NAMA DAN PROFIL LENGKAP PROVINSI SUMATERA BARAT (SUMBAR)

Indoborneonatural---Provinsi di Indonesia, Sumatera Barat (SUMBAR) Ibukota nya adalah Padang;
Sumatera Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Sumatera dengan Padang sebagai ibu kotanya. Sesuai dengan namanya, wilayah provinsi ini menempati sepanjang pesisir barat Sumatera bagian tengah dan sejumlah pulau di lepas pantainya seperti Kepulauan Mentawai. Dari utara ke selatan, provinsi dengan wilayah seluas 42.297,30 km² ini berbatasan dengan empat provinsi, yakni Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Bengkulu.

Sumatera Barat berpenduduk sebanyak 4.846.909 jiwa dengan mayoritas beretnis Minangkabau yang seluruhnya beragama Islam. Provinsi ini terdiri dari 12 kabupaten dan 7 kota dengan pembagian wilayah administratif sesudah kecamatan di seluruh kabupaten (kecuali kabupaten Kepulauan Mentawai) dinamakan sebagai nagari. (Wikipedia.org)

Berdiri : 3 Juli 1958
Dasar Hukum : UU 61/1958
Letak : Pulau Sumatera ( 1ºLU-4ºLS dan 98º-102ºBT )
Tanda Plat Nomor Kendaraan : BA
Luas Wilayah : 425.75 km²
Bandar Udara : Tabing, sekarang menjadi Bandara Internasional Minangkabau (BIM)
Pelabuhan Laut : Teluk Bayur
Pahlawan : Teuku Imam Bonjol, Abdul Muis, M.Hatta, H.Agus Salim, Sutan Syahrir, Hj. Rasuna Said, Prof. Muhammad Yamin. dll

Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta : Universitas Andalas (UNAND), IKIP Padang, IAIN Imam Bonjol

Makanan Khas Daerah : Rendang Padang, Lepat ketan, Gulai Pangek, Paniaram, Daging Asam Padeh, Ayam bakar Padang,dendeng balado, sate padang dll.

Obyek Wisata : Museum Adityawarman, Jam Gadang dan Benteng Fort de Kock, Goa Jepang, Taman Siti Nurbaya, Kepulauan Mentawai, Pantai Air Panas, Danau Maninjau, Danau Singkarak,
Lembah Harau, Lembah Anai, Krang Tirta, Puncak Lawang, dll.

Peninggalan Sejarah : 
1. Batu Nisan Raja Adityawarman di Limokaum Batusangkar, bertuliskan tahun 1356.
2. Patung Adityawarman ditemukan oleh pemerntah Hindia Belanda di Padangrocok dekat sungai Lansek, yang saat ini disimpan di Museum Nasional Jakarta.
3. Prasasti Besar Pagaruyung, di dapatkan  di bukit Gombak bertahun 1356.
4. Prasasti Adityawarman dari Suroaso ( Batusangkar ).

Industri dan Pertambangan : Semen Padang, Tenun, Timah, Batubara,dan Granit.

Tarian Tradisional : Tari Baralek Gadang, Tari Indang Minangkabau, Tari Rantak Minangkabau, Tari Galombang Minangkabau, Tari Piring Kubu Durian Padang, Tari Pasambahan Minang, Tari Indang Badinding,Tari Sabalah Sumatera Barat, Tari Payuang Padang, Tari Alang Babega Minangkabau, Tari Ambek Ambek Koto Anau Sumatera Barat, Tari Lilin, Tari Kain Pasisia Salatan, Tari Selendang Minangkabau, Tari Barabah Minangkabau, Tari Galombang Pasambahan, Tari Panen, Tari Rancak Minangkabau, Tari Tudung Saji Minangkabau, Tari Rancak Di Nan Jombang, Tari Payung Duo

Rumah Adat : Rumah Gadang
Senjata Tradisional :Karih, Kerambit (di Minang disebut kurambiak/karambiak), Belati, Tombak, Ruduih, Piarit
Lagu Daerah : Ayam Den Lapeh, Barek Solok, Dayung Palinggam, Kambanglah Bungo, Kampuang Nan Jauh Di Mato, Ka Parak Tingga, Malam Baiko, Kampuang nan Jauh di Mato, Kambanglah Bungo, Indang Sungai Garinggiang, Rang Talu
Suku : Minangkabau, Melayu, dan Mentawai, Tanjung Kato, Panyali, Caniago, Sikumbang, dan Gusci
Bahasa Daerah : Minang
Pakaian Adat : Batu Sangkar, Pakaian Penghulu, Pakaian Adat Bundo Kanduang, Baju Kurung. Lambak Ampek


Identitas Daerah : Flora : Pohon Andalan (Morus Macroura), Fauna : Kuau Besar (Agusianusargus)

Alat Musik Tradisional : SALUANG (sumber bunyi : Aerofon, DITIUP SERTA TERDAPAT LUBANG YANG DIMAINKAN DENGAN JARI SEBAGAI PENGATUR NADA), Talempong.

Julukan : Kota Tercinta 

NAMA DAN PROFIL LENGKAP PROVINSI SUMATERA UTARA (SUMUT)

Indoborneonatural----Provinsi di Indonesia, Sumatera Utara (SUMUT) Ibukota nya adalah Medan;

Sumatera Utara adalah sebuah provinsi yang terletak di Pulau Sumatera, Indonesia dan beribukota di Medan. Provinsi Sumatera Utara terletak pada 1° - 4° Lintang Utara dan 98° - 100° Bujur Timur, Luas daratan Provinsi Sumatera Utara 72.981,23 km². Sumatera Utara pada dasarnya dapat dibagi atas: Pesisir Timur, Pegunungan Bukit Barisan, Pesisir Barat, Kepulauan Nias

Pesisir timur merupakan wilayah di dalam provinsi yang paling pesat perkembangannya karena persyaratan infrastruktur yang relatif lebih lengkap daripada wilayah lainnya. Wilayah pesisir timur juga merupakan wilayah yang relatif padat konsentrasi penduduknya dibandingkan wilayah lainnya. Pada masa kolonial Hindia-Belanda, wilayah ini termasuk residentie Sumatra's Oostkust bersama provinsi Riau.

Di wilayah tengah provinsi berjajar Pegunungan Bukit Barisan. Di pegunungan ini terdapat beberapa wilayah yang menjadi kantong-kantong konsentrasi penduduk. Daerah di sekitar Danau Toba dan Pulau Samosir, merupakan daerah padat penduduk yang menggantungkan hidupnya kepada danau ini.

