KUMPULAN GAMBAR DAN FOTO-FOTO JUKUNG PERAHU HIAS FESTIVAL KEMILAU BANJARMASIN BUNGAS 2015

Gambar dan Foto-foto Jukung atau Perahu atau kelotok Hias di sungai Martapura di Sepanjang Siring dan menara Pandang Jalan Piere Tendean Banjarmasin. yang dilaksanakan pada kegiatan Pawai karnaval, panggung hiburan rakyat dan  Festival Jukung kelotok Hias Tanglong Pada peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin yang Bertajuk Festival Kemilau Banjarmasin Bungas Tahun 2015.








 










Gambar dan Foto-foto Jukung atau Perahu atau kelotok Hias pada kegiatan Pawai karnaval, panggung hiburan rakyat dan  Festival Jukung kelotok Hias Tanglong Pada peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin yang Bertajuk Festival Kemilau Banjarmasin Bungas 2015. foto diambil dari atas jembatan Merdeka Banjarmasin, sepanjang Siring Jalan Piere Tendean Banjarmasin.



KUMPULAN GAMBAR DAN FOTO-FOTO FESTIVAL JUKUNG HIAS KEMILAU BANJARMASIN BUNGAS 2015

Gambar dan Foto-foto Pawai karnaval, panggung hiburan rakyat dan  Festival Jukung kelotok Hias Tanglong Pada peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin yang Bertajuk Festival Kemilau Banjarmasin Bungas 2015


 

 










 







 





GAMBAR FOTO-FOTO JUKUNG KELOTOK PERAHU HIAS FESTIVAL KEMILAU BANJARMASIN BUNGAS TAHUN 2015.





Lihat Gambar dan Foto-foto Perahu Kelotok Lainnya 



FESTIVAL JUKUNG PERAHU HIAS HARI JADI KOTA BANJARMASIN BUNGAS 2015

Indoborneonatural, Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Banjarmasin yang ke 489 kembali digelar berbagai rangkaian kegiatan Festival Kemilau Banjarmasin Bungas Tahun 2015. Rangkaian kegiatan yang telah dimulai pada April 2015 dengan digelarnya Lomba Peragaan Busana Sasirangan dan ditutup dengan lomba-lomba olahraga tradisional (balogo), pawai karnaval, panggung hiburan rakyat dan  Festival Jukung Hias Tanglong.

Kegiatan bertajuk Festival Kemilau Banjarmasin Bungas 2015 ini menyedot banyak perhatian masyarakat, karena digelar besar-besaran di Sungai Martapura yang dapat disaksikan para wisatawan dan masyarakat dari siring dan menara pandang kota Banjarmasin. Siring Martapura tepatnya di Jalan Kapten Piere Tendean Banjarmasin.

Festival Jukung Hias akan digelar pada 19 September 2015. Panggung hiburan rakyat sekaligus pusat pelaksanaan jukung hias akan bertempat di panggung terbuka di depan kantor gubernuran Prop Kalimantan Selatan yang lama (Eks Pantai Jodoh..he).

Dalam kegiatan jukung hias, peserta jukung hias yang terdiri dari SKPD dan Dinas terkait, serta masyarakat undangan baik dari Banjarmasin khususnya maupun kalimantan pada umumnya (peserta diikuti undangan dari propinsi tetangga) menampilkan jukung dan tanglong hiasnya di sepanjang Sungai Martapura. Jukung-jukung ini bergerak hilir mudik sejak sore hingga malam hari dengan rute perjalanan mulai batas Jembatan Pasar Lama kemudian balik lagi ke Jembatan Merdeka. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya ada kemeriahan pesta kembang api mengiringi penampilan jukung-jukung kelotok dengan lampu-lampu hias yang warna warni indah pada malam harinya.

