SENI TRADISI WAYANG GUNG KALIMANTAN SELATAN

Indoborneonatural----Wayang Gung adalah kesenian wayang orang pada suku Banjar di Kalimantan Selatan. Pertunjukan ini mementaskan cerita Ramayana versi Banjar dengan menampilkan pengolahan vokal pemain dan gerakan tari dalam iringan musik gamelan dan ketopong

Wayang Gung merupakan seni pertunjukan sejenis wayang orang. Pertunjukan ini mengangkat cerita dari pakem Ramayana versi Banjar. Wayang ini dimainkan dengan pengolahan vokal pemain dan ditambah gerak tari. Kesenian Wayang Gung dalam pementasannya diiringi oleh musik gamelan yang ditambah bunyi ketopong. Dahulu Wayang Gung dimainkan secara adat dan seni pertunjukan sosial kemasyarakatan seperti Maulid Nabi SAW, saprah amal, hajatan hingga nazar pasca panen padi. 

Kesenian Tradisi Wayang Gung Kalsel


Permainan Wayang Gung biasanya dimainkan semalam suntuk. Pada saat memulai pertunjukan, terlebih dahulu dilakukan mucikani, yakni tiga dalang membuka pagelaran untuk menyampaikan cerita apa yang akan dimainkan, memperkenalkan pemain, dan peran yang dimainkan kepada penonton. Secara sekilas kesenian Wayang Gung sangat mirip dengan Wayang Orang dari Jawa, sebab lahirnya kesenian Wayang Gung ini tidak lepas dari kesenian Wayang Orang yang mendapatkan adaptasi dari masyarakat Banjar. Ada perbedaan yang khas yang dapat dilihat, diantaranya adalah, Gamelan dan tetabuhan, pakaian dan perlengkapan yang digunakan, gerak tari, bahasa pengantar, dan struktur pagelaran. Fungsi dari kesenian Wayang Gung bagi masyarakat Banjar berfungsi sebagai hiburan, pendidikan, dan yang berhubungan dengan ritual.


Referensi :

https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/?newdetail&detailTetap=545

https://id.wikipedia.org/wiki/Wayang_gung


Gambar : Foto-foto koleksi pribadi

INILAH 13 OBJEK WISATA KOTA BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT

Indoborneonatural---Siapa sich yang tidak kenal dengan salah satu kota di Indonesia yang terenal sejuk ini, Kota Bandung merupakan ibu kota Provinsi Jawa Barat. Kota ini adalah kota terbesar keempat yang ada di Indonesia. Bandung pada zaman penjajahan Belanda dijuluki dengan naman Parijs van Jawa atau disebut Parisnya Jawa. Kota Bandung yang terletak pada ketinggian sekitar 750 meter di atas permukaan air laut merupakan kota yang sangat sejuk dan indah. Namun, ketinggian tersebut tidak dapat bertahan lama karena Belanda menghancurkan hampir sebagian besar keindahan Kota Bandung. Sampai saat ini kota Bandung masih terkenal sebagai salah satu kota bersejarah, terkenal bersejarah karena kota kembang Bandung ini pernah diadakan pertemuan internasional Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955.

Kota Bandung yang juga terkenal dengan sebutan kota Kembang Bandung ini memiliki banyak objek wisata, terutama objek wisata bersejarah peninggalan kolonial Belanda yang sering dikunjungi oleh para wisatawan baik lokal maupun mancanegara dan objek wisata alam yang sangat menarik untuk dikunjungi. Objek wisata tersebut, diataranya sebagai berikut :


1. Museum Sri Baduga

Objek Wisata Bandung Museum Sri Baduga

Salah satu objek wisata yang populer di Kota Bandung adalah Museum Sri Baduga. Pada tahun 1974, Menteri P dan K waktu itu, Daoed Yoesoef meresmikan Museum Negeri Jawa Barat. Akan tetapi, pada tahun 1990 Museum Negeri Jawa Barat berganti nama menjadi Museum Negeri Sri Baduga. Nama ini diambil dari nama salah seorang Raja Pajajaran yang pernah memerintah Pajajaran sekitar tahun 1482 - 1521 Masehi.

Museum Sri Baduga merupakam museum tempat penyimpanan barang-barang peninggalan masyarakat Sunda. Museum Sri Baduga ini terdiri atas tiga lantai. Pada lantai satu, pengunjung dapat melihat berbagai flora dan fauna yang ada di Jawa Barat, ada juga fosil binatang purba. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat perkembangan manusia Zaman prasejarah dan patung-patung kebudayaan Hindu dan Buddha.

Memasuki lantai dua, pengunjung akan melihat sejumlah arsitektur atap rumah tradisional dan berbagai di Jawa Barat. Selain itu, pengunjung juga akan melihat benda-benda yang telah dipengaruhi oleh budaya luar, seperti Cina, Belanda, dan Arab dalam bentuk mata uang. Di sana juga terdapat Al-Qur'an yang ditulis dalam daun lontar. Pada lantai tiga, pengunjung akan melihat kebudayaan dan kesenian Jawa Barat, seperti gamelan Sunda, wayang golek, dan tata ruang rumah, mulai dari ruang tamu, kama tidur hingga dapur.