Pesisir barat merupakan wilayah yang cukup sempit, dengan komposisi penduduk yang terdiri dari masyarakat Batak, Minangkabau, dan Aceh. Namun secara kultur dan etnolinguistik, wilayah ini masuk ke dalam budaya dan Bahasa Minangkabau.(Wikipedi.org)

Berdiri : 7 Desember 1959
Dasar Hukum : UU 24/1956
Letak : Pulau Sumatera ( 1º-5ºLU dan 97º-101ºBT )
Tanda Plat Nomor Kendaraan : BB (Tapanuli) dan BK (Sumatera Utara)
Luas Wilayah : 71.680 km²
Bandar Udara : Polonia ( Medan )
Pelabuhan Laut : Belawan ( Medan )
Pahlawan : Si Singamangaraja XII, Kyai Haji Zainul Arifin, Dr. F. Lumban Tobing, Teungku Amir Hamzah, Mayjen Anumerta DI Panjaitan.

Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta : Universitas Negeri Medan, Universitas Sumatera Utara(USU), IAIN Sumatera Utara, IKIP Medan

Makanan Khas Daerah : Lalamak, Sagsang, Bika Ambon, Tasak Telu, Anyang, Gulai Tumbuk Daun Singkong, Mie Keling, Palai Bada Sibolga,dll

Obyek Wisata : Istana Maimun, Mesjid Raya Medan, Danau Toba, Pulau Nias, Taman Wisata Sikundur, Museum Perjuangan Bukit Barisan, Museum Daerah Sumatera Utara, Pantai Cermin, Kebun Binatang.

Peninggalan Sejarah :
1. Biaro Bahal, ditemukan di Padang Sidempuan.
2. Istana Maimun atau Istana Deli.
3. Candi Portibi peninggalan dari Kerajaan Hindu Panai yang memerintah sekitar tahun 1039.
4. Benteng yang dibangun pada masa Kerajaan Majapahit di tahun 1365.
5.Makam Batu Raja-Raja Batak.

Industri dan Pertambangan : Minyak Bumi, Kertas, Tekstil, Ban Mobil.

Tarian Tradisional : Tari Serampang Dua Belas,Tari Tor Tor, Tari Terang Bulan (Karo) Tari Maena (Nias), Tari Pesta Gembira, Tari Karo Lima Serangkai, Tari Kuala Deli Tanjung Katung Medan, Tari Dembas Simenguda Tapanuli, Tari Kemuliaan Man Dibata Karo, Tari Bolo-Bolo Karo, Tari Begu Deleng Sumatera Utara, Tari Ngari-ngari Karo.  

Rumah Adat : Rumah Bolon
Senjata Tradisional : Piso Surit, Hujur, Podang, Belati, Piso Gaja Dompak.
Lagu Daerah : Anju Ahu, Bungo Bangso, Cikala Le Pongpong, Bungo Bangso, Butet, Dago Inang Sarge, Lisoi, Madekdek Magambiri, Mariam Tomong, Nasonang Dohita Nadua, Rambadia, Sengko-Sengko, Siboga Tacinto, Sinanggar Tulo, Sing Sing So, Tapian Nauli
Suku : Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Fakfak, Batak Angkola, Batak Toba, Melayu, Nias, Batak Mandailing, dan Maya-maya
Bahasa Daerah : Batak

Pakaian Adat : Karo dan Ulos 
Ulos dianggap oleh masyarakat suku Batak Karo sebagai ajimat yang mempunyai daya magis tertentu. 

Identitas Daerah : Flora : Bunga Kenanga (Canaga Odorata), Fauna : Beo Nias (Gacula Religiusa Robusta)

Alat Musik Tradisional : ARAMBA (sumber bunyi : Ideofon, DIPUKUL DENGAN MENGGUNAKAN PEMUKUL KHUSUS),Doli-doli, Faritia, Garantung, Gonrang, Hapetan, Kendang Melayu, Gedumba atau Marwas

Julukan : Kota Melayu Deli

NAMA DAN PROFIL LENGKAP PROVINSI NANGGRO ACEH DARUSSALAM (NAD)

Indoborneonatural----Provinsi di Indonesia, Nanggro Aceh Darussalam (NAD) Ibukota nya adalah Banda Aceh;


Aceh (/ˈɑːtʃeɪ/; [ʔaˈtɕɛh]) adalah sebuah provinsi di Indonesia. Aceh terletak di ujung utara pulau Sumatera dan merupakan provinsi paling barat di Indonesia. Ibu kotanya adalah Banda Aceh. Jumlah penduduk provinsi ini sekitar 4.500.000 jiwa. Letaknya dekat dengan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India dan terpisahkan oleh Laut Andaman. Aceh berbatasan dengan Teluk Benggala di sebelah utara, Samudra Hindia di sebelah barat, Selat Malaka di sebelah timur, dan Sumatera Utara di sebelah tenggara dan selatan.


Aceh dianggap sebagai tempat dimulainya penyebaran Islam di Indonesia dan memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Asia Tenggara. Pada awal abad ke-17, Kesultanan Aceh adalah negara terkaya, terkuat, dan termakmur di kawasan Selat Malaka. Sejarah Aceh diwarnai oleh kebebasan politik dan penolakan keras terhadap kendali orang asing, termasuk bekas penjajah Belanda dan pemerintah Indonesia. Jika dibandingkan dengan dengan provinsi lainnya, Aceh adalah wilayah yang sangat konservatif (menjunjung tinggi nilai agama). Persentase penduduk Muslimnya adalah yang tertinggi di Indonesia dan mereka hidup sesuai syariah Islam. Berbeda dengan kebanyakan provinsi lain di Indonesia, Aceh memiliki otonomi yang diatur tersendiri karena alasan sejarah.

Aceh memiliki sumber daya alam yang melimpah, termasuk minyak bumi dan gas alam. Sejumlah analis memperkirakan cadangan gas alam Aceh adalah yang terbesar di dunia.[9] Aceh juga terkenal dengan hutannya yang terletak di sepanjang jajaran Bukit Barisan dari Kutacane di Aceh Tenggara sampai Ulu Masen di Aceh Jaya. Sebuah taman nasional bernama Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) didirikan di Aceh Tenggara.


Aceh adalah daratan yang paling dekat dengan episentrum gempa bumi Samudra Hindia 2004. Setelah gempa, gelombang tsunami menerjang sebagian besar pesisir barat provinsi ini. Sekitar 170.000 orang tewas atau hilang akibat bencana tersebut. Bencana ini juga mendorong terciptanya perjanjian damai antara pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Aceh pertama dikenal dengan nama Aceh Darussalam (1511–1959), kemudian Daerah Istimewa Aceh (1959–2001), Nanggroë Aceh Darussalam (2001–2009), dan terakhir Aceh (2009–sekarang).Sebelumnya, nama Aceh biasa ditulis Acheh, Atjeh, dan Achin(Wikipedia.org)

Berdiri :7 Desember 1959
Dasar Hukum : UU 24/1956
Letak :Pulau Sumatera ( 2º-6ºLU dan 95º-99ºBT )
Tanda Plat Nomor Kendaraan : BL
Luas Wilayah : 57.365,57 km².
Bandar Udara : Sultan Iskandar Muda (Blang Bintang - Banda Aceh)
Pelabuhan Laut : Balohan (Sabang)
Pahlawan : Teuku Umar, Cut Nyak Dhien, Teuku Cik Di Tiro, Teuku Nyak Arief, Sultan Iskandar Muda,dll.

Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta : Universitas Syah Kuala (UNSYIAH),Universitas Iskandar Muda (UNIDA) Universitas Muhammadiyah (UNMUHA), IAIN Ar-Raniry, Universitas Malikussaleh
(Lhokseumawe), Universitas Abulyatama (Kota Baro, Aceh Besar), Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan (STIK), Politeknik Negeri Lhokseumawe

Makanan Khas Daerah : Timpan, Masak udang cumi, Gulai Aceh,Daging masak pedas,
Korma kambing, Sie Reubeouh cuka, Gulai kepala ikan, Meuseukat, Kanji Rumbi,dll.

Obyek Wisata : Taman Nasional Gunung Leuser, Mesjid Raya Baiturrahman, Taman Laut Pulau Rubiah, Danau Anuek Laot, Iboih, Bekas Kerajaan Samudera Pasai, Pemandian Air Panas Simpang Balek, Taman Putroe Phang, Pinto Khop, Danau Laut Tawar, Perpustakaan Islam Tanah Abee (khusus menyimpan buku-buku Islam), Museum Negeri Banda Aceh, Gunongan (sebuah bangunan yang merupakan gunung buatan), Benteng Indrapatra dll.

Peninggalan Sejarah :  
  1. Kherkoff, Kuburan Belanda yang membuktikan perlawanan rakyat Aceh terhadap penjajahan Belanda.
  2. Makam Sultan Iskandar Muda, yang merupakan simbol kejayaan dari Kerajaan Aceh pada masa lalu.

Industri dan Pertambangan : Pabrik Semen Andalas, Pupuk AAF, Minyak,Emas, dan Perak.

Tarian Tradisional : Tari Seudati, Tari Saman, Tari Ranup Lam Puan, Tari Meuseukat, Tari Kipah Sikarang Aceh, Tari Aceh Gempar, Tari Mulia Ratep Aceh, Tari Rapai Geleng Aceh, Tari Turun Kuaih Aunen Aceh, Tari Bungong Seulanga Aceh, Tari Seudati Ratoh Aceh, Tari Nayak Padi Aceh, Tari Saman Jaton Aceh, Tari Kipah Sitangke Aceh, Tari Dodaidi Aceh, Tari Likok Puloe Aceh, Tari Didong Gayo Aceh, Tari Tarek Pukat Aceh, Tari Aceh Ek U Gle, Tari Aceh Dara Meukipah Tari Aceh Top Pade. 

Rumah Adat : Rumoh Aceh, Rumah Krong Pade atau Berandang
Senjata Tradisional : Rencong, Sikin Panyang, Klewang dan Peudeung oon Teubee.
Lagu Daerah :Bungong Jeumpa, Lembah Alas, Piso Surit, Sepakat Segenap.
Suku : Aceh, Gayo, Alas, Kluet, Melayu Tamiang, Haloban, Devayan, Sigulai, Julu, Singkil, Aneuk Jamee, Simelue, dan Pulau
Bahasa Daerah : Aceh Gayo, Alas, Aneuk Jamee, Tamiang, Devayan, Simeulue.
Pakaian Adat : Pidie dan Pakaian Adat Tradisional Ulee Balang
Pakaian adat tradisional Aceh biasa adalah Ulee Balang, pakaian tersebut biasanya digunakan oleh para raja dan keluarganya.

Identitas Daerah : Flora : Bungong Jeumpa (Michelia Champaca), Fauna : Cicimpala Kuning (copsychus pyrropygus)

Alat Musik Tradisional : SERUNE KALEE (sumber bunyi : Aerofon, DITIUP SERTA TERDAPAT LUBANG YANG DIMAINKAN DENGAN JARI SEBAGAI PENGATUR NADA),Canang, Geunderang, Gong, Rapa-ii, Rifai

Julukan : Kota Serambi Mekkah.


Source:
https://id.wikipedia.org/ 
https://laskarpelangianakbangsa.blogspot.co.id/
https://semuatentangprovinsi.blogspot.co.id/

INILAH NAMA DAN PROFIL LENGKAP 34 PROVINSI di NUSANTARA - INDONESIA

Indoboneonatural---Indonesia yang merupakan negara kepulauan memiliki aneka ragam budaya dan adat istiadat masyarakatnya. Kemajemukan dan keberagaman penduduk Indonesia menjadikan negara ini mempunyai perbedaan dari segi adat istiadat dan pola-pola perilaku sosial-budaya masyarakat. Tetapi walaupun berbeda-beda Indonesia tetap satu jua sebagai nusantara, Bhineka Tunggal Ika.





Berikut ini adalah nama-nama dan profil lengkap 34 Provinsi yang ada di Nusantara, Indonesia negara yang kita cintai ini; 


1. Provinsi Nanggro Aceh Darussalam (NAD) Ibukota nya adalah Banda Aceh 
    (Lihat Selengkapnya di sini !!)

2. Provinsi Sumatera Utara (SUMUT) Ibukota nya adalah Medan
    (Lihat Selengkapnya di sini !!)

3. Provinsi Sumatera Barat (SUMBAR) Ibukota nya adalah Padang
    (Lihat Selengkapnya di sini !!)

4. Provinsi Riau Ibukota nya adalah Pekan Baru
    (Lihat Selengkapnya di sini !!)

5. Provinsi Kepulauan Riau Ibukota nya adalah Tanjung Pinang
    (Lihat Selengkapnya di sini !!)

6. Provinsi Jambi Ibukota nya adalah Jambi
    (Lihat Selengkapnya di sini !!)


7. Provinsi Sumatera Selatan (SUMSEL) Ibukota nya adalah Palembang
    (Lihat Selengkapnya di sini !!)

8. Provinsi Bangka Belitung (BABEL) Ibukota nya adalah Pangkal Pinang
    (Lihat Selengkapnya di sini !!)


9. Provinsi Bengkulu Ibukota nya adalah Bengkulu
    (Lihat Selengkapnya di sini !!)

10. Provinsi Lampung Ibukota nya adalah Bandar Lampung
      (Lihat Selengkapnya di sini !!)

11. Provinsi DKI Jakarta Ibukota nya adalah Jakarta
      (Lihat Selengkapnya di sini !!)

12. Provinsi Jawa Barat (JABAR) Ibukota nya adalah Bandung
      (Lihat Selengkapnya di sini !!)

13. Provinsi Banten Ibukota nya adalah Serang
      (Lihat Selengkapnya di sini !!)

14. Provinsi Jawa Tengah (JATENG) Ibukota nya adalah Semarang
      (Lihat Selengkapnya di sini !!)

15. Provinsi Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta Ibukota nya adalah Yogyakarta
      (Lihat Selengkapnya di sini !!)

16. Provinsi Jawa Timur (JATIM) Ibukota nya adalah Surabaya
      (Lihat Selengkapnya di sini !!)

17. Provinsi Bali Ibukota nya adalah Denpasar
      (Lihat Selengkapnya di sini !!)

18. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Ibukota nya adalah Mataram
      (Lihat Selengkapnya di sini !!)

19. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Ibukota nya adalah Kupang
      (Lihat Selengkapnya di sini !!)

20. Provinsi Kalimantan Barat (KALBAR) Ibukota nya adalah Pontianak
      (Lihat Selengkapnya di sini !!)

21. Provinsi Kalimantan Tengah (KALTENG) Ibukota nya adalah Palangkaraya
      (Lihat Selengkapnya di sini !!)

22. Provinsi Kalimantan Selatan (KALSEL) Ibukota nya adalah Banjarmasin
      (Lihat Selengkapnya di sini !!)

23. Provinsi Kalimantan Timur (KALTIM) Ibukota nya adalah Samarinda  
      (Lihat Selengkapnya di sini !!)
24. Provinsi Sulawesi Utara (SULUT) Ibukota nya adalah Manado
(Lihat Selengkapnya di sini !!)

25. Provinsi Sulawesi Barat (SULBAR) Ibukota nya adalah Kota Mamuju
      (Lihat Selengkapnya di sini !!)

26. Provinsi Sulawesi Tengah (SULTENG) Ibukota nya adalah Palu
      (Lihat Selengkapnya di sini !!)

27. Provinsi Sulawesi Tenggara (SULTRA) Ibukota nya adalah Kendari
      (Lihat Selengkapnya di sini !!)

28. Provinsi Sulawesi Selatan (SULSEL) Ibukota nya adalah Makassar
      (Lihat Selengkapnya di sini !!)

29. Provinsi Gorontalo Ibukota nya adalah Gorontalo
      (Lihat Selengkapnya di sini !!)

30. Provinsi Maluku Ibukota nya adalah Ambon
      (Lihat Selengkapnya di sini !!)

31. Provinsi Maluku Utara Ibukota nya adalah Ternate sekarang Sofifi
      (Lihat Selengkapnya di sini !!)

32. Provinsi Papua Barat Ibukota nya adalah Kota Manokwari
      (Lihat Selengkapnya di sini !!)

33. Provinsi Papua Ibukota nya adalah Jayapura
      (Lihat Selengkapnya di sini !!)

34. Provinsi Kalimantan Utara (KALTARA)Ibukota nya adalah Tanjung Selor
      (Lihat Selengkapnya di sini !!)



NAMA PROVINSI DARI HASIL PEMEKARAN

1.Provinsi Kepulauan Riau
2.Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
3.Provinsi Banten
4.Provinsi Gorontalo
5.Provinsi Maluku Utara
6.Provinsi Papua Barat
7.Provinsi Kalimantan Utara (25-10-2012)


Sumber Gambar : 
http://www.gambarcantik.com/2015/05/gambar-peta-indonesia.html

FENOMENA BATU PONARI DARI KACAMATA ARKEOLOGI BATU MULIA

Indoborneonatural----Masih lekat dalam pikiran kita tentang hebohnya fenomena pengobatan seorang bocah yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit hanya dengan rendaman batu yang ada ditangannya. Batu Ponari demikian orang-orang menyebutnya menganggap ada keistimewaan dan kesaktian dalam Batu temuan bocah yang sempat berurusan dengan petir dan gledek yang hampir mengenai tubuhnya. Jika dibicarakan fenomena ini dengan hubungannya dalam dunia batu mulia maka kita bisa melihat sebuah judul The Magic Stone Of Ponari yang masih penuh misteri dan tanda tanya. Batu yang disebut langsung oleh Ponari dengan batu petir ini hanya segenggaman tangan. Bentuknya agak lonjong dengan warna kehijauan. Bentuk dan ukurannya disebut tidak berubah sejak ditemukan Ponari awal 2009 silam.

Berdasarkan beberapa foto yang beredar di internet yang diunggah diberbagai media sosial, terlihat adanya bekas pengupaman, dapat dipastikan bahwa batu Ponari tersebut jenisnya memang beliung persegi. Ada foto batu Ponari yang menunjukan suatu bentuk simetris yang bagian tengahnya berlobang. Bentuk semacam ini biasanya merupakan ciri khas dari batu kalsedon atau agate-batu akik yang sering memiliki struktur simetris dengan bagian tengah yang berlobang (geode). Di dinding bagian dalam dari lobang tersebut sering ditemukan kristal-kristal kuarsa berukuran mini (lebih kecil dari ukuran gula pasir) yang lazim disebut sebagai drusy quartz. 

BATU AJAIB PONARI DALAM KONTEKS ILMU BATU MULIA

Foto kedua yang menunjukan batu Ponari diambil dari arah yang berbeda dari foto pertama. Melihat bentuknya yang sedikit membulat dan ujungnya yang mengecil, mengaburkan anggapan batu tersebut jenisnya adalah beliung persegi. Bekas pengupaman memang terlihat jejaknya, hanya masih perlu dibuktikan apakah pengumpaman tersebut dilakukan oleh manusia "homo sapiens" dari zaman/budaya Neolitikum ataukan oleh manusia zaman sekarang, maksudnya orang-orang seperti kita ini yang iseng-iseng membuang buatannya.


BATU AJAIB PONARI DALAM KONTEKS ILMU BATU MULIA

Dalam sebuah artikel yang ditulis seorang doktor Arkeologi Universitas Indonesia, dalam kesimpulannya dijelaskan bahwa batu samber gledek (demikian orang menyebutnya) adalah sebuah peralatan batu prasejarah dari priode Neolitikum. Jenisnya dipastikan beliung persegi yang bagian-bagian sisinya diumpam atau dipoles secara alami (ciri khas artefak Neolitikum).

Jika dibanding-bandingkan dengan beberapa batu di yang ada di Nusantara ini, batu milik Ponari mempunyai struktur yang mirip-mirip dengan batu jenis akik yang bernama bintal akik atau agate nodule yang banyak ditemukan di beberapa provinsi di Indonesia antara lain seperti di Sumatra Utara, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan lain-lain.


Bintal akik ini sempat diabadikan di perangko Republik Indonesia tahun 1997. Proses pembentukan bintal akik dalam batuan lava andesitis berumur Miosen Bawah atau 20 - 25 juta tahun). Berawal dari temperatur sewaktu lava tersebut pijar yaitu sekitar 1.100 Celcius, kemudian menurun sampai ke 100 derajat celcius, maka larutan silika kemudian dapat masuk menerobos ke rongga-rongga atau voids dalam batuan lava dan membentuk bintal akik dalam suatu proses geologi yang cukup mengasyikan. Akibat pengangkatan tektonik yang berlangsung kemudian, maka terjadilah proses erosi yang menyebabkan bintal akik tersebut terendapkan di aliran-aliran sungai-sungai sekarang.

Batuan ponari yang mirip bintal akik ini, kemungkinan sebagai batuan yang timbul kepermukaan entah karena proses alam atau dibawa oleh manusia sebagai penghantarnya. Batu ajaib milik ponari memiliki sebuah kekuatan dan kelebihannya sendiri sebagai batu alam dan batu mulia yang diberikan oleh Tuhan yang maha kuasa.