Berikut ini beberapa foto-foto kegiatan Festival Kemilau Karnaval Jukung Hias 2015 : 



Gambar dan Foto-foto pawai karnaval, panggung hiburan rakyat dan  Festival Jukung kelotok Hias Tanglong Pada peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin yang Bertajuk Festival Kemilau Banjarmasin Bungas 2015
Lihat Gambar dan Foto-foto Lainnya 

DAFTAR ISI BLOG


MENGENAL TEMPAT WISATA BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN

Kelotok wisata, Siring martapura, sungai Kalsel, Wisata Banjarmasin
Jalan-jalan Ke Kalimantan Selatan khususnya ke kota Banjarmasin, kita akan menikmati beberapa pemandangan indah dan juga beberapa tempat wisata yang cukup menarik. Lanskap Banjar, sebutan untuk alam di sekitar kota Banjarmasin yang terkenal dengan sebutan kota Seribu sungai, memberikan perjalanan wisata yang pasti tidak akan terlupakan oleh kita jika berkunjung ke sana. Seperti beberapa tempat dan objek wisata berikut ini :

ALAT-ALAT PERTANIAN LAHAN RAWA KALIMANTAN SELATAN

Pada masyarakat tradisional Kalimantan Selatan, mereka memiliki sistem pertanian Rawa yang kegiatan bercocok tanamnya dilakukan secara tradisional dengan menggunakan alat-alat tradisional yang mendukung kegiatan bercocok tanam di lahan-lahan rawa tersebut, diantaranya Jukung Sundur dan pengayuhnya, Gumbaan, Kindai, Kajang, Kampil, Cupikan, Lanjung, Butah (Ungking), Bakul, Nyiru, Tanggui, Topi Purun, Lasung, Putaran,  Ranggaman, Gantangan, Parapatan, Parang, Tajak, dan Tatujah.

MENGENAL ALAT MUSIK KENDANG (GENDANG) KALIMATAN SELATAN

Kendang atau gendang adalah sejenis alat musik perkusi yang membrannya berasal dari kulit hewan. Kendang atau gendang sebagai alat musik tradisional nusantara dapat dijumpai di banyak wilayah Indonesia. Di Jawa barat kendang mempunyai peraanan penting dalam tarian Jaipong. Di Jawa Tengah, Bali, DI Yogyakarta, Jawa timur, kalimantan kendang selalu digunakan dalam permainan gamelan baik untuk mengiringi, tari, wayang, ketoprak. Tifa adalah alat musik sejenis kendang yang dapat di jumpai di daerah Papua, Maluku dan Nias. Rebana adalah jenis gendang yang ukuran bervariasai dari yang kecil hingga besar. Rebana adalah alat musik yang biasa di gunakan dalam kesenian yang bernafaskan Islam. Rebana dapat di jumpai hampir di sebagian wilayah Indonesia.

LAGU DAERAH BATAK: MARDUA HOLONG - OMEGA TRIO - Dengan Terjemahan Bahasa Indonesianya

Mardua Holong - Moega Trio


[I]
Denggan do nian ito hita na mamukkah padan, denggan ma nian molo tung ikon sirang
( Bila awalnya kita jadian baik-baik, pisahnya juga harus baik-baik)
Unang pola be hita mardongan-dongan hasian, holan na mambaen hacit di roha i
( tak usah lagi kita saling menutupi dalam hubungan ini, hanya membuat sakit hati )

[II]
Arian nang borngin i sai busisaon rohakki, boha do ujung ni hubunganta hasian
( tiap hari hatiku gelisah, bagaimana akhir dari hubungan kita )
sai hurippu do ito setia ho saleleng on, hape na mardua holong di pudikki
( ku pikir kau setia selama ini padaku, ternyata kau mendua dibelakangku )

reff:
tar songon bunga na malos diladang i, songon i ma rohakki nunga malala
( seperti bunga yg layu ditaman, begitulah kacaunya hatiku saat ini)
dang hurippu songon i, dibaen ho holongki gabe meam-meam mu
( tak ku sangka seperti ini, kau buat cinta ku jadi mainanmu )

 sae ma  ito sae ma sude, sae ma holan au na gabe korbanmu
 ( cukuplah sayang, cukup lah aku saja jadi korbanmu )
 marisuang hari manang tikki i, holan halani cinta palsumi
 ( percuma hari-hari yang kita lewati hanya karena cinta palsumu )

[II]
Arian nang borngin i sai busisaon rohakki, boha do ujung ni hubunganta hasian
( tiap hari hatiku gelisah, bagaimana akhir dari hubungan kita )
sai hurippu do ito setia ho saleleng on, hape na mardua holong di pudikki
( ku pikir kau setia selama ini padaku, ternya kau mendua dibelakangku )

reff:
tar songon bunga na malos diladang i, songon i ma rohakki nunga malala
( seperti bunga yg layu ditaman, begitulah kacaunya hatiku saat ini)
dang hurippu songon i, dibaen ho holongki gabe meam-meam mu
( tak ku sangka seperti ini, kau buat cinta ku jadi mainanmu )

 sae ma  ito sae ma sude, sae ma holan au na gabe korbanmu
 ( cukuplah sayang, cukup lah aku saja jadi korbanmu )
 marisuang hari manang tikki i, holan halani cinta palsumi
 ( percuma hari-hari yang kita lewati hanya karena cinta palsumu )