Objek Wisata Bandung Museum Sri Baduga

Untum masuk museum ini, para pengunjung harus membeli tiket terlebih dahulu. Tiket untuk anak-anak di patok Seribu rupiah sedangkan untuk dewasa dua ribu rupiah. Apabila pengunjung ingin mengabadikan koleksi yang ada di Museum Sri Baduga akan ada biaya tambahan untuk kamera sebesar lima ribu rupiah, sedangkan untuk hadycam 15 ribu rupiah. Museum ini buka setiap hari dari pukul 08.00 - 15.30 WIB, kecuali hari Sabtu dan Minggu hanya sampai pukul 14.00 WIB.


2. Museum Geologi

Museum Geologi yang berada dijalan Diponegoro Nomor 57 Bandung

objek wisata yang tidak kalah bersejarahnya adalah Museum Geologi yang berada dijalan Diponegoro Nomor 57 Bandung. Jalan ini biasanya merupakan lintasan kereta api yang dilewati oleh kereta api yang akan menuju ke arah utara. Museum ini adalah tempat penyimpanan koleksi barang-barang yang berhubungan dengan sejumlah fosil dan tengkorak-tengkorak manusia pada zaman Jawa kuno. Pada zaman dulu, gedung ini merupakan bangunan tua yang dipakai sebagai jasa Geologi Belanda.


3. Musium Prangko Pos Indonesia

Musium Pos Indonesia - musium perangko-Kota-Bandung

Musium Pos Indonesia terletak di sebelah timur Gedung Sate. Tempat ini merupakan sebuah museum untuk menyimpan berbagai macam koleksi prangko yang berasal dari dalam dan luar negeri. Selain itu, di museum ini pun tersimpan benda-benda yang berhubungan dengan pos, seperti kereta dorong dan kotak pos yang biasa digunakan di kantor pos. Musium ini berada tepat di Jalan Diponegoro. Para Wisatawan yang ingin mengunjungi museum perangko ini dapat datang setiap hari Senin sampai dengan hari Jumat, mulai pukul 9 pagi hingga pukul 15 sore hari.


4. Museum Konferensi

Museum Konferensi Asia-Afrika di Bandung  

Museum Konferensi adalah tempat yang dibangun untuk menyimpan berbagai peninggalan mengenai Konferensi Asia-Afrika yang berlangsung pada tahun 1955. Di Museum ini, tersimpan berbagai koleksi foto-foto pertemuan Presiden Soekarno dengan para pemimpin dunisa, seperti Ho Chi Minh, Chou En-Lai, Nasser, dan ketiga pemimpin dunia lainnya.

Gedung museum ini sering dikunjungi oleh para wisatawan baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Gedung ini berada di Jalan Asia Afrika, Museum yang berdiri sejak tahun 1879 ini awalnya adalah sebuah gedung pertemuan organisasi-organisasi Belanda yang menyusun strategi dalam menghadapi perlawanan pejuang Indonesia terutama di daerah Jawa Barat.


5. Taman Juanda

Taman Juanda merupakan kawasan hutan lindung dan kebun raya yang berada 6 km dari pusat Kota Bandung, yakni di sekitar kawasan Dago. Taman ini memiliki luas sekitar 690 hektare. Kawasan Taman Juanda lebih dikenal dengan nama Dago Pakar.

Pada awalnya, Dago Pakar didominasi dengan tumbuhan yang memiliki spesies tertentu. Di kawasan ini, wisatawan dapat menikmati kawasan hutan secara utuh. Wistawan dapat mengenal berbagai macam flora yang tumbuh di Indonesia dan tumbuhan dari luar negeri.

Taman Juanda dikelola oleh Perum perhutani. Sekitar tahun 1963, kawan ini dipersiapkan sebagai kawasan hutan lindung dan kebun raya. Di taman ini terdapat kurang lebih 2.500 pohon dengan 108 spesies.

Di Taman Juanda ini terdapat beberapa lokasi yang sangat menyenangkan, seperti gua, air terjun, dan kawasan untuk berjalan kaki. Pada zaman dahulu, gua Pakar yang terdapat di taman ini merupakan tempat untuk penyimpanan berbagai amunisi yang dibuat oleh penjajah Jepang pada masa Perang Dunia II. Namun sebelum ditempati oleh tentara Jepang, gua ini terlebih dahulu digunakan oleh Belanda sebagai trowongan irigasi PLTA. Selain itu, Belanda pun membuat tempat untuk menyimpan persenjataan dan amunisinya di gua ini.  


6. Museum Wangsit Mandala Siliwangi

Museum Wangsit Mandala Siliwangi merupakan museum yang dibangun untuk menyimpan senjata angkatan darat. Museum ini berada di Jalan Lembong Nomor 38 Bandung.

Nama Siliwangi diambil dari nama salah seorang pendiri Kerajaan Pajajaran yang kukasaannya tidak terbatas. Konon ia merupakan raja yang arif dan bijaksana serta berwibawa dalam menjalankan roda pemerintahan. Sedangkan arti Mandala Wangsit adalah sebuah tempat untuk menyimpan amanat, petuah atau hasihat dari pejuang masa lalu kepada generasi penerus melalui benda-benda yang ditinggalkannya.

Nama jalan tempat museum ini adalah jalan Lembong, kata lembong diambil dari nama Letkol Lembong, salah satu prajurit Siliwangi yang menjadi korban dalam peristiwa kudeta Angkatan Perang Ratu Adil (APRA). Sebelumnya jalan ini bernama Oude Hospitaalweg. 

Museum ini banyak dikunjung oleh wisatawan. Bangunan museum dirancang dengan gaya arsitektur  late Romantism. Zaman dulu, bangunan ini ditempati oleh Perwira belanda. Namun, setelah Indonesia merdeka, bangunan ini dibangun sebagai markas Divisi Siliwangi.