Demikian tentang batu Ponari yang dilihat dari kacamata Arkeologi dan ilmu batu mulia. Semoga artikel ini bermanfaat. terimakasih sudah berkunjung kembali di blog indoborneonatural ini. Sukses selalu.

KISAH LEGENDA ATAU FAKTA TENTANG PUTRI JUNJUNG BUIH KALIMANTAN SELATAN

Indoborneonatural--- Putri Junjung Buih merupakan sosok yang tidak asing di Kalimantan Selatan dan wilayah sekitarnya. Tapi siapa sesungguhnya Putri Junjung Buih masih belum jelas hingga sekarang. Riwayat hidupnya diselimuti kisah legenda dan mitos sejarah.
      
Siapa Putri Junjung Buih? Dalam Hikayat Banjar ia dikenal sebagai istri Pangeran Suryanata. Konon, Putri Junjung Buih adalah putri raja pertama di Kalimantan. Menurut silsilah raja-raja Banjar versi legenda daerah, Putri Junjung Buih adalah anak Nabi Khaidir. Sementara sang suami, Pangeran Suryanata adalah anak Raja Agung Iskandar Zulkarnain (Alaxander the Great, raja Makedonia).

Cerita Legenda Putri Junjung Buih Kalimantan Selatan

Kisah tentang seorang bayi yang ditemukan oleh raja dan diasuh hingga dewasa kemudian menjadi penerus tahta kerajaan. Cerita rakyat dari Kalimantas Selatan ini merupakan salah satu dari cerita rakyat Indonesia yang cukup terkenal.
       
Cerita rakyat putri cantik junjung buih Kerajaan Amuntai dipimpin oleh dua bersaudara, yakni Padmaraga yang disebut Raja Tua dan Sukmaraga yang biasa disebut Raja Muda. Keduanya tidak berputra. Oleh karena itu, mereka terus berdo’a agar segera dikaruniai keturunan. Raja Muda berdo’a di sebuah tempat dekat Kota Banjarmasin. Begitu kuanya dia memohon sehingga tak lama kemudian, istrinya hamil dan dianugerahi sepasang anak kembar yang rupawan.
       
Demikian pula Raja Tua berdo’a di Candi Agung, di luar Kota Amuntai. Setelah sekian lama berdo’a dia pulang ke Amuntai. Dalam perjalanan pulang, dia melewati sebuah sungai. Tampak olehnya seorang bayi perempuan yang sangat cantik terapung-apung di atas sungai, tepat di atas buih. Padmaraga menghentikan perjalananya. Kemudian Raja Tua memerintahkan pada Datuk Pujung tetua istana untuk mengambil bayi di atas buih tersebut. Raja Tua ingin menyelamatkan bayi itu dan menjadikannya sebagai anak asuhnya.
       
Datuk Pujung segera mendekat ke tempat buih yang di atasnya terbaring bayi perempuan itu. Datuk Pujung berusaha mengambil bayi itu, tetapi buih bergerak terus mengombang-ambingkan si bayi. Rupanya bayi itu sangat susah di dekati. Kemudian dengan tiba-tiba bayi itu berbicara kepada Datuk Pujung. Bayi tersebut bersedia ikut dengan Raja Tua asalkan permintaannya dipenuhi. Semua orang yang mendengar terheran-heran. Bagaimana mungkin ada seorang bayi yang bisa bicara.
       
Datuk Pujung terperanjat. Ketika bayi itu berkata bahwa dirinya akan ikut ke istana dengan Raja Tua asalkan diberi selembar kain dan selimut yang selesai ditenun dalam waktu setengah hari. Selain itu, bayi tersebut juga ingin dijemput oleh empat puluh wanita cantik. Permintaan bayi itu disampaikan kepada Raja Tua. Raja Tua segera memerintahkan untuk mencari empat puluh wanita cantik dan mengumumkan sayembara untuk menenun kain dan selimut dalam waktu setengah hari.
       
Banyak yang mengikuti sayembara, tetapi belum ada yang dapat menyelesaikan tenunan dalam waktu setengah hari. Sampai kemudiam, datanglah seorang perempuan bernama Ratu Kuripan. Ratu Kuripan dapat menyelesaikan tugasnya menenun selembar kain dan selimut dalam waktu setengah hari. Hasilnya pun sangat mengagumkan.
       
Bayi di atas buih itu pun dapat diambil dan diangkat anak oleh Raja Tua. Bayi itu kemudian dinamai Putri Junjung Buih. Sementara itu, Ratu Kuripan diangkat menjadi pengasuh Putri Junjung Buih. Ratu Kuripan mengajarkan semua ilmu yang dimilikinya dan membimbing Putri Junjung Buih hingga dewasa. Karena kecerdasannya, Putri Junjung Buih tumbuh menjadi putri yang sangat cantik serta dikaruniai kepandaian yang luar biasa. Raja Tua sangat menyayanginya. Kelak di kemudian hari, Putri Junjung Buih menjadi anutan takyat Amuntai dan menikah dengan pangeran dari kerajaan Majapahit. Akhirnya mereka menurunkan raja-raja yang berkuasa di wilayah Kalimantan.
       
Cerita Rakyat dari Kalimantan Selatan yang berjudul Putri Junjung Buih menceritakan tentang asal muasal kehadiran sang Putri Junjung Buih yang kemudian menjadi anak Raja Amuntai Kalimantan Selatan.
       
Menurut mitologi rakyat pesisir Kalimantan seorang raja haruslah keturunan raja puteri ini sehingga raja-raja Kalimantan mengaku sebagai keturunan Puteri Junjung Buih. Beberapa kerajaan di Kalimantan Barat juga mengaku sebagai keturunan Puteri Junjung Buih. Dalam tradisi Kerajaan Kutai, Putri Junjung Buih/Putri Junjung Buyah merupakan isteri kedua dari Aji Batara Agung Dewa Sakti Raja Kutai Kartanegara ke-1.
       
Menurut Drg Marthin Bayer, Puteri Junjung Buih adalah sama dengan Kameloh Putak Janjulen Karangan yang dikenal dalam masyarakat Dayak. Puteri Lela Menchanai yang berasal dari Jawa (tahun 1524), adalah permaisuri Sultan Bolkiah dari Brunei menurut legenda suku Kedayan dipercaya berasal dari buih lautan (mirip cerita Putri Junjung Buih yang keluar dari buih di sungai).
       
Puteri Junjung Buih adalah seorang Raja Puteri dari Kerajaan Negara Dipa menurut Hikayat Banjar. Puteri ini berasal dari unsur etnis pribumi Kalimantan. Kerajaan-kerajaan di Kalimantan biasanya mengaku sebagai keturunan dari puteri pribumi ini. Puteri Junjung Buih merupakan anak dari Ngabehi Hileer[1] dan merupakan saudara angkat Lambung Mangkurat yang diperolehnya ketika “balampah” (bahasa Banjar : bertapa) yang muncul sebagai wanita dewasa dari dalam buih di sungai. Raja puteri ini kemudian menikah dengan Pangeran Suryanata dari Majapahit. Salah seorang anak mereka yaitu Pangeran Aria Dewangga menikah dengan Putri Kabuwaringin, puteri dari Lambung Mangkurat (unsur pendiri negeri), kemudian mereka berdualah yang menurunkan raja-raja dari Kerajaan Negara Dipa, Kerajaan Negara Daha hingga Kesultanan Banjar dan Kepangeranan Kotawaringin.