* * *

PENGERTIAN DAN SEJARAH MUSIK PANTING KALIMANTAN SELATAN

Sejarah Singkat

Beragam kesenian daerah yang dapat kita nikmati di indonesia,salah satunya adalah kesenian daerah musik panting yang berasal dari Kalimantan Selatan. Disebut musik Panting karena didominasi oleh alat musik yang dinamakan Panting, sejenis gambus yang memakai senar (panting) maka disebut musik Panting. Musik panting merupakan musik campuran (ansambel),karena disajikan bersamaan berbagai jenis alat musik.Biasanya,musik panting menggunakan 3 buah alat musik panting dan beberapa alat musik lain seperti gong,biola,suling bambu,tamburin dan sebagainya. Syair-syair yang berupa pantun merupakan salah satu yang menarik dari musik panting,isi dari pantun tersebut juga beraneka macam,ada pantun berisi nasehat sampai pantun jenaka.Pemain musik panting umunya menggunakan pakaian banjar,bagi laki-laki menggunakan peci dan yang perempuan menggunakan kerudung.Pemain musik panting memainkan alat musiknya dengan posisi duduk,pemain laki-laki duduk bersila dan pemain perempuan duduk bertelimpuh.

BUAH ASAM KURANJI DARI HUTAN KALIMANTAN

Buah asam kuranji, Buah keranji ini di Kalimantan disebut “lahal, langir, menyerin, nyalin paya, sianglam, atau tampasak”. Di Kalimantan banyak tumbuh liar di hutan, pohonnya yang besar menghasilkan jenis kayu yang bagus. di Bangka Belitung dan di Malaysia buah ini disebut juga keranji. Buah yang satu ini rada nyentrik, warna kulitnya hitam legam sebesar ujung jari. Kulit buah ini rapuh dan muda pecah.

CERITA DAERAH NUSANTARA : ASAL USUL GUNUNG BATU BANGKAI (KALIMANTAN SELATAN)

Indoborneonatural-----Dikisahkan dahulu kala, di sebuah daerah pegunungan bernama Loksado, ada seorang anak bernama Andung yang tinggal berdua saja dengan ibunya yang ia panggil Uma. Ibunya adalah seorang janda yang miskin. Andung mempunyai keahlian mengobati berbagai macam penyakit. Bakat ini ia peroleh dari almarhum ayahnya yang telah lama meninggal.

Meskipun hidup mereka sangat sederhana, andung dan ibunya saling menyayangi. Setiap hari, Andung pergi kehutan untuk mencari kayu bakar dan menjualnya ke pasar, sedangkan ibunya mencari buah-buahan disekitar hutan ditempat mereka tinggal.

Pada suatu hari ketika baru menyelesaikan pekerjaannya di huta, tiba-tiba Andung mendengar suara orang menjerit. Andung segera mendatangi arah suara itu. Ternyata, ia menemukan seorang kakek yang terluka, karena kakinya terjepit batang pohon yang tumbang. Andung segera menolong kakek itu dan mengobati lukanya.

Sang kakek merasa sangat berterima kasih kepada Andung. Lallu, ia mengambil sesuatu dari dalam kantong kulit yang dibawanya. Ia mengeluarkan seutas kalung.

"Nak, aku tidak punya apa-apa untuk membalas budi kepadamu. Namun, ambillah kalung ini untukmu. Mudah-mudahan, suatu saat akan membawa keberuntungan bagimu," ujar sang kakek.

Andung lalu pulang ke rumah dan menceritakan kepada ibunya.




