Home » , , , » ASAL MUASAL MONYET BEKANTAN (NASALIS LARVATUS)

ASAL MUASAL MONYET BEKANTAN (NASALIS LARVATUS)

Sebuah mitos yang berkembang di masyarakat kalimantan selatan tempo dulu dah diceritakan turun temurun hingga sekarang adalah cerita tentang Monyet bekantan merupakan jelmaan Orang Belanda. Hah apa hubungannya monyet dengan bule belanda ini?. Ceritanya, pada jaman dahulu penjajah Belanda tersebut mau menyerang kerajaan Banjar, ketika kapal belanda memasuki Sungai Martapura, mereka dihadang oleh pejuang Banjar. Karena kalah senjata, para pejuang hampir mengalami kekalahan, tetapi para pejuang yang tersisa berdoa memohon pertolongan kepada Tuhan. Ternyata doa para pejuang ini dikabulkan Tuhan dengan menenggelamkan kapal Belanda tersebut.

Penjajah Belanda yang di dalamnya pun ikut tenggelam, dan tak lama kapal yang karam tersebut dipenuhi oleh pepohonan dan terbentuk pulau. Dan tanpa ada yang tahu, ternyata ada binatang semacam kera yang mempunyai hidung besar, berwarna Oranje, dan bermuka besar seperti layaknya orang Belanda. Maka disebutlah Bekantan atau Kera Belanda. 

Bekantan atau biasa disebut Monyet Belanda merupakan satwa endemik Pulau Kalimantan (Indonesia, Brunei, dan Malaysia). Bekantan merupakan sejenis kera yang mempunyai ciri khas hidung yang panjang dan besar dengan rambut berwarna coklat kemerahan. Dalam bahasa ilmiah, Bekantan disebut Nasalis larvatus.

Ciri-ciri dan Habitat Bekantan adalah Hidung panjang dan besar pada Bekantan (Nasalis larvatus) yg hanya dimiliki oleh spesies jantan. Kera betina lebih memilih jantan dengan hidung besar sebagai pasangannya.

Bekantan atau dalam nama ilmiahnya Nasalis larvatus adalah sejenis monyet berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat, (Nasalis larvatus) hidup secara berkelompok. Masing-masing kelompok dipimpin oleh seekor Bekantan jantan yang besar dan kuat. Biasanya dalam satu kelompok berjumlah sekitar 10 sampai 30 ekor. Sistem sosial bekantan pada dasarnya adalah One-male group, yaitu satu kelompok terdiri dari satu jantan dewasa, beberapa betina dewasa dan anak-anaknya. Selain itu juga terdapat kelompok all-male, yang terdiri dari beberapa bekantan jantan. Jantan yang menginjak remaja akan keluar dari kelompok one-male dan bergabung dengan kelompok all-male. Hal itu dimungkinkan sebagai strategi bekantan untuk menghindari terjadinya inbreeding. Bekantan juga dapat berenang dengan baik, kadang-kadang terlihat berenang dari satu pulau ke pulau lain. Untuk menunjang kemampuan berenangnya, pada sela-sela jari kaki bekantan terdapat selaputnya. Selain mahir berenang bekantan juga bisa menyelam dalam beberapa detik, sehingga pada hidungnya juga dilengkapi semacam katup.

Kelompok Monyet Bekantan

Satwa yang dilindungi ini lebih banyak menghabiskan waktu di atas pohon. Walaupun demikian Bekantan juga mampu berenang dan menyelam dengan baik, terkadang terlihat berenang menyeberang sungai atau bahkan berenang dari satu pulau ke pulau lain. Untuk menunjang kemampuan berenangnya, pada sela-sela jari kaki bekantan terdapat selaput. Selain mahir berenang bekantan juga bisa menyelam.

Seekor Bekantan betina mempunyai masa kehamilan sekitar166 hari atau 5-6 bulan dan hanya melahirkan 1 (satu) ekor anak dalam sekali masa kehamilan. Anak Bekantan ini akan bersama induknya hingga menginjak dewasa (berumur 4-5 tahun). 

Perlu juga diketahui Bekantan ini temasuk binatang yang unik dalam hal makan, dia mempunyai selera makan kelas tinggi. Contohnya bekantan hanya mau makan makanan buah atau daun-daunan yang masih segar saja.

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Bekantan
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/bekantan-belanda-dari-singapura
http://alamendah.wordpress.com/2010/01/06/bekantan-si-hidung-panjang-dari-kalimantan/

0 komentar:

Kotak Pencarian


Powered by Blogger.