Versi yang lebih mudah dicerna akal diungkapkan oleh Anggraini Antemas dalam bukunya “Orang-orang Terkemuka dalam Sejarah Kalimantan”. Ia menyebutkan ratu berparas cantik dan sewaktu kecil bernama Galuh Cipta Sari ini lahir di suatu kampung bernama Bangkiling, Kabapaten Tabalong.
       
“Masih gelap sebenarnya asal usul sejarah kelahiran putri ini. Tiada diketahui tahun kelahirannya dan siapa orangtuanya,” demikian Anggraini. Ia memperkirakan Junjung Buih lahir sekitar tahun 1280.

Sumber: Dirangkum dari berbagai sumber !!

KISAH LEGENDA SEJARAH ASAL USUL KOTA BANJARMASIN

Indoborneonatural-----Diceritakan bahwa Pada zaman dulu di wilayah Kalimantan selatan berdirilah suatu kerajaan bernama Nagara Daha. Kerajaan itu didirikan Putri Kalungsu berbarengan putranya, Raden Sari Kaburangan dengan kata lain Sekar Sungsang yang bergelar Panji Agung Maharaja Sari Kaburangan. Konon, Sekar Sungsang seseorang penganut Syiwa. la membangun candi serta lingga paling besar di Kalimantan Selatan. Candi yang didirikan itu bernama Candi Laras. Pengganti Sekar Sungsang yaitu Maharaja Sukarama. Pada saat pemerintahannya, pergolakan berjalan terus-menerus. Meskipun Maharaja Sukarama mengamanatkan supaya cucunya, Pangeran Samudera, nantinya menukar tahta, Pangeran Mangkubumi-lah yang naik takhta.

Situs Bersejarah Candi Laras
Kerajaan tak hentinya alami kekacauan lantaran perebutan kekuasaan. Konon, siapa juga menempati takhta bakal terasa tak aman dari rongrongan. Pangeran Mangkubumi pada akhirnya terbunuh dalam satu usaha perebutan kekuasaan. Mulai sejak itu, Pangeran Tumenggung jadi penguasa kerajaan.

Pewaris kerajaan yang sah, Pangeran Samudera, pasti tak aman bila terus tinggal dalam Lingkungan kerajaan. Atas pertolongan patih Kerajaan Nagara Daha, Pangeran Samudera melarikan diri. Ia menyamar serta hidup di daerah sepi di seputar muara Sungai Barito. Dari Muara Bahan, bandar paling utama Nagara Daha, ikuti aliran sungai sampai ke muara Sungai Barito, ada kampung-kampung yang berbanjar-banjar atau berderet-deret melewati tepi-tepi sungai. Kampung-kampung itu yaitu Balandean, Sarapat, Muhur, Tamban, Kuin, Balitung, serta Banjar.

Diantara kampung-kampung itu, Banjar-lah yang paling bagus letaknya. Kampung Banjar dibuat oleh lima aliran sungai yang muaranya bersua di Sungai Kuin.

Lantaran letaknya yang bagus, kampung Banjar lalu berkembang jadi bandar, kota perdagangan yang ramai dikunjungi kapal-kapal dagang dari beragam negeri. Bandar itu dibawah kekuasaan seseorang patih yang umum dimaksud Patih Masih tetap. Bandar itu juga di kenal dengan nama Bandar Masih tetap.

Patih Masih tetap tahu bahwa Pangeran Samudera, pemegang hak atas Nagara Daha yang sah, ada di wilayahnya. Lalu, ia mengajak Patih Balit, Patih Muhur, Patih Balitung, serta Patih Kuin untuk berunding. Mereka setuju mencari Pangeran Samudera ditempat persembunyiannya untuk dinobatkan jadi raja, penuhi wasiat Maharaja Sukarama.

Dengan diangkatnya Pangeran Samudera jadi raja serta Bandar Masih tetap juga sebagai pusat kerajaan sekalian bandar perdagangan, makin terdesaklah kedudukan Pangeran Tumenggung. Terlebih beberapa patih tak mengakuinya lagi juga sebagai raja yang sah. Mereka juga tak ikhlas menyerahkan upeti pada Pangeran Tumenggung di Nagara Daha.

Pangeran Tumenggung tak tinggal diam hadapi situasi itu. Tentara serta armada di turunkannya ke Sungai Barito hingga terjadi pertempuran besar-besaran. Peperangan berlanjut selalu, belum ada kepastian pihak mana yang menang. Patih merekomendasikan pada Pangeran Samudera supaya minta pertolongan ke Demak. Konon menurut Patih Masih tetap, waktu itu Demak jadi penakluk kerajaan-kerajaan yang ada di Jawa serta jadi kerajaan terkuat sesudah Majapahit.

Pangeran Samudera juga kirim Patih Balit ke Demak. Demak sepakat memberikan pertolongan, seandainya Pangeran Samudera sepakat dengan prasyarat yang mereka kemukakan, yakni ingin memeluk agama Islam. Pangeran Samudera bersedia terima prasyarat itu. Lalu, suatu armada besar juga pergi menyerang pusat Kerajaan Nagara Daha. Armada besar itu terdiri atas tentara Demak serta sekutunya dari semua Kalimantan, yang menolong Pangeran Samudera serta beberapa patih pendukungnya. Kontak senjata pertama berlangsung di Sangiang Gantung. Pangeran Tumenggung sukses dipukul mundur serta bertahan di muara Sungai Amandit serta Alai. Korban berjatuhan di ke-2 iris pihak. Panji-panji Pangeran Samudera, Tatunggul Wulung Wanara Putih, makin banyak berkibar di beberapa tempat taklukannya.

Hati Arya Terenggana, Patih Nagara Dipa, sedih lihat sekian banyak korban rakyat jelata dari ke-2 iris pihak. Ia mengusulkan pada Pangeran Tumenggung satu langkah untuk mempercepat selesainya peperangan, yaitu lewat perang tanding atau duel pada ke-2 raja yang bertikai. Cara tersebut diusulkan untuk hindari makin banyak korban di ke-2 iris pihak. Pihak yang kalah mesti mengaku kedaulatan pihak yang menang. Usul Arya Terenggana ini di terima ke-2 iris pihak.

Pangeran Tumenggung serta Pangeran Samudera naik suatu perahu yang dimaksud talangkasan. Perahu-perahu itu dikemudikan oleh panglima ke-2, iris pihak. Ke-2 pangeran itu menggunakan baju perang dan membawa parang, sumpitan, keris, serta perisai atau telabang.

