALIMANTAN SELATAN

Indoborneonatural -----Di daerah Kalimantan Selatan dari zaman abad ke-1 sampai dengan abad ke-15 hanya ada dua buah bangunan agama yang terkenal yaitu yang disebut-sebut banyak rakyatnya dengan nama Candi Agung dibuat dalam kurun waktu berjayanya Negara Dipa dan Candi Laras dalam kurun waktu Negara Daha. Kedua candi ini dibuat dari batu bata yang bahannya mungkin dibakar di sekitarnya. Yang khusus adalah Candi Laras di Margasari. Pertama ia adalah candi siwa. Di sekitarnya terdapat sisa patung yang tidak jelas identifikasinya, kedua sisa Candi, sisa potongan lingga dari batu bazalt merah, dan pecahan Joni Lingganya besar sekali.

Keanehan lain adalah Candi dibangun di atas sebuah punden berundak tiga dalam ukuran-ukuran kira-kira sebagai berikut:

a. Dasar  100 x 100 M x 2 M  =  10.000 M3
b. Tengah  70 x  70   x 2 M     =   4.900 M3
c. Atas       30 x  30   x 1 M    =     900 M3

Punden ini seluruhnya dibuat dari tanah liat, diselingi dengan balok-balok dan kayu ulin. Tanah liat ini digali dari sejumlah sungai kecil yang bertolak dari Candi Laras ke Sungai Tabalong.

Candi Agung/ Negara Dipa


Candi Laras/ Negara Daha

Candi Agung di Amuntai yang merupakan peninggalan Kerajaan Negaradipa Khuripan yang dipecaya dibangun oleh Empu Jatmika abad ke XIV Masehi. Dari Inilah lahir Kerajaan Daha di Negara dan Kerajaan Banjarmasin.

Menurut cerita, kerajaan Hindu Negaradipa berdiri tahun 1438 di persimpangan tiga aliran sungai Tabalong, Balangan, dan Negara. Cikap bakal Kerajaan Banjar itu diperintah oleh Pangeran Suryanata dan Putri Junjung Buih dengan kepala pemerintahan Patih Lambung Mangkurat. Negaradipa kemudian berkembang menjad kota Amuntai. Candi Agung diperkiran telah berusia 740 tahun. Bahan material pembuatan Candi Agung ini didominasi oleh batu dan kayu. Sekarang saja, walaupun hanya tersisa puing-puing pondasinya, bangunan terlihat masih sangat kokoh. Di percaya batu bangunan yang digunakan untuk candi mirip sekali dengan batu bata merah. Tetapi bila dipegang terasa berbeda, batunya lebih berat dan lebih kuat dari batu bata merah biasa pada bangunan rumah sekarang. Di Candi ini juga ditemukan beberapa benda peninggalan bersejarah yang usianya kira-kira sekitar 200 tahun Sebelum Masehi.

Sisa Pondasi Candi Agung/ Negara Dipa
Kondisi Bangunan Candi ketika ditemukan kembali sekarang, Seluruh candi sudah habis sisa bangunannya kecuali fundasi dalam tanah. Lima ratus meter di sebelah timur terdapat sebuah petirtaan, seluruhnya dibuat dari batu-batu dengan ukuran kira-kira 40 - 20 - 9 cm. Rakyat kalimantan Selatan sekarang umumnya biasa menyebut candi, memfungsikannya sebagai tempat mengantar "sajen pahajatan", namun bagaimana bentuk yang disebut candi, apa fungsinya, agama apa yang dianut di sini, tak ada yang tahu. Pengaruh candi-candi ini masih nampak pada atap tumpang Mesjid, atau kalamakara pada pilis-pilis rumah adat khas banjar.