KELOTOK WISATA PASAR TERAPUNG DAN PULAU KEMBANG KUIN

Setalah seharian mengelilingi sungai Martapura, antara Pasar terapung  Menara Pandang Siring  dan menyusuri sungai Kuin dan Alalak menuju pulau kembang dan pulau kaget, kelotok wisata inipun istirahat, pengemudinya melepas lelah sambil menunggu tarikan selanjutnya. Pada hari-hari libur seperti akhir pekan dan tanggalan merah, akan banyak sekali para penumpang yang sebagian besar adalah wisatawan menaiki perahu kelotok ini, untuk minta diantarkan berkeliling wisata sungai Kota Banjarmasin. 



KEBUDAYAAN PERMAINAN TRADISIONAL INDONESIA PALING POPULER

Bermain Gasing
Di tanah air kita Indonesia, Sejak Zaman dahulu permainan tradisional sudah ada dan tumbuh di beberapa daerah di Indonesia Dilihat dari segi kebudayaan, permainan ini merupakan permainan asli/ tradisional yang mendukung budaya nasional dan adat tradisi bangsa yang ikut memperkaya unsur kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia.

Pengembangan Permainan asli/tradisional terhadap pembinaan kebudayaan dan kepribadian bangsa baik sekali, oleh sebab itu kita berusaha untuk menggali dan mengembangkannya sebagai suatu kegiatan yang bertujuan selain untuk memupuk dan menghidupkan kembali budaya dan seni, juga dimaksudkan sebagai salah satu materi untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga.

MENGENAL SUKU BATAK

Menurut beberapa sumber dan literatur resmi, Suku Batak merupakan salah satu suku bangsa Indonesia yang terletak di Sumatera Utara. Nama Batak merupakan sebuah tema kolektif untuk mengidentifikasikan beberapa suku bangsa yang bermukim dan berasal dari Tapanuli dan Sumatera Timur. Suku bangsa yang dikategorikan ke dalam suku Batak yaitu Batak Toba, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Batak Angkola, dan Batak Mandailing.

Seorang istri dari putra pendeta Batak Toba bernama Siti Omas Manurung menyatakan, bahwa sebelum kedatangan Belanda semua orang baik Karo maupun Simalungun mengakui dirinya sebagai Batak. Lalu Belanda yang telah membuat terpisahnya kelompok-kelompok tersebut setelah Belanda datang ke tanah Batak. Dengan demikian, istilah "Tanah Batak" dan "rakyat Batak" diciptakan oleh pihak asing.

KERAJINAN TIKAR PURUN BORNEO - KALIMANTAN SELATAN

Tikar Purun, Purun Kalsel, Banjarmasin, BaritoKuala, Tikar khas Kalimantan Selatan, Tikar purun kalseln
Di daerah Kalimatan Selatan ada sebuah kerajinan membuat tikar atau alas lantai yang dibuat dari daun purun. Banyak kegiatan keterampilan home industri yang dilakukan masyarakat dengan menggunakan bahan daun purun yang banyak terdapat di rawa-rawa di Kalimantan selatan (Borneo).

KEBUDAYAAN YANG MASIH TERSISA DI PEDALAMAN KALIMANTAN

Arus kemajuan jaman yang bersinergi dengan perkembangan teknologi dan pengetahuan yang semakin berkembang, juga mempengaruhi kebudayaan yang ada di daerah-daerah pedalaman. Ada tarik ulur tentang mempertahankan budaya asli dengan menggantinya pada budaya baru sebagai hasil dari masuknya budaya asing di Indonesia. Di satu sisi kita ingin mempertahankan kebudayaan-kebudayaan sebagai warisan dan nilai-nilai luhur dari nenek moyang. Di sisi lain, kita tidak ingin ketinggalan dari perkembangan dan kemajuan jaman.

Berjalanlah kita masuk ke beberapa daerah yang masih dipenuhi hutan belantara di pedalaman Kalimantan. Akan kita temukan beberapa (segelintir), (sisa sedikit), masyarakat yang bertahan dengan kultur budayanya yang masih asli. Dari pola hidup, hingga peralatan dan keperluan yang tersedia telah mengalami perubahan dibandingkan masa lalu. Secara umum bentuk-bentuk rumah di daerah kalimantan sudah mengalami perubahan, baik bahan, ataupun tekstur bangunan, bahan-bahan alam/kayu telah digantikan dengan bahan-bahan industri seperti semen dan tiang pondasi dari baja dan beton, Hingga ciri alaminya telah berubah menjadi ciri modern yang mencerminkan mobilitas masyarakat yang semakin meluas dan kompleks diberbagai sendi kehidupan.

Cari Artikel