Home » , » Kebudayaan dan Kepribadian Masyarakat Indonesia

Kebudayaan dan Kepribadian Masyarakat Indonesia

Adat dan tradisi berbeda-beda dari masyarakat di seluruh nusantara. Orang Banja di daerah Kalimantan Selatan, misalnya menidurkan anak kecil umur enam bulan dengan cara mendudukannya dan mengikatnya dalam ayunan yang disebut dipukung. Tujuannya supaya anak kecil itu dapat tidur nyenyak. Orang Sunda di Desa Banjarsari, menidurkan anak kecil juga dalam ayunan denga cara membaringkannya dengan tujuan yang sama. 

Beberapa masyarakat kota di Banjarmasin menggunakan uang sebagai alat tukar dimana barang dan jasa dibeli dan dijual. Pada masyarakat lain, seperti di pedalaman Irian Jaya, barang dan jasa didistribusikan hanya dengan memberi dan menerima secara timbal balik. Perbedaan seperti itu mengacu pada kebudayaan. Sekarang kita beberurusan dengan aspek lain dari variasi kebudayaan, perbeaan antar masyarakat mengenai karakteristik kepribadian umum.


Kepribadian masyarakat Indonesia, yang merupakan hasil kompleks kekuatan yang merupakan aksi dan reaksi timbal balik, dapat dilihat sebagai cara masyarakat berpikir yang berbeda, rasa, dan berprilaku. Setiap kita dilharikan unik, dengan kecendrungan warisan talenta yang mempengaruhi kepribadian perseorangan masyarakat kita. Tetapi masyarakat tempat hidup mungkin memberikan bahkan berpengaruh yang lebih kuat atas kepribadian kepribadian kita. Proses ikut ambil bagian dan belajar yang menghasilkan ciri-ciri kepribadian yang khusus. Jika demikian kepribadian adanya, sebenarnya, umumnya dipelajari maka secara definisi adalah kebudayaan. Sebab apa yang membedakan kepribadian dalam masyarakat-masyarakat di Indonesia dipengaruhi oleh latar belakang kebudayaan di masyarakat itu berada.


0 komentar:

Kotak Pencarian


Powered by Blogger.