Amuntai-Kalsel

Amuntai-Kalsel

Amuntai-Kalsel

Candi Agung Tempat Wisata Amuntai



Sejarah Singkat Negara Daha dan Negara Diva

Negera Diva adalah kerajan nya nenek moyang nya Kesultanan Banjarmasin, Karena dari Negara Diva maka lahirlah Kesultanan Banjarmasin. memang banyak sejarah yang menyatakan Negara Diva ini adalah kerajan Hindu, namun setelah kami teliti di lapangan di bangunan nya, tenyata bukan Hindu, pengaruh hindu ada setelah Negera Diva itu kalah dengan Majapahit, karena melayu dan dayak bukan Hindu, tapi Aninesmi, meski jawa sudah ada, dan corak Jawa, itu juga ada karena Negara Diva sudah kami katakan adalah penetang Majapahit meski Jawa sendiri terlibat dalam pendirian nya, yang dalam cerita Jawa berdahulu mengajak Melayu dan Dayak supaya melawan Majapahit, dan jangan bayar umpeti itu, yang berbentuk bater, di sungai-sungai lintas mereka, serta saat sudah Majapahit mengalahkan nya, yang sudah di ketahui dayak dan melayu itu sangat kuat dalam keyakinan nya, lebih memilih mati dari pada ikut keyakinan orang lain, dan Hindu kebanyakan di anut adalah kaum Jawa, yang datang untusan nya Majapahit, dan corak Jawa tersebut banyak terdapat di Negera Diva, dan system hukum sendiri tidak menganut Jawa, tapi adat campuran Melayu dan Dayak, Negera Diva hanya membayar umpeti nya saja, tapi Majapahit tidak ikut dalam pemerintah daerah, maka nya Negera Diva Tidak berlangsung lama, pecah nya konflik, campur tangan nya banyak pihak yang merasa berhak untuk berkuasa, 3 golongan berebut, Jawa, dayak dan Melayu, hingga puncak nya dengan runtuh nya Negara Diva, dan Kerajan di Pindahkan lagi ke daerah Danau Pangang dan Negara, namun masih sepeputaran Kalsel, antara, Kadangan, Barabai, dan Amuntai sendiri, kerajan itu Bernama Negara Daha, namun juga masih belum dapat di gali siapa yang memerintah nya, dan golongan mana, hanya ada 2 saja kemunkinan, Dayak atau Melayu.

Karena yang membantu hancur negara daha adalah Islam, dan dari Jawa adalah Demak dan Mataram, hancur nya juga akibat yang membantu mempertahankan nya nya Majapahit di Jawa Hancur, oleh Islam dan Demak juga, serta serangan dari Sumatera sangat lah sengit sekali, yang pada saat itu di daerah Sumatera, yang runtuh nya Majapahit awal perang berebut kekuasan yang baru sebelum kedatangan musuh dari Eropa, begitu juga di Kalimantan, yang masing-masing melakukan perang saudara, di Sumatera, Samudara Pasai Aceh, sampai juga pecah, mingangkabau, Palembang, hinggan Nias, yang sama perang saudara, Kalimantan, Kutai, dan Negera Daha perang dan berkonflik hingg Belanda dan Ingris datang, Ponitanak, Sampit, Pakalanbun, Samarinda juga sama berebut untuk berkuasa, Majapahit runtuh, Islam mulai berkuasa, dan itu tak dapat di hindari lagi sudah, bahkan dalam Tex kutai Kartanegara, orang melayu yang sudah menganut Ajaran Islam di Malasyia Brunai dan Sabah, ada inti dari masalah banyak konflik yang menetang Majapahit di Kalimantan, mereka bersekutu dengan banyak pedangan Aceh Sumatera yang sudah menganut Islam, yang rela mengorbankan harta dan nyawa nya untuk menyebarkan Islam, belum lagi Majapahit terdeksak dengan Walisogo di Jawa, dan pada hal Walisogo di ceritakan tanpa kekerasan dalam menghacurkan Majapahit.

Negera Daha kacau balau, dan putra Mahkota bernama Samudra melarikan diri ke perkapungan orang melayu di pesisir sungai barito bernama Kuin, kuin di pipimpin seorang kepala kampung dari Sumatera bernama Patih Masih, Patih Rumah, Samudara di asuh Patih Masih hingga menjadi pemuda, dan pada akhir nya di akan jadi raja di kuin, dan mendirikan kerajan Banjar pertama, menetang Kerajan Daha, dan menangih hak nya selaku putra mahkota kerajan Daha, pertepuran terjadi sengit, atara paman Tamangung, dan Samudara, sungai kuin di pagar carukan, dan di beri nama kampung carutcuk, untuk membendung Negara Daha, dan Samudra, tidak bisa lagi menahan dahsyat Negara Daha, yang pada akhir nya meminta bantuan pada Demak dan Islam, untuk mengalahkan Negara Daha, dan ada perjanjian jika Banjar menang maka Sumadra harus masuk Islam, dan Banjar menang, Samudara masuk Islam, berganti nama Sultan Suriyansyah, Kesulatanan Banjarmasin Berdiri, dan Negera Daha Hancur, di gantinkan Kesultanan Banjarmasin.

Sumber: 
- Buku Sejarah Daerah Kalimantan Selatan, Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah Depdikbud Tahun 1977/1978
- https://blogfrog99.blogspot.co.id/2016_08_08_archive.html?m=1
- Sumber Gambar Google dan Koleksi pribadi

Cari Artikel