Bangunan yang berdiri di atas tanah seluas kurang lebih 4.176 m2 dan luas 1.676 m2 ini menyimpan berbagai macam senjata primitif, seperti panah, tombak, keris, kujang, bom molotov, dan juga senjata-senjata modern, seperti meriam, kendaraan lapis baja, dan panser rel.


7. Kawah Putih

Kawah Putih yang terbentuk akibat dari letusan Gunung Patuha ini berada di Ciwidey, Jawa Barat. Gunung Patuha yang memiliki ketinggian kurang lebih 2.434 m2 di atas permukaa laut dan suhunya yang mencapai 8 - 22 Derajat Celcius ini sering disebut sebagai Gunung Sepuh atau dalam bahasa Indonesia disebut Gunung Pak Tua.

Gunung ini memiliki kawah yang sedikit berbeda dengan kawah-kawah yang ada di Jawa Barat. Kawah di gunung ini memiliki air yang sangat terang dan selalu berubah-ubah. Kawah ini disebut kawah putih. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang datang ke objek wisata ini.

Selain menikmati keindahan kawah, para wisatawan pun dapat melihat berbagai macam flora dan fauna di kawasan ini. Ada beberapa jenis flora yang tumbuh di sini, seperti Eidelweis yang tumbuh di puncak gunung, Cantigi, Vaccinium, dan Lemo yang konon memiliki bau seperti minyak lawang dapat digunakan untuk mengusir ular. Selain itu, ada beberapa jenis fauna yang hidup di kawasan ini, seperti kancil, elang, monyet, macan tutul, macan kumbang, dan babi hutan.


8. Situ Patengan

Kawasan Situ Patengan terletak di Desa Patengan, Kecamatan Rancabli, Kabupaten Bandung. Kawasan ini berjarak sekitar 47 km arah Selatan pusat Kota Bandung. Situ Patengan memiliki luas sekitar 60 hektare. Situ Patengan berasal dari bahasa Sunda.

Situ artinya danau, sedangkan Patengan berasal dari kata Pateangan - teangan (saling mencari). Dikisahkan pada zaman dahulu ada sepasang sejoli, yaitu Raden Indrajaya dan Dewi Rangganis yang saling mencintai. Mereka berpisah sekilan lama dan saling mencari. Akhirnya mereka bertemu kembali di tempat yang dinamakan Batu Cinta. Dewi Rengganis meminta Sang Pangeran membuat sebuah pulau dan sebuah perahu untuk mereka berdua agar bisa mengelilingi danau. Pulau inilah yang sampai sekarang menadi sebuah pulau berbentuk hati (Pulau Asmara). Dari cerita ini berkembanglah mitos, bagi pasangan yang mengelilingi Pulau Asmara dan singgah ke Batu Cinta akan mendapatkan cinta abadi seperti pasangan Raden Indrajaya dan Dewi Rengganis.

Pengujug dapat menikmati keindahan panorama alam sekeliling danau dengan speedboat, perahu dayung warna-warni, sepeda air, dan genjot bebek yang disewakan. Dikawasan ini juga tersedia arena untuk memancing. Bagi pengunjung yang ingin berkemah, di kawasan ini juga terdapat Camping groud yang sangat cocok untuk berkemah bersama keluarga.

Pengunjung tidak perlu khawatir karena tiket masuk menuju kawasan ini sangat murah. Pengunjung dikenao biaya tiket sebesar empat ribu rupiah perorang dan apabila pengunjung membawa mobil pribadi, dikenai tambahan biaya parkir sebesar sepuluh ribu rupiah setiap mobilnya. 

Setelah itu, wisatawan dapat singgah ke perkebunan strowberi yang tempatnya tidak jauh dari Situ Patengan, yakni di daerah Rancabali. Objek wisata ini sangat menarik untuk dikunjungi. Di perkebunan stroberi, kita dapat memetik sendiri stroberi dan membawanya pulang.


9. Gunung Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu merupakan salah satu tempat wisata yang cukup terkenal di Kota Bandung, letaknya sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung. Gunung ini bebentuk strato vulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Perjalanan para wisatawan diiringi dengan rimbunan pohon pinus dan hamparan kebun teh yang tidak akan membuat jenuh perjalanan wisatawan menuju ke Gunung Tangkuban Perahu.

Gunung Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu adalah gunung yang masih aktif dan masih diawasi oleh Direktorat Vulkanologi Indonesia. Hal ini, terlihat dari munculnya gas belerang dan sumber ari panas di sekitar gunung, yakni di kawasan Ciater, Subang. Di sekitar Gunung Tangkuban Perahu, udaranya cukup sejuk dengan kabut yang menyelimuti puncak gunung. Jika ingin berkunjung ke Gunung Tangkuban Perahu, sebaiknya dilakukan di pagi hari saat cuaca masih cerah agar pandangan wisatawan tidak terhalang oleh kabut.


10. Situ Lembang

Situ Lembang yang letaknya berada di sebelah barat Ciater merupakan danau buatan yang dikelola oleh Perum Perhutan Unit III, Jawa Barat. Situ ini dijadikan sebagai tempat wisata. Luas Situ Lembang mencapai kurang lebih 78 hektare, yang sekitar 40 hektare adalah wilayah perairan. Situ ini berada di lembah yang cukup besar antara Gunng Tangkuban Perahu dan Burangrang. Kawasan ini semakin indah dan menarik dengan adanya hutan alam dengan air yang besumber dari hulu sungai Cimahi dan juga beberapa mata air di sekitarnya.