Pangeran Samudera Asal Mula Nama Kota BanjarmasinMereka sama-sama bertemu di Sungai Parit Basar. Pangeran Tumenggung dengan nafsu angkaranya mau membunuh Pangeran Samudera. Demikian sebaliknya, Pangeran Samudera tak tega berkelahi melawan pamannya. Pangeran Samudera mempersilakan pamannya untuk membunuhnya. Ia ikhlas mati di tangan orangtua yang pada intinya terus disadari juga sebagai pamannya.

Pada akhirnya, luluh juga hati Pangeran Tumenggung. Kesadarannya nampak. la dapat memandang Pangeran Samudera bukanlah juga sebagai musuh, namun juga sebagai keponakannya yang didalam badannya mengalir darahnya sendiri. Pangeran Tumenggung melemparkan senjatanya. Lalu, Pangeran Samudera dipeluk. Mereka bertangis-tangisan.

Dengan hati tulus, Pangeran Tumenggung menyerahkan kekuasaan pada Pangeran Samudera. Berarti, Nagara Daha ada di tangan Pangeran Samudera. Walau demikian, Pangeran Samudera berkemauan jadikan Bandar Masih tetap atau Banjar Masih tetap juga sebagai pusat pemerintahan karena bandar itu lebih dekat dengan muara Sungai Barito yang sudah berkembang jadi kota perdagangan. Bukan sekedar itu, rakyat Nagara Daha juga dibawa ke Bandar Masih tetap atau Banjar Masih tetap. Pangeran Tumenggung di beri daerah kekuasaan di Batang Alai dengan seribu orang masyarakat juga sebagai rakyatnya. Nagara Daha juga jadi daerah kosong.

Juga sebagai seseorang raja yang beragama Islam, Pangeran Samudera merubah namanya jadi Sultan Suriansyah. Hari kemenangan Pangeran Samudera atau Sultan Suriansyah, 24 September 1526, jadikan hari jadi kota Banjar Masih tetap atau Bandar Masih tetap.

Lantaran tiap-tiap kemarau landang (panjang) air jadi masin (asin), makin lama nama Bandar Masih tetap atau Banjar Masih tetap jadi Banjarmasin.

Pada akhirnya, Sultan Suriansyah juga wafat. Makamnya hingga saat ini terpelihara dengan baik serta ramai dikunjungi orang. Letaknya di Kuin Utara, di tepi Sungai Kuin, Kecamatan Banjar Utara, Kota Madya Daerah Tingkat II Banjarmasin.


Komplek Makam Sultan Suriansyah - Foto: eviindrawanto.com
Tiap-tiap tanggal 24 September Wali Kota Banjarmasin serta beberapa petinggi berziarah ke makam itu untuk melakukan haul dan memperingati kemenangan Sultan Suriansyah atas Pangeran Tumenggung. Sultan Suriansyah yaitu sultan atau raja Banjar pertama yang beragama Islam. 

ASAL MULA NAMA KOTA BANJARMASIN-BANDARMASIH

Pasar Terapung Muara Kuin Banjarmasin
Indoborneonatural-----Banjarmasin----Banjarmasin dalam sejarah banjar, jaman dahulu, nama Banjarmasin di ambil dari Bandarmasih. Jadi 'Bandarmasih', dalam 'Banjarmasih' atau 'Banjarmasin' ternyata merupakan nama-nama yang sama dan sepadan untuk menyebukan ibu kota dari Propinsi Kalimantan Selatan, yang kita ketahui telah berusia tua, mencapai hampir lima ratus tahun dan sarat dengan perjalanan sejarah dan dipenuhi kejadian-kejadian perjuangan yang heroik.


Asal mula nama Kota Banjarmasin memang nyata berasal dari sejarah panjang Kota Banjarmasin. Pada saat itu dikenal nama Istilah "Banjarmasih". Sebutan ini diambil dari nama salah seorang Patih yang sangat berjasa dalam pendirian Kerajaan "Banjar", yaitu Patih Masih, yang berasal dari Desa Oloh Masih yang dalam bahasa Ngaju berarti orang Melayu atau Kampung Orang Melayu. Desa Oloh Masih inilah yang kemudian menjadi Kampung Banjarmasih.

Patih Masih bersama dengan beberapa Patih lainnya sepakat mengangkat Pangeran Samudera mejadi Raja. Pangeran Semudera ini adalah seorang Putera Kerajaan Daha  yang terbuang dan mengasingkan diri di desa Oloh Masih. Sejak itu terbentuklah kerajaan Banjar. Pangeran Samudera kemudian menaklukkan Muara Bahan dan kerajaan kecil lainnya serta jalur-jalur sungai sebagai pusat perdagangan pada waktu itu.

Banjarmasin - Foto: Arif
Kemajuan kerajaan Banjar ini tentu saja mengusik kekuasaan Pangeran Tumenggung, raja Daha yang juga Paman dari Pangeran Samudera. Sehingga terjadi penyerbuan oleh Daha. Peperangan yang berlarut-larut  menyebabkan Pangeran Samudera terdesak, dan meminta Kerajaan Demak yang merupakan kerajaan Islam pertama dan terbesar di Nusantara. Demak bersedia membantu kerajaan Banjar, dengan syarat raja dan rakyatnya masuk Islam. Pengeran Samudera setuju dan tentara Demak datang bersama Khatib Dayan yang kemudian mengislamkan rakyat Banjar. Sejak itu Pangeran Samudera berganti nama menjadi Sultan Suriansyah.

Dengan bantuan Demak, Banjar menyerbu Daha dan mengalahkannya. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 24 Desember 1526, sehingga tanggal tersebut dijadikan sebagai :  
  • Hari kemenangan Pangeran Samudera, dan cikal bakal Kerajaan Islam Banjar Penyerahan kerajaan Daha kepada kerajaan Banjar.  
  • Hari Jadi Kota Bandjarmasih sebagai ibukota kerajaan baru yang menguasai sungai dan daratan Kalimantan Selatan.

Sampai dengan tahun 1664 surat-surat dari Belanda ke Indonesia untuk kerajaan Banjarmasin masih menyebut Kerajaan Banjarmasin dalam ucapan Belanda “Bandzermash”. Setelah tahun 1664 sebutan itu berubah menjadi Bandjarmassin, dan pertengahan abad 19, sejak jaman jepang kembali disebut  Bandjarmasin atau dalam ejaan baru bahas Indonesia menjadi Banjarmasin.

Nama lain kota Banjarmasin adalah kota Tatas diambil dari nama pulau Tatas yaitu delta yang membentuk wilayah kecamatan Banjarmasin Barat dan sebagian Banjarmasin Tengah yang dahulu sebagai pusat pemerintahan Residen Belanda.