Untuk mencapai Situ Lembang, harus menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam dari pusat Kota Bandung. Kendaraan yang cocok digunakan untuk menuju Situ Lembang adalah motor dan mobil yang tangguh, apabila pengunjung ingin santai bisa berjalan kaki. Perlu diingat apabila memilih untuk berjalan kaki, pastikan kondisi fisik dalam keadaan fit karena medan yang ditempuh tidaklah ringan. Akna tetapi tentu saja perjuangan perjalanan ini akan terbayarkan dengan keindahan Situ Lembang. Setelah menempuh perjalanan melewati hutan cemara, jalan rusak dna penuh batu, pengunjung akan menemukan pemandangan yang sangat indah dan eksotis selama perjalanan. Setelah tiba (pagi hari), pengunjung akan ditemani kabut tebal dengan udara cukup sejuk sehingga membutuhkan jaket untuk menghangatkan tubuh. Di sana juga pengunjung akan menikmati sunrise indah yang datang di balik pepohonan.

Selain menikmati keindahan alamnya, pengunjung yang gemar memancing jangan lupa membawa peralatan memancing karena di situ ini banyak sekali ikan yang dapat dibawa pulang. Fasilitas yang tersedia di objek wisata Situ Lembang adalah jalan setapak, tempat parkir, papan informasi/petunjuk lokasi, dan untuk piknik.  

Dinding yang sangat terjal berbatu yang mengelilingi genangan danau ini merupakan bentukan dari letusan dahsyat yang terjadi sekitar 105.000 tahun yang lalu. Bagi sebagian pengunjung, tempat ini dijadikan sebagai tempat perkembahan dan juga disukai oleh para pencinta alam.


11. Kebun Binatang Bandung

Kebun Binatang Bandung

Kebun binatang Bandung merupakan salah satu objek wisata yang populer di Kota Bandung. Kebun Binatang Bandung terletak di Jalan Taman Sari yang berada di dekat kampus ITB. Kebun binatang ini didirikan pada tahun 1930 dan diresmikan oleh Belanda pada tahun 1933. Tujuan didirikannya kebun binatang ini untuk menjadikannya sebagai sarana rekreasi dan belajar tentang satwa serta sebagai sarana konservasi untuk menjaga kelangsungan hidup satwa-satwa itu. Kebun binatang ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan yang ingin melihat-liohat berbagai jenis binatang. Kawasan ini cukup luas dan menarik denga hiasan yag diletakan di taman-taman, namun koleksi binatang di kebun binatang ini masih sangat terbatas.

Objek wisata ini selalu dipadati pengunjung dari berbagai daerah pada akhirnya pekan, terutama pada masa liburan anak sekolah. Untuk masuk ke objek wisata ini, pengunjung hanya membayar tiket masuk sebesar 11 ribu rupiah per orang, kecuali anak-anak yang berusia kurang dari 3 tahun bisa gratis.

Kebun Binatang Bandung termasuk dalam salah satu tempat konservasi ex-situ yang berisi aneka jenis binatang. Di kebun binatang ini, pengunjung dapat melihat satwa-satwa yang dikurung, burung-burung yang bergerombol di angkasa, zerafah yang bisa dilihat lebih dekat oleh pengunjung, serta rimbunan pohon-pohon rindang yang bisa digunakan untuk bersantai di bawahnya bersama keluarga.

Selain berbagai satwa dan rerimbunan pepohonan di kebun binatang Bandung juga terdapat berbagai jenis permainan anak, seperti perosotan dan jungkat jungkit. Pengunjung juga bisa menaiki perahu serta menunggangi unta dan gajah. Kehadiran unta dan gajah tunggangan bertujuan untuk membangun kedekatan antara binatang dan pengunjung.


12. Saung Angklung Udjo

Saung Angklung Udjo merupakan tempat yang cukup menarik untuk dijadikan tempat wisata. Para wisatawan yang datang ke tempat ini tertarik dengan kesenian dan kebudayaan Sunda. Tempat ini terletak dijalan Padasuka 118, Bandung sebelah timur. Ditempat ini wisatawan dapat melihat pertunjukan angklung yang terbuat dari bambu.

Tahun 1958, Saung Angklung mulai dirintis oleh Udjo Ngalengena (alm) dan istrinya, Ibu Uum Sumiyati (alm) beserta sepuluh putra-putrinya. Mang Udjo, nama sapaannya, memiliki cita-cita yang mulia, yaitu ingin melestarikan kesenian khas Jawa Barat. Atas bantuan dan dorongan dari Daeng Soetigna (guru angklung diantonis Mang Udjo) serta bantuan dari pemerintah Daerah dan pusat, pada Januari 1967 Saung Angklung Udjo resmi didirikan.

Saung Anklung Udjo merupakan sanggar seni tempat pelatihan para pelatih dan pemain, sentra produksi alat-alat musik yang terbuat dari bambu, dan tempat pertunjukan kesenian khas Jawa Barat, seperti wayang golek, rampak gendang, pencak silat, sentra tari, drama Sunda, dan sebagainya.

Fasilitas yang terdapat di Saung Angklung Udjo, di antaranya paseban yang digunakan sebagai tempat pertunjukan dan latihan kesenian budaya Sunda dan latihan kesenian Sunda dan mampu menampung sekitar 500 pengunjung, ada juga tepas atau halaman belakang yang digunakan untuk tempat bermain atau sarapan pagi. Selain itu, ada juga tempat penjualan souvenir, tempat penginapan (Guest House), dan pelataran parkir yang luas sehingga dapat menampung 15 bus pariwisata.


13. Wisata Air Karang Setra

Wisata Air Karang Setra Kota Bandung

Wisata air Karang Setra terletak di Jalan Sirnagalih No. 15 Bandung, berjarak sekitar 6 km dari pusat kota. Untuk menuju wisata air ini, dapat ditempuh melalui Jalan Sukajadi, lalu masuk beberapa puluh meter ke Jalan Sirnagalih.

Pada tahun 1954, Karang Setra diresmikan oleh Presiden RI pertama, yaitu Soekarno. Saat itu, Karang Setra terkenal sebagai kawasan wisata olahraga dengan sebuah kolam renang yang memiliki ukuran paling besar se-Asia Tenggara. Akan tetapi, setelah tahun 1980-an, namanya diganti menjadi Karang Setra Water Park dengan berbagai fasilitas untuk memenuhi kebutuhan pengunjung. Karang Setra Water Park dibangun di atas lahan seluas 6 ha, akan tetapi untuk are kolam renangnya hanya menggunakan lahan sekitar 1,9 ha dan lahan sisanya digunakan untuk membangun hotel dan tempat parkir.

Diarea Karang Setra Water Park ini terdapat enam buah kolam renang dengan berbagai peruntukan, antara lain kolam waterboom atau perosotan raksasa, kolam anak, kolam prestasi, dan kolam naga. Tanaman air ini merupakan salah satu objek wisata keluarga yang paling ramai dan paling diminati, apalagi pada akhir pekan atau hari libur panjang.

Pada saat libur lebaran, tempat ini biasanya dikunjungi oleh tidak kurang dari 12.000 orang. Kolam pantai adalah salah satu objek yang menarik di tempat ini. Di kolam pantai, pengunjung bisa duduk sambil bersantai dan berimajinasi seolah-olah sedang di pantai sungguhan. Efek pasir putih ataupun garis pantai muncul akibat bentuk kolam berubin putih yang cekung dan landai di pinggiran. Rasanya tidak lengkap mengunjungi tempat wisata ini tanpa mencoba waterboom yang memiliki perosotan setinggi 15 meter.

Tempat yang tidak kalah menariknya adalah kolam naga. Keberadaan kolam naga memang sangat diminati oleh para pengunjung. Diberi nama kolam naga karena di kolam itu terdapat patung naga dan Cina. Sementara itu, bagi pengunjung yang membawa anak kecil, sebaiknya menggunakan kolam anak setinggi 50 - 85 cm.

Wisata Air Karang Setra Kota Bandung

Saat ini, kolam yang tersedia hanya dikolam air dingin, namun para pengunjung tidak usah khawatir kedinginan berada di kolam renang air dingin karena pihak pengelola Karang Setra berencana akan membangung kolam khusus air panas untuk melengkapi fasilitas di kolam ini. Untuk masalah kebersihan, pengunjung tidak perlu khawatir airnya tidak bersih karena setiap pukul 17.00 WIB, endapan kotoran di dasar kolam disedot, kemudian airnya diberi kaporit, endapan semalam lalu disaring kembali. Begitu pula dengan sirkulasi airnya yang selalu dijaga setiap hari. 

Demikianlah tentang keindahan objek-objek wisata di daerah Bandung dan sekitarnya, bagi anda yang ingin melihat langsung silakan berkunjung ke kota Kembang Bandung di provinsi Jawa Barat. Terimakasih sudah berkunjung di blog Indoborneonatural ini semoga sukses selalu.

Manyampir Buhaya, Tradisi Memberi Makan Siluman Buaya

Indoborneonatural-Blog---Manyampir Buhaya, Tradisi Memberi Makan Siluman Buaya Pada Masyakarat Banjar Kalimantan Selatan.


Bagi sebagian masyarakat Suku Banjar yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan, mitos tentang buaya siluman (buaya gaib) masih cukup kental dan berkembang secara turun temurun. Bahkan tradisi Manyampir Buhaya atau memberi makan buaya siluman yang berasal dari Kabupaten Tabalong ini kini tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) asal Kalsel di Kemendikbudristek pada 2021.


Salah satu mitos yang ada di tengah masyarakat banjar, khususnya di Kabupaten Tabalong adalah manyampir buhaya," ungkap Kasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tabalong Sulaiman Fauzi.

Manyampir buhaya adalah ritual memberi makan buaya siluman (gaib). Ritual ini secara rutin dan wajib dilaksanakan tiap tahun. Bahkan jika ada hajat tertentu bisa dilaksanakan lebih dari satu kali.


Tradisi manyampir buhaya berhubungan dengan ilmu kesaktian para leluhur. Sedangkan yang memberi makan buaya gaib ini adalah para pewaris atau keturunan, Datu Buaya semacam perjanjian dimana buaya-buaya tersebut harus diberi makanan tertentu dan biasanya pada bulan Muharam dan Dzulhijjah (Safar) atau di waktu-waktu tertentu seperti perkawinan sehabis panen, habis melahirkan, atau hajat penting lainnya.


Manyampir Buhaya, Tradisi Memberi Makan Siluman Buaya Pada Masyakarat Banjar Kalimantan Selatan



"Minimal setahun sekali. Jika tidak, maka buaya-buaya itu bisa meminta korban, atau membuat salah satu ahli waris buaya tersebut kesurupan (kerasukan makhluk gaib), atau mengalami hal-hal yang bersifat metafisik, seperti sakit yang tidak jelas penyebabnya,".


Orang yang bersahabat dengan makhluk gaib ini, maka anak cucunya harus memelihara buaya yang menjadi sahabat orangtuanya dulu secara turun temurun. Kepercayaan masyarakat ini sudah ada sejak berdirinya kerajaan Banjar abad 16 dan masih ada hingga sekarang. Masyarakat yang memiliki hubungan kekerabatan dengan buaya tersebut biasanya manyampir (memberi sesajen) yang dilarung ke sungai.


Kasi Kesenian Bidang Kebudayaan Disdikbud Provinsi Kalimantan Selatan Sunjaya mengatakan asal-usul buaya gaib dalam mitologi masyarakat Banjar itu, ada tiga versi yaitu: sebagai wujud Putri Junjung Buih. Dari asal-usul penemuan Putri Junjung Buih yang aneh mengapung di atas buih, maka dianggap bahwa sang putri adalah titisan buaya gaib.Kemudian mitos tentang Bayi yang menghilang setelah dilahirkan. Zaman dulu ada


Kemudian mitos tentang Bayi yang menghilang setelah dilahirkan. Zaman dulu ada seorang ibu yang hamil dan melahirkan bayi kembar dua. Namun sesaat kemudian, salah satu dari bayi itu menghilang secara misterius. Bayi yang menghilang itu dalam bahasa banjar disebut 'Gampiran' yakni saudara kembar yang gaib.


Bayi kembar gaib ini dipercaya akibat sang ayah melakukan suatu ritual, yang umumnya untuk kekebalan atau kesaktian. Jika suatu waktu si ayah atau keturunannya mengalami suatu bahaya, maka dengan memanggil si anak yang gaib itu, ia akan datang untuk menolongnya.Mitos lainnya adalah Sahabat Gaib Hasil Bertapa. Buaya siluman itu ada pula yang menganggapnya sebagai sahabat gaib hasil bertapa. Sahabat gaib itu bisa datang secara langsung, atau melalui anak kembar yang lahir menghilang secara misterius. Namun sahabat gaib yang datang secara langsung ini bisa melalui 'menelan sesuatu' seperti minyak gaib atau memberikan sesajen kepada siluman yang menemuinya saat bertapa.

CERITA KERA DAN KURA KURA (VERSI DAERAH KALIMANTAN SELATAN)

KERA DAN KURA-KURA

Pada zaman dahulu, tepatnya pada suatu hari terlihat dua sahabat yaitu seekor kura-kura dan seekor kera yang sedang berjalan-jalan di hutan sambil mencari makan mencari. Mereka terus mencari buah-buahan yang sudah matang tetapi mereka belum menemukan buah yang matang. Kera pun kesal dengan keadaan itu.

Kura-kura pun berkata : “Wahai sahabatku, ada sebuah pohon pisang yang sudah matang di seberang pulau sana, tetapi aku tidak bisa memanjat.” Lalu kera pun mengusulkan “Begini saja aku yang memanjat pohon itu dan kau yang membawa ku untuk menyeberangi pulau.” “Baiklah kalau begitu naiklah kau ke punggung ku” kata kura kura.

Sesampainya di sana kera langsung memanjat pohon dan kura-kura menunggu di bawah. Kera memetik pisang dan mencoba satu, dan buah itu sangatlah lezat. Maka timbullah niat buruk kera untuk tidak memberikan makanan itu kepada kura-kura.



Kura kura pun masih menunggu di bawah, lalu terdengar seperti suara barang jatuh. Ternyata kera sahabatnya yang jatuh tergeletak dan sudah tidak bernafas lagi.

Kura kura pun berniat untuk memberikan pelajaran kepada kera kera yang lain, agar tidak culas dan jahat seperti si kera yang mati. Maka diambilnya lah tulang kera itu dan dibuatnya kapur sirih.

Kera kera dikampung itu berebutan untuk membeli kapur sirih itu. Dengan riang gembira kura kura itu pulang sambil menjinjing pisang hasil jualannya.

Dalam perjalanan pulang kura kura pun bernyanyi “hura hura ahuii, hura hura ahuii…kapur kawanya juga….”

Mendengar nyanyia kura kura, para kerapun tersadar mendengarnya sambil menghitung masing masing saudaranya da ternyata kurang seekor. “pasti kura kurang yang telah membunuh saudara kita dan tulangnya ia buat kapur.” Seru kera kera.

Mereka pun mengangkap kura kura itu dan membawanya kesungai untuk ditenggelamkan. “biar mati lemas.” Seur kera kera. Kura kura itu dilempar ke dalam sungai dan para kera kera itu pun kegirangan sambil meloncat loncat di atas pepohonan.

Bukannya mati, kura kura itu malah merasa senang dan segar karena habitanya memang di dalam air. Hingga sampai sekarang kura kura hidup di dalam air dan para kera berloncatan di atas pohon.

Pesan moral cerita : Jangan lah menghianati kepercayaan dan kebaikan orang lain. Dan janganlah berburuk sangka dan menghakimi seseorang tanpa adanya bukti dan fakta yang jelas.