UPACARA ADAT RAMBU SOLO' TANA TORAJA SULAWESI SELATAN

Indoborneonatural---Upacara Rambu Solo’ di Tana Toraja Sulawesi Selatan. Tana Toraja yang berada diKabupaten Tana Toraja yang beribukota di Makale secara geografis terletak di bagian Utara Provinsi Sulawesi Selatan, Orang-orang Tana Toraja Populasinya diperkirakan sekitar 1 juta jiwa, dengan sekitar 500.000 di antaranya masih tinggal di Kabupaten Tana Toraja. Menurut mitos - kisah yang  diceritakan dari generasi ke generasi, nenek moyang asli orang Toraja turun langsung dari surga dengan cara menggunakan tangga, di mana tangga ini berfungsi sebagai media komunikasi dengan Puang Matua (satu-satunya Tuhan).

Nama Toraja pertama kali diberikan oleh Suku Bugis Sidenreng yang menyebut penduduk yang tinggal di daerah ini sebagai "Riaja" (orang yang mendiami daerah pegunungan). Sementara rakyat Luwu menyebut mereka, "Riajang" (orang-orang yang mendiami daerah barat).

Rumah adat Tongkonan di Tana Toraja
Versi lain mengatakan bahwa Toraja dari kata "Toraya" (Tau: orang, dan raya atau maraya: besar), gabungan dua kata ini memberi arti "orang-orang hebat" atau "manusia mulia". Berikutnya istilah yang lebih sering dipakai adalah sebutan Toraja, kata "tana" sendiri berarti daerah. Penduduk dan wilayah Toraja pun akhirnya dikenal dengan Tana Toraja.

Masyarakat Toraja menganut "aluk" atau adat yang merupakan kepercayaan, aturan, dan ritual tradisional ketat yang ditentukan oleh nenek moyangnya. Meskipun saat ini mayoritas masyarakat Toraja banyak yang memeluk agama Protestan atau Katolik tetapi tradisi-tradisi leluhur dan upacara ritual masih terus dipraktikkan.

Masyarakat Toraja membuat pemisahan yang jelas antara upacara dan ritual yang terkait dengan kehidupan dan kematian. Hal ini karena ritual-ritual tersebut terkait dengan musim tanam dan panen.

Masyarakat Toraja mengolah sawahnya dengan menanami padi jenis gogo yang tinggi batangnya. Di sepanjang jalan akan Anda temui padi dijemur dimana batangnya diikat dan ditumpuk ke atas. Padi dengan tangkainya tersebut disimpan di lumbung khusus yang dihiasi dengan tanduk kerbau pada bagian depan serta rahang kerbau di bagian sampingnya.

Tana Toraja memiliki dua jenis upacara adat yang populer yaitu Rambu Solo dan Rambu Tuka. Rambu Solo adalah upacara pemakaman, sedangkan Rambu Tuka adalah upacara  atas rumah adat yang baru direnovasi.

Dalam masyarakat Toraja, upacara pemakaman merupakan ritual yang paling penting dan berbiaya mahal. Semakin kaya dan berkuasa seseorang, maka biaya upacara pemakamannya akan semakin mahal. Upacara kematian ini disebut Rambu Solo’.

Upacara Adat Rambu Solo
Rambu Solo’ merupakan acara tradisi yang sangat meriah di Tana Toraja, karena memakan waktu berhari-hari untuk merayakannya. Upacara ini biasanya dilaksanakan pada siang hari, saat matahari mulai condong ke barat dan biasanya membutuhkan waktu 2-3 hari. Bahkan bisa sampai dua minggu untuk kalangan bangsawan. Kuburannya sendiri dibuat di bagian atas tebing di ketinggian bukit batu. Karena menurut kepercayaan Aluk To Dolo (kepercayaan masyarakat Tana Toraja dulu, sebelum masuknya agama Nasrani dan Islam) di kalangan orang Tana Toraja, semakin tinggi tempat jenazah tersebut diletakkan, maka semakin cepat pula rohnya sampai ke nirwana.

Rambu Solo sepintas seperti pesta besar. Padahal, merupakan prosesi pemakaman. Dalam adat Tana Toraja, keluarga yang ditinggal wajib menggelar pesta sebagai tanda penghormatan terakhir kepada yang telah meninggal. Orang yang meninggal dianggap sebagai orang sakit sehingga harus dirawat dan diperlakukan layaknya orang hidup, seperti menemaninya, menyediakan makanan, dan minuman, serta rokok atau sirih. Semakin tinggi strata sosial sebuah keluarga, semakin besar biaya yang harus dikelurkan untuk upacara adat Rambu Solo. Kerbau yang dipotong bisa sampai 150 ekor, acaranya bisa tiga hari tiga malam.
Upacara Adat Rambu Solo
Dalam agama aluk, hanya keluarga bangsawan yang berhak menggelar pesta pemakaman yang besar. Pesta pemakaman seorang bangsawan biasanya dihadiri oleh ribuan orang dan berlangsung selama beberapa hari. Sebuah tempat prosesi pemakaman yang disebut rante biasanya disiapkan pada sebuah padang rumput yang luas, selain sebagai tempat pelayat yang hadir, juga sebagai tempat lumbung padi, dan berbagai perangkat pemakaman lainnya yang dibuat oleh keluarga yang ditinggalkan. Musik suling, nyanyian, lagu dan puisi, tangisan dan ratapan merupakan ekspresi duka cita yang dilakukan oleh suku Toraja tetapi semua itu tidak berlaku untuk pemakaman anak-anak, orang miskin, dan orang kelas rendah.

Upacara pemakaman ini kadang-kadang baru digelar setelah berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun sejak kematian yang bersangkutan, dengan tujuan agar keluarga yang ditinggalkan dapat mengumpulkan cukup uang untuk menutupi biaya pemakaman.Suku Toraja percaya bahwa kematian bukanlah sesuatu yang datang dengan tiba-tiba tetapi merupakan sebuah proses yang bertahap menuju Puya (dunia arwah, atau akhirat). Dalam masa penungguan itu, jenazah dibungkus dengan beberapa helai kain dan disimpan di bawah tongkonan. Arwah orang mati dipercaya tetap tinggal di desa sampai upacara pemakaman selesai, setelah itu arwah akan melakukan perjalanan ke Puya.

Bagian lain dari pemakaman adalah penyembelihan kerbau.  Semakin berkuasa seseorang maka semakin banyak kerbau yang disembelih. Penyembelihan dilakukan dengan menggunakan golok. Suku Toraja percaya bahwa arwah membutuhkan kerbau untuk melakukan perjalanannya dan akan lebih cepat sampai di Puya jika ada banyak kerbau. Penyembelihan puluhan kerbau dan ratusan babi merupakan puncak upacara pemakaman yang diringi musik dan tarian para pemuda yang menangkap darah yang muncrat dengan bambu panjang. Sebagian daging tersebut diberikan kepada para tamu dan dicatat karena hal itu akan dianggap sebagai utang pada keluarga almarhum.

Demikian tentang upacara adar Rambu Solo' di Tana Toraja Sulawesi Selatan, semoga bermanfaat, silakan berkunjung dan berwisata ke Tana Toraja Sulawesi Selatan. Terimakasih.  

Cari Artikel