Sumber cerita :

Diadaftasi dari Cerita Kera dan Kura kura

Penulis H. Farurazie

Yang diterbitkan oleh Taman Budaya Kalimantan Selatan, Dinas Pemuda dan Olahraga, kebudayaan dan Pariwisata, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Bekerja sama dengan : Penerbit Pustaka Banua.

DONGENG SANG KANCIL DENGAN BUAYA (CERITA VERSI ASLI MELAYU)

Indoborneonatural----Pada zaman dahulu Sang Kancil adalah merupakan binatang yang dianggap paling cerdik di dalam hutan. Banyak bintang-binatang di dalam hutan datang kepadanya untuk meminta pertolongan apabila mereka menghadapi masalah. Walaupun Sang Kancil menjadi tumpuan bintang-binatang di dalam hutan, tetapi ia tidak pernah menunjukan sikap yang sombong dan angkuh malah selalu sedia membantu pada bila-bila masa saja.

DONGENG SANG KANCIL DENGAN BUAYA (CERITA VERSI ASLI MELAYU)

Suatu hari Sang Kancil berjalan-jalan di dalam hutan untuk mencari makanan. Oleh karena makanan di sekitar kawasan kediamannya telah berkurang Sang Kancil bercadang untuk mencari di luar kawasan kediamannya. Cuaca pada hari tersebut sangat panas, menyebabkan Sang Kancil berasa dahaga karena terlalu lama berjalan, lalu ia berusaha mencari sungai yang berdekatan. Setelah meredah hutan akhirnya kancil berjumpa dengan sebatang sungai yang sangat jernih airnya. Tanpa membuang masa Sang Kancil terus minum dengan sepuas-puasnya. Kedinginan air sungai tersebut telah menghilangkan rasa dahaga Sang Kancil.

Kancil terus berjalan-jaan menyusuri terbing sungai, apabila terasa penat ia berehat sebentar di bawah pohon beringin yang sangat rindang di sekitar kawasan tersebut. Kancil berkata didalam hatinya "Aku mesti bersabar jika ingin mendapat makanan yang lezat-lezat". Setelah kepenatannya hilang, Sang Kancil menyusuri tebing sungai tersebut sambil memakan dedaunan kegemarannya yang terdapat disekitarnya. Apabila tiba di satu kawasan yang agak lapang, Sang Kancil terpandang kebun buah-buahan yang sdang masak ranum di seberang sungai. "Alangkah enaknya jika aku dapat menyeberangi sungai ini dan dapat menikmati buah-buahan tersebut" pikir Sang Kancil.  

Sang Kancil terus berpikir mencari akal bagaimana untuk menyebrangi sungai yang sangat dalam lagi deras arusnya. Tiba-tiba Sang Kancil terpandang sang buaya yang sedang asik berjemur di tebing sungai. Sudah menjadi kebiasaan buaya apabila hari panas ia suka berjemur untuk mendapat cahaya matahari. Tanpa berlengah-lengah lagi kancil terus menghampiri buaya yang sedang berjemur lalu berkata, "Hai Sahabatku Sang Buaya, apa kabar kamu hari ini?" Buaya yang sedang menikmati cahaya matahari terus membuka mata dan didapati Sang Kancil yang menegurnya tadi "Kabar baik sahabatku Sang Kancil." Sambung buaya lagi "Apakah yang menyebabkan kamu datang ke mari?" Sang Kancil menjawab "Akum membawa khabar gembira untuk kamu" mendengar kata-kata Sang Kancil, Sang Buaya tidak sabar lagi ingin mendengar kabar yang dibawa oleh Sang Kancil, lalu Sang Buaya berkata "Ceritakan kepadaku apakah yang engkau hendak sampaikan." 

Kancil berkata "Aku diperintahkan oleh Raja Sulaiman supaya menghitung jumlah buaya yang terdapat di dalam sungai ini karena Raja Sulaiman sudah menggerunkan semua binatang karena Nabi Sulaiman telah diberi kebesaran oleh Allah untuk memerintahkan semua makhluk di muka bumi ini. "Baiklah kamu tunggu di  sini, aku akan turun ke dasar sungai untuk memanggil semua kawan aku! kata Sang Buaya. Sementara itu Sang Kancil sudah berangan-angan untuk menikmati buah-buahan. Tidak berapa lama kemudian semua byaya yang berada di dasar sungai berkumpul di tebing sungai. Sang Kancil berkata, " Hai buaya sekalian, aku telah diperintahkan oleh Nabi Sulaiman supaya menghitung jumlah kamu semua karena Nabi Sulaiman akan memberi hadiah yang istimewa pada hari ini." Kata Kancil lagi, "Berbarislah kamu mengitari sungai mulai dari tebing sebelah sini hingga ke tebing sebelah sana."

DONGENG SANG KANCIL DENGAN BUAYA (CERITA VERSI ASLI MELAYU)


Oleh karena perintah tersebut adalah datangnya dari Nabi Sulaiman semua buaya segera beratur tanpa membantah. Kata Buaya tadi "Sekarang hitunglah, kami sudah bersedia." Sang Kancil mengambil sepotong kayu yang berada di situ lalu melompat ke atas buaya yang pertama di tepi sungai dan ia mulai menghitung dengan menyebut "Satu dua tiga lekuk, jantan betina aku ketuk" sambil mengetuk kepala buaya begitulah sehingga kancil berjaya menyebrang sungai. Apabila sampai di tebing sana kancil terus melompat ke atas tebing sungai sambil bersorak kegembiraan dan berkata. "Hai Buaya-buaya sekalian, tahukah kamu bahwa aku telah menipu kamu semua dan tidak ada hadiah yang akan diberikan oleh Nabi Sulaiman."

Mendengar kata-kata Sang Kancil, semua buaya berasa marah dan malu karena mereka telah ditipu oleh kancil. Mereka bersumpah tidak akan melepaskan Sang Kancil apabila bertemu pada masa yang akan datang. Dendam buaya tersebut terus membara hingga hari ini. Sementara itu Sang Kancil terus melom,pat kegembiraan dan terus meninggalkan buaya-buaya tersebut dan menghilang diri di dalam kebun buah-buahan untuk menikmati buah-buahan yang sedang masak ranum itu.


Sekian


PENGERTIAN DAN ASAL MUASAL BATU AKIK DI INDONESIA

Indoborneonatural----Seperti kita ketahui batu akik yang merupakan batu mulia sangat digemari di Indonesia. Batu Mulia adalah batu yang dimuliakan, meliputi segala jenis batuan, mineral dan bahan mentah alam lainnya yang setelah diolah atau diproses memiliki keindahan dan ketahanan yang memadai untuk dipakai sebagai barang perhiasan.


Cincin Batu akik


 Sebagaimana halnya intan sebagai bahan mentah dan berlian setelah intan diproses, maka batu Mulia sebagah bahan mentah setelah diproses menjadi perhiasan disebut sebagai batu permata. 

Batu Permata mulia
Gambar Batu Permata Mulia - Foto Pixabay.com


Dalam kaitannya dengan batu permata, dikenal istilah batu permata mulia atau Precious Stone yang diwakili oleh intan (diamond), merah delima (ruby), safir (Sapphire), dan zamrud (emerald), dan batu permata setengah mulia atau semi precious stone seperti antara lain giok, kecubung, opal, krisokola, krisopras, kalsedon, serpentin, fluorit, batu satam atau kelulut, dan lain-lain. Istilah Batu Akik yang sangat populer di Indonesia sebenarnya merupakan terjemahan dari kata Agete dala bahasa Inggris yaitu salah satu anggota dari kelompok batu permata setengah mulia. 

Menurut Cally Hall dalam bukunya berjudul "Gemstones" (tahun 2002), dari lebih 3.000 jenis mineral, tidak lebih dari 100 jenis yang dapat diketegorikan sebagai Batu Mulia. Batu Mulia ini adalah batu yang dianggap berharga dan memiliki nilai jual dan memiliki nilai estetika yang tinggi.

Secara geologi Batu permata adalah batu mineral yang terbentuk dari proses geologi. Unsur batu permata terdiri dari satu atau gabungan beberapa komponen kimia. Berlian sendiri merupakan salah satu jenis batu permata. Permata juga harus melewati proses pemolesan sebelum digunakan untuk perhiasan.

Secara mendasar, tidak semua bebatuan dapat disebut sebagai batu permata. Sebuah batu untuk dapat dikategorikan sebagai permata harus memenuhi beberapa syarat tertentu. Batu tersebut antara lain harus memiliki ketahanan, keindahan, dan kelangkaan.

Ada banyak batu permata yang tersedia di pasaran dan diklasifikasikan menurut kekerasannya yang dihitung menurut skala Mohs. Tingkat kekerasan batu permata paling tinggi dalam skala ini bernilai 10, dan ini dimiliki oleh batu berlian yang terkenal sangat berharga mahal.

Jenis Batu Akik
Jenis-Jenis Batu akik di Indonesia


Batu Mulia di Indonesia

Indonesia sebagai negara nusantara yang juga merupakan negara kepulauan, terdiri dari berbagai pulau besar dan kecil sejak lebih dari 400 juta tahun yang lalu telah dilanda kegiatan tektonik dan letusan gunung api yang dibarengi dengan naiknya cairan magma ke permukaan bumi sembari membawa mineral berharga termasuk batu mulianya, maka Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya raya akan potensi mineral dan batu mulianya. Kekayaan ini yang terkenal di seluruh provinsi di Indonesia.

Dari perkembangan batu akik dan batu mulia di Indonesia, ditemukan Varian-varian baru Batu Mulia di beberapa pelosok tanah air, antara lain :

Giok Nefrit di Provinsi Aceh, Idokras di Sumatera Barat dan juga di Aceh, Krisokola Kuarsa di kepulauan Bacan, Krisopras di Garut,  Jawa Barat, Turmalin dan kuarsa mawar di Bangka Barat, Opal api di Wonogiri, Jawa Tengah, dan yang terakhir merah delima atau ruby dalam mineral Zoisite di wilayah kota Palu, Sulawesi Tengah, dan lain sebagainya.

Bertebaran beragam jenis batu akik dan batu mulia diseluruh nusantara. Ini menjadi salah satu kekayaan dan aset yang sangat berharga jika dikembangkan dan dilestarikan dengan pengelolaan kerajinan yang profesional. Di Indonesia sendiri, terdapat berbagai jenis batu akik yang menjadi idola dari kolektor dan penggemar batu permata dunia. Jenis-jenis batu akik tersebut diklaim dapat ditemukan di seluruh penjuru Tanah Air.

Baca juga cara merawat Batu Permata dan Batu Akik di sini !! 

Demikian artikel singkat tentang pengertian dan asal muasal batu akik di Indonesia. Semoga bermanfaat. Terimakasih.

Cari